SEKITARKITA.id – Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Kepolisian memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada GM (33), seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Belakangan diketahui, korban ditemukan oleh keluarganya dalam kondisi tak bernyawa di Kampung Bantar Gedang, RT 005/RW 009, Desa Mekarsari, pada Senin (8/6/2026) sekira pukul 18.50 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kesimpulan tidak ada tanda kekerasan tersebut diperoleh berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Tim INAFIS Polres Cimahi bersama jajaran Polsek Padalarang.
Kapolsek Padalarang AKP Kusmawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian tidak ditemukan unsur kekerasan maupun indikasi tindak pidana.
“Hasil olah TKP menunjukkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada korban,” ujar Kusmawan saat ditemui di lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh istri korban, NR, yang menemukan suaminya telah meninggal dunia di dalam kamar rumah mereka.
“Pas cek ke kamar atas, istrinya terkejut lihat suaminya sudah meninggal dunia tergantung dengan menggunakan tali dari sabuk yang ditempel dengan cara dipaku ke kayu plafon kamar,” kata Kusmawan.
Kusmawan menyebut, setelah mengetahui kejadian itu, NR segera meminta bantuan keluarga dan warga sekitar serta melaporkannya kepada aparat setempat.
Mendapat laporan tersebut, Tim INAFIS Polres Cimahi bersama petugas piket Reskrim, Samapta, dan Bhabinkamtibmas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui tengah mengalami gangguan kesehatan dalam beberapa waktu terakhir.
“Pengakuan istri, korban sering melamun kemudian mengeluh sakit dan sering beberapa kali melakukan upaya bunuh diri dengan cara gantung diri akan tetapi sebelumnya berhasil diketahui dan diselamatkan oleh pihak keluarga,” ujarnya
Selain itu, korban juga disebut kerap mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada anggota keluarga.
Keterangan serupa disampaikan oleh AN, ibu mertua korban, yang mengaku korban beberapa kali menyampaikan keluhan terkait penyakit yang dideritanya.
Polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan kronologi kejadian. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan adanya dugaan keterlibatan pihak lain.
“Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan visum maupun autopsi atas permintaan keluarga, jenazah korban selanjutnya diserahkan untuk dimakamkan keesokan harinya,” kata Kusmawan menandaskan.
Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan fisik maupun mental anggota keluarga dan segera mencari bantuan profesional apabila menemukan tanda-tanda gangguan psikologis atau kondisi yang memerlukan penanganan khusus.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








