[ad_1]
Dunia yang sudah maju secara teknologi saat ini memiliki banyak sekali aplikasi, proses, perangkat lunak, instrumen, dan sebagainya. Segala sesuatu di bawah payung ini memerlukan pengawasan dan perbaikan yang tepat untuk memberikan pengalaman terbaik bagi penggunanya. Standar komoditas atau jasa apa pun hanya dapat dipertahankan bila penyedia menyadari kebutuhan dan kenyamanan pengguna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu kemungkinan untuk memahami harapan dan kebutuhan pengguna adalah melalui UX Analysis.
Apa Itu Riset UX?
Penelitian UX adalah jalur teknis atau pendekatan yang diadaptasi untuk memahami secara mendalam permintaan pengguna setiap kali mereka menggunakan sistem, produk, atau layanan apa pun. Penelitian UX adalah pola mempelajari keterikatan pengguna terhadap produk atau layanan apa pun dan terus meningkatkannya untuk penggunaan pengguna yang lebih baik.
Metode dan Pendekatan Penelitian UX
Karena Penelitian UX mengandalkan pemahaman mentalitas pengguna terhadap suatu produk atau layanan, berbagai metode dan pendekatan telah diadopsi untuk mendapatkan hasil penelitian terbaik. Di sini mari kita gali berbagai metode penelitian untuk mendapatkan analisis yang berhasil secara logis.
Metode Penelitian Kuantitatif:
Sesuai dengan namanya, metode penelitian kuantitatif bergantung pada kuantitas information yang digunakan. Penelitian kuantitatif melibatkan pengumpulan dan analisis sejumlah besar information, angka, dan nilai statistik yang diperoleh melalui pengujian pengguna.
Metode kuantitatif diterapkan dalam banyak kasus untuk menafsirkan kisaran kegunaan produk atau layanan. Cara ini juga akan membantu mengidentifikasi seberapa bertahan suatu produk dibandingkan dengan produk pesaingnya.
Metode kuantitatif sendiri selanjutnya diklasifikasikan ke dalam berbagai strategi sebagai berikut:
1. Analisis:
Analytics adalah pendekatan kuantitatif yang berhubungan dengan pengumpulan information seperti jumlah kunjungan pengguna ke situs internet, durasi di situs, kata-kata yang digulir ke bawah, dll. Platform analisis yang paling terkenal adalah Google Analytics. Dari informasi ini, peneliti UX dapat menyimpulkan perdagangan suatu situs, tren produk apa pun, dll.,
2. Pemetaan Tikus:
Teknik pemetaan mouse adalah metodologi dimana tindakan pengguna pada situs internet tertentu dapat dipetakan untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang berharga dan sia-sia dari sebuah situs internet.
Pergerakan pengguna akan menjelaskan bagian-bagian yang diabaikan dan memiliki aktivitas besar, yang akan membantu peneliti UX untuk menyelesaikan kegunaan situs tertentu.
3. Analisis Corong:
Analisis corong akan membantu peneliti UX untuk mengidentifikasi sejauh mana pengguna dapat mengakses situs internet. Ini menunjukkan berapa banyak pengguna yang melewati semua langkah di situs internet untuk menyelesaikan sesuatu.
Penganalisisan information ini akan membentuk plot berbentuk corong, dimulai dari titik pertama yang luas dan menyempit hingga titik akhir.
4. Pengujian Pengguna:
Pengujian pengguna adalah pendekatan yang lebih langsung dimana pengguna terlibat langsung dalam memberikan umpan balik tentang produk atau layanan. Banyak umpan balik pengguna dikumpulkan, dan information diproses untuk mengidentifikasi bagian yang cacat, jika ada. Ini akan membantu peneliti UX mengembangkan produk apa pun menuju tujuan yang lebih baik.
Metode Penelitian Kualitatif:
Metode penelitian kualitatif merupakan antagonis dalam teknik metode penelitian kuantitatif. Dalam penelitian kualitatif, informasi yang dikumpulkan bersifat non-numerik, seperti komentar, opini, pola perilaku, dan lain-lain.
Metode penelitian ini lebih fokus pada pemahaman setiap individu pengguna dibandingkan berkonsentrasi pada sekelompok pengguna.
Sekali lagi, terdapat beberapa pendekatan kualitatif, dan berikut beberapa di antaranya.
1. Pendekatan Teori Beralas:
Grounded principle adalah suatu pendekatan dimana pandangan dihipotesiskan setelah mengkaji information non-numerik yang diperoleh dari pengguna berupa opini, komentar, atau apapun.
Pendekatan teori dasar akan bekerja dengan merencanakan pemikiran pengguna melalui umpan balik mereka.
