SEKITARKITA.id – Komisi I dan Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) bersama Muspika membahas langkah strategis untuk menyelesaikan persoalan penumpukan sampah di Pasar Cililin yang telah menimbulkan masalah kesehatan bagi warga sekitar.
Ketua Komisi III DPRD KBB, Fieter Tjuandis, mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak yang ditimbulkan dari tumpukan sampah tersebut.
Bahkan, beberapa rumah warga di sekitar lokasi dilaporkan telah kosong karena ditinggalkan penghuninya akibat kondisi lingkungan yang tidak sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami telah meminta Dinas Lingkungan Hidup (LH) untuk segera mengambil tindakan,” ujar Fieter dalam keterangannya, Rabu (12/2/2025).
Dalam rapat tersebut, DPRD bersama pihak terkait menyepakati sejumlah langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah di Pasar Cililin.
Pertama, DPRD KBB akan menggelar rapat gabungan Komisi I hingga Komisi IV pada 20 Februari 2025. Rapat ini bertujuan membahas solusi komprehensif dalam penanganan sampah di wilayah tersebut.
Kedua, pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag), guna mempercepat proses pembebasan lahan untuk pengembangan fasilitas pengelolaan sampah yang lebih baik.
Ketiga, Komisi III akan melakukan kajian terhadap peraturan daerah (Perda) terkait pengelolaan sampah. Hal ini penting mengingat kewenangan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sarimukti berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Selain itu, Komisi III DPRD KBB juga telah mengambil langkah tegas dengan menutup sementara pembuangan sampah dari Bandung ke wilayah Lembang karena dinilai tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku. DPRD KBB juga telah mengirimkan surat kepada DPRD Provinsi Jawa Barat untuk mencari solusi bersama atas persoalan tersebut.
Penanganan masalah sampah di Pasar Cililin membutuhkan koordinasi yang lebih erat antara Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Perhubungan (Dishub), pengelola pasar, serta pemerintah setempat.
Pemerintah daerah pun meminta masyarakat untuk bersabar sembari menunggu proses penyelesaian yang sedang diupayakan.
Sementara itu, Kepala UPT Pasar Wilayah 2 Pasar Cililin, Momon, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian langsung dari anggota DPRD KBB yang turun ke lokasi.
“Alhamdulillah, dengan kedatangan Komisi I ke Unit Pasar Cililin, kami dapat membahas masalah yang sudah viral terkait Tempat Pembuangan Sampah (TPS),” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai rencana pembebasan lahan milik warga di sekitar lokasi TPS. Menurutnya, terdapat sinyal positif untuk mendorong Dinas Indag agar segera melaporkan perkembangan tindak lanjut dari rencana tersebut.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan persoalan penumpukan sampah di Pasar Cililin dapat segera tertangani sehingga tidak lagi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan masyarakat sekitar.








