Debu Kapur Terus Selimuti Permukiman Cipatat, Dinkes KBB Turunkan Tim Pantau Dampak Kesehatan Warga

- Penulis

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pencemaran debu dari aktivitas pengolahan batu kapur di Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: Abdul Kholilulloh

i

Pencemaran debu dari aktivitas pengolahan batu kapur di Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: Abdul Kholilulloh

SEKITARKITA.id – Pencemaran debu dari aktivitas pengolahan batu kapur di Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tak lagi sekadar mengganggu kenyamanan warga.

Debu yang disebut warga menyerupai “hujan salju” itu kini menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.

Merespons kondisi tersebut, Dinkes KBB menerjunkan tim surveilans bersama Puskesmas untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini dilakukan guna mendeteksi sedini mungkin kemungkinan munculnya penyakit akibat paparan debu yang terjadi hampir setiap hari.

Pencemaran debu dari aktivitas pengolahan batu kapur di Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: Abdul Kholilulloh
Pencemaran debu dari aktivitas pengolahan batu kapur di Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: Abdul Kholilulloh

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes KBB, Lia Nurliani Sukandar, mengatakan pemantauan tidak hanya berfokus pada pendataan keluhan warga, tetapi juga disertai edukasi mengenai cara melindungi diri dari paparan debu kapur.

“Upaya ini dilakukan agar dampak kesehatan pada masyarakat dapat terpantau sejak dini dan dapat segera ditindaklanjuti apabila ditemukan peningkatan keluhan atau kasus penyakit tertentu,” kata Lia saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga:  Raih 444 Suara, Tantan Sulthon Terpilih Jadi Ketua PWI Jabar 2026-2031 

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, keluhan yang paling banyak disampaikan warga antara lain batuk, tenggorokan gatal dan kering, bersin, pilek, serta iritasi mata yang ditandai mata merah, perih, dan berair.

Debu halus juga dilaporkan mudah masuk ke dalam rumah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pencemaran debu dari aktivitas pengolahan batu kapur di Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: Abdul Kholilulloh
Pencemaran debu dari aktivitas pengolahan batu kapur di Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: Abdul Kholilulloh

Sementara itu, warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan mengalami dampak yang lebih berat. Mereka lebih mudah mengalami sesak napas ketika intensitas debu meningkat.

“Pada warga yang memiliki riwayat asma atau penyakit paru, terdapat keluhan sesak napas yang lebih mudah muncul atau kambuh ketika paparan debu meningkat. Oleh karena itu, kelompok rentan perlu lebih berhati-hati dan segera memeriksakan diri apabila keluhan tidak membaik,” ujarnya.

Meski demikian, hingga saat ini Dinkes KBB belum menemukan adanya lonjakan kunjungan pasien ke Puskesmas maupun fasilitas kesehatan yang secara langsung berkaitan dengan paparan debu kapur.

“Hingga saat ini, berdasarkan hasil pemantauan belum terdapat peningkatan kunjungan ke Puskesmas maupun fasilitas kesehatan yang signifikan dan secara langsung dapat dikaitkan dengan paparan debu kapur,” tutur Lia.

Baca Juga:  Alasan DPD NasDem KBB Usung Hengky Kurniawan di Pilbup 2024 'Bukan Artis Biasa'

Ia menjelaskan, debu kapur merupakan partikel yang berpotensi membahayakan kesehatan apabila terhirup dalam jumlah besar dan terjadi secara terus-menerus.

Kelompok yang paling berisiko terdampak yakni balita, lansia, ibu hamil, serta penderita asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), maupun alergi saluran pernapasan.

Selain menyebabkan iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, dan saluran napas, paparan debu dalam jangka panjang juga dapat memperparah penyakit yang telah diderita masyarakat.

“Pada masyarakat yang memiliki riwayat asma atau penyakit paru, paparan debu dapat memperberat keluhan dan memicu kekambuhan. Apabila paparan terjadi terus-menerus tanpa pengendalian, debu juga dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan serta menurunkan kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah terdampak,” pungkasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Generasi Sehat, Bersama Pemkab P4KBB Terjunkan Penyuluh Stunting ke Sekolah dan Pesantren
Hari Santri 2026, Kiai se-KBB Desak Bupati Jeje Terbitkan Perbup Pesantren Cegah Kekerasan Seksual
Miris! Sewa Tempat Latihan Nunggak 10 Bulan, Mental Kontingen Bowling NPCI KBB Jelang Peparda 2026 Terganggu 
Derita Atlet Disabilitas KBB Jelang Peparda VII Jabar: Tak Ada Anggaran Latihan, Malah Diusir
Wali Kota Farhan Siagakan Bandung Dua Hari, 11 Polisi Jadi Korban Kericuhan Demo
Aksi Demo Bandung Berujung Ricuh, Truk Polisi Jadi Sasaran Lemparan Massa
Greenpeace Kibarkan Baliho di Bundaran HI, Soroti Krisis Iklim hingga Kinerja Pemerintah
Persib Vs Persik Berakhir 1-0, Sundulan Julio Cesar Antar Maung Bandung Amankan Tiga Poin

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Peduli Generasi Sehat, Bersama Pemkab P4KBB Terjunkan Penyuluh Stunting ke Sekolah dan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Hari Santri 2026, Kiai se-KBB Desak Bupati Jeje Terbitkan Perbup Pesantren Cegah Kekerasan Seksual

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Miris! Sewa Tempat Latihan Nunggak 10 Bulan, Mental Kontingen Bowling NPCI KBB Jelang Peparda 2026 Terganggu 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Derita Atlet Disabilitas KBB Jelang Peparda VII Jabar: Tak Ada Anggaran Latihan, Malah Diusir

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Wali Kota Farhan Siagakan Bandung Dua Hari, 11 Polisi Jadi Korban Kericuhan Demo

Berita Terbaru