2. Penyortiran Kartu:
Penyortiran kartu adalah teknik lain yang relatif sederhana. Pengguna diberikan satu set kartu yang melibatkan topik atau konsep atau kategori tertentu dan diminta untuk memilahnya berdasarkan pendapat mereka.
Urutan penyortiran akan mengungkapkan urutan pengalaman yang diharapkan pengguna dari produk tertentu. Oleh karena itu, ini akan membantu peneliti UX mengembangkan modul yang memenuhi harapan pengguna.
3. Survei:
Survei adalah jenis pendekatan kualitatif yang tersebar luas, dan survei akan membantu memahami gagasan pengguna secara tepat melalui kata-kata atau komentar mereka.
Survei mengumpulkan ekspektasi pengguna dalam bentuk information, dan peneliti UX dapat memproses information ini untuk merancang produk yang lebih ramah pengguna.
4. Wawancara:
Wawancara adalah pendekatan kualitatif yang jauh lebih baik karena penggunanya dinilai secara particular person. Information yang diperoleh melalui wawancara sangat dapat diandalkan karena tidak ada kesalahan pendapat.
Apa yang Dilakukan Peneliti UX?
Peneliti UX mempunyai banyak peran dan tanggung jawab, dan peneliti UX diharapkan memiliki keterampilan dan pengetahuan khusus. Berikut tugas peneliti UX.
Tugas dan Tanggung Jawab Peneliti UX:
- Kumpulkan information untuk penelitian.
- Pendekatan desain untuk mengumpulkan information.
- Jangkau pengguna untuk pengumpulan information.
- Analisis information yang direkrut.
- Kembangkan wawasan dari information.
- Perangkat rencana pengembangan produk dengan hasil penelitian.
Seorang peneliti UX bertanggung jawab untuk memahami perilaku, kebutuhan, dan motivasi pengguna menggunakan berbagai metode penelitian. Posisi ini memerlukan melakukan wawancara, survei, uji kegunaan, dan menganalisis information pengguna untuk membantu menginformasikan dan memandu keputusan desain. Bagi mereka yang ingin memajukan karir mereka di bidang ini, menghadiri Bootcamp Desain UI bisa sangat bermanfaat.
Bootcamp ini biasanya mencakup berbagai topik, seperti prinsip desain yang berpusat pada pengguna, pengujian kegunaan, dan analisis information, yang semuanya merupakan keterampilan penting bagi peneliti UX.
Keterampilan dan Alat Penting
1. Keterampilan Analisis:
Bagian pertama dan terpenting dari menjadi peneliti UX adalah menganalisis information yang disediakan. Jadi kemampuan analisis merupakan syarat penting bagi seorang peneliti UX, dan mereka harus mampu menginterpretasikan information melalui analisis yang menyeluruh.
2. Keterampilan Berempati:
Peneliti UX harus berempati untuk memahami perasaan dan perilaku pengguna serta mampu menempatkan diri pada posisi pengguna untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang information yang dikumpulkan dari pengguna.
3. Gairah:
Gairah sangat penting untuk pekerjaan ini karena hanya dengan semangat peneliti dapat memahami sudut pandang pengguna secara mendalam.
Ketertarikan pada pekerjaan ini akan membantu peneliti mengembangkan teknik unik untuk memahami mentalitas pengguna.
4. Keterampilan Membuat Ide:
Peneliti UX harus luar biasa dalam menciptakan ide dan teknik baru. Ini sangat penting dalam pekerjaan ini karena akan membantu memberikan gambaran yang jelas tentang information pengguna.
5. Keterampilan Bermain Tim:
Seorang peneliti UX harus menjadi pemain tim, karena hal ini memungkinkan mereka menerima masukan dari peneliti lain dan menerapkannya untuk mendapatkan hasil yang akurat.
Peran Lain di UI/UX
Terdapat berbagai peran lain di bawah naungan UI/UX, sebagai berikut:
- Penulis UX
- Desainer UX
- Desainer UI
- Manajer UX
- Strategi UX
Apa Manfaat Riset UX?
- UX Analysis akan memberikan persepsi mendalam tentang kegunaan produk oleh pengguna.
- Dengan wawasannya, UX Analysis akan membantu mengembangkan produk dan layanan yang sukses dan ditingkatkan.
- Penelitian UX akan menjadi pendekatan yang hemat biaya karena memberikan gambaran yang jelas tentang kebutuhan pengguna.
- Riset UX juga mengungkap aspek negatif suatu produk
- UX Analysis membantu pengembangan produk yang efisien dengan masukannya.
Praktik Terbaik untuk Melakukan Riset UX
-
Tandai Goal Audiens:
Teknik terbaik dalam Riset UX melibatkan pembatasan goal audiens. Penting untuk memilih kelompok audiens sasaran yang sama karena hal ini mempunyai dampak yang signifikan terhadap hasil penelitian.
-
Catat Tahapan Penelitian:
Selalu disarankan untuk membagi penelitian UX menjadi beberapa fase sebagai berikut:
- Menyusun strategi
- Menjangkau
- Mengumpulkan information
- Menganalisa
- Hasil
Kelompok belajar kecil pengguna akan selalu memberikan information yang lebih akurat dibandingkan melibatkan banyak orang.
Bagaimana Cara Menjadi Peneliti UX?
Dapatkan Gelar dalam Ilmu Manusia atau Perilaku:
Karena Penelitian UX terkait erat dengan pemahaman perilaku, perasaan, harapan pengguna, dll., maka diinginkan untuk mendapatkan gelar yang berkaitan dengan ilmu manusia atau perilaku, katakanlah,
- Psikologi
- Biologi
- Fisiologi
- Kecerdasan buatan
Kembangkan Keterampilan Riset Pengguna:
Riset Pengguna, seperti yang dijelaskan sebelumnya, membutuhkan banyak keterampilan. Beberapa keterampilan yang tercantum di sini akan membantu Anda menjadi peneliti UX.
- Belajar melakukan survei
- Dapatkan pelatihan langsung tentang Google Analytics
- Terlibat dalam program Penelitian UX
- Praktek menggunakan alat analisis information seperti Matlab, Simulink, dll,
Dapatkan Pengalaman Riset Pengguna:
Mendapatkan pengalaman penelitian UX sangatlah penting, dan ini dapat dilakukan dengan
- Terlibat dalam survei yang dilakukan oleh platform UX lainnya.
- Bergabung dengan tim organisasi nirlaba mana pun dan melakukan penelitian.
- Berpartisipasilah dalam kontes penelitian UX apa pun yang tersedia on-line.
Kembangkan Portofolio Anda:
Setelah Anda melewati tiga langkah di atas, menciptakan portofolio inovatif yang mengesankan bagi perekrut adalah saatnya.
Buat daftar keterampilan yang Anda miliki untuk menjadi peneliti UX. Sertakan proyek yang berhubungan dengan penelitian UX.
Daftarkan portofolio Anda di berbagai situs pekerjaan seperti Upwork, Fiverr, LinkedIn, dan sebagainya.
Kembangkan Jaringan Anda:
Terakhir, sangat penting untuk memperluas lingkaran Anda. Cobalah menghubungi orang-orang yang berprofesi sebagai Riset Ux. Ini dapat dilakukan melalui LinkedIn dan banyak platform lainnya.
Jaringan akan membantu Anda meningkatkan dan mencapai posisi yang baik. Selain langkah-langkah ini, mendaftar di Kursus Desain UI/UX yang komprehensif dapat secara signifikan meningkatkan pemahaman dan keterampilan Anda dalam desain antarmuka pengguna dan pengalaman pengguna, memberikan landasan yang kuat untuk berkarir di bidang penelitian UX.”
Mengapa Mengejar Karir sebagai Peneliti UX?
Gaji Peneliti UX:
Penelitian terbaru menyatakan bahwa gaji Peneliti UX berkisar antara 10 Lakh according to tahun untuk pemula hingga 30 Lakh according to tahun untuk analis Riset UX senior.
Gaji rata-rata di AS diperkirakan $100,778.
Prospek pekerjaan:
Posisi peneliti UX tetap berada di antara 100 pekerjaan terbaik yang terdaftar oleh CNNMoney.
Pekerjaan ini tampaknya telah mengalami kemajuan pesat dalam satu dekade terakhir dan akan menjadi pekerjaan dengan penghasilan tinggi di masa depan.
Peneliti UX vs. Desainer UX
Peneliti UX seharusnya berhubungan dengan pengguna, mengumpulkan opini dan membentuk information, menafsirkan informasi dan memberikan saran mengenai pengembangan produk.
Desainer UX mengambil masukan yang diberikan oleh peneliti UX dan menerapkannya untuk merancang produk yang ramah pengguna.
Bagaimana Membangun Jaringan Dalam Industri Riset UX?
Rekan Kerja Saat Ini:
Jika Anda sudah tergabung dalam platform UX Analysis, coba perluas lingkaran dengan menghubungi rekan kerja Anda. Diskusikan lebih sering dan dapatkan element dari rekan kerja senior.
Pengusaha Masa Depan:
Coba cari tahu calon pemberi kerja di platform pekerjaan dan media sosial seperti LