Anggota Fed kembali menurunkan suku bunga tahun ini, tetapi membutuhkan kepercayaan diri untuk memperlambat inflasi Oleh Making an investment.com

- Penulis

Kamis, 4 April 2024 - 01:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Making an investment.com — Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada hari Rabu bahwa sebagian besar peserta The Fed yang memberikan suara mendukung penurunan suku bunga di beberapa titik tahun ini, tetapi hal tersebut tidak akan terjadi sampai financial institution sentral memiliki keyakinan yang lebih besar dari knowledge yang masuk bahwa inflasi berada pada pergerakan yang lebih rendah secara berkelanjutan.

“Jika perekonomian berkembang secara luas seperti yang kita perkirakan, sebagian besar peserta FOMC memandang akan tepat untuk mulai menurunkan suku bunga pada tahun ini,” kata Powell dalam pidato pembuka menjelang sesi tanya jawab di Universitas Stanford. .

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun peralihan ke pemotongan diperkirakan tidak akan terjadi sampai “kita memiliki keyakinan yang lebih besar bahwa inflasi bergerak turun secara berkelanjutan menuju 2 persen,” kata ketua The Fed, seraya menambahkan bahwa The Fed memiliki waktu untuk menunggu karena kekuatan perekonomian dan kemajuan inflasi.

Knowledge terkini menunjukkan bahwa perekonomian tetap cast dan inflasi meningkat secara mengejutkan sejak pergantian tahun, sehingga memperkeruh prospek penurunan suku bunga sehingga memaksa investor untuk mengekang ekspektasi penurunan suku bunga.

Baca Juga:  Saham berjangka AS melemah karena awal yang suram di Wall St pada kuartal kedua Oleh Making an investment.com

Namun Powell mengatakan bahwa knowledge baru-baru ini tidak mengubah pandangan The Fed secara signifikan, yang terus menunjukkan pertumbuhan yang cast, pasar tenaga kerja yang kuat namun mampu menyeimbangkan kembali, dan inflasi yang bergerak turun menuju 2 persen dalam jalur yang terkadang bergelombang.

Powell terus menunjukkan bahwa risiko keputusan kebijakan moneter di masa depan masih merupakan risiko dua sisi – memotong suku bunga terlalu dini, berisiko menghambat kemajuan inflasi, namun mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama dapat “melemahkan aktivitas perekonomian dan lapangan kerja.”

dicelupkan mengikuti keterangan, menyeret yang lebih rendah.



[ad_2]

2024-04-04 01:18:27

www.making an investment.com



Berita Terkait

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!
Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar
Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar
Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya
muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan
Cara Menghilangkan Jerawat di Punggung Secara Alami dan Efektif
Soft Opening Master Baker Indonesia: Sekolah Baking Profesional Baru di Surabaya Barat
Kolaborasi Pentahelik, Hamaren Corporation Sukses Gelar Annual Meeting 2025 di Bekasi

Berita Terkait

Senin, 10 November 2025 - 05:15 WIB

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!

Senin, 10 November 2025 - 04:30 WIB

Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar

Senin, 8 September 2025 - 09:20 WIB

Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar

Kamis, 3 Juli 2025 - 19:37 WIB

Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya

Rabu, 18 Juni 2025 - 12:37 WIB

muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan

Berita Terbaru

Kantor Bapenda KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok

Senin, 20 Apr 2026 - 20:00 WIB