SEKITARKITA.id – Viking Persib Club (VPC) mengutuk keras insiden bentrokan yang menyasar anggota Viking di wilayah Kragilan, Kabupaten Serang, Banten. Organisasi suporter terbesar Persib Bandung itu menegaskan akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas melalui jalur hukum.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, saat ditemui Sekitarkita.id usai menghadiri rapat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (10/6/2026).
Menurut Tobias, VPC telah mengambil langkah cepat dengan mengirimkan kuasa hukum untuk mendampingi pengurus Viking Serang serta para korban yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tentunya kami mengutuk keras segala bentuk kekerasan. Kami juga sudah mengirimkan kuasa hukum untuk mendampingi pengurus Viking Serang, apalagi ini sudah melibatkan anak kecil yang seharusnya bisa mendapatkan ruang yang aman dalam tumbuh kembangnya,” ujar Tobias yang juga menjabat sebagai Ketua KONI KBB.
Ia mengatakan, kasus bentrokan tersebut saat ini telah ditangani aparat kepolisian. Laporan yang sebelumnya masuk ke Polda Banten kini telah dilimpahkan dan ditangani langsung oleh Polres Serang.
“Tadinya laporan itu di Polda Banten dan dilimpahkan ke Polres Serang. Kita hormati proses hukum yang berjalan,” katanya.
Tobias mengungkapkan, terdapat dua korban dalam insiden tersebut yang saat ini masih menjalani proses pemeriksaan dan visum.
“Untuk korban ada dua orang, sudah dalam proses visum dan lain sebagainya,” tambahnya.
Kronologi Bentrokan Viking di Serang
Insiden bentrokan terjadi pada Senin (8/6/2026) malam saat Viking Serang Banten menggelar agenda silaturahmi. Setelah kegiatan selesai, sekelompok orang yang diduga merupakan pendukung tim lain mendatangi lokasi dan berupaya merampas atribut Viking yang terpasang.
Situasi kemudian memanas dan berujung pada bentrokan fisik. Sejumlah anggota Viking dilaporkan mengalami luka akibat pukulan menggunakan helm dan potongan kayu.
Yang menjadi perhatian serius, dalam peristiwa tersebut seorang balita turut menjadi korban. Kondisi itu memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk pengurus pusat Viking Persib Club.
Tobias menjelaskan, sesaat setelah kejadian, pengurus Viking Serang langsung berkoordinasi dengan pengurus pusat untuk membahas langkah yang akan diambil.
Ia juga mengimbau seluruh anggota Viking di berbagai daerah agar tidak terpancing emosi maupun melakukan aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi.
“Viking Persib Club menghimbau kepada seluruh anggota untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi balasan serta mempercayakan kepada proses hukum yang akan berlangsung,” katanya.
Ia berharap proses hukum yang berjalan dapat mengungkap seluruh fakta di balik insiden bentrokan tersebut serta memberikan keadilan bagi para korban.
“Semoga proses yang akan berlangsung bisa berjalan dengan baik dan menciptakan keadilan sehingga tidak ada lagi ruang untuk pelaku kekerasan di dalam sepak bola,” tandasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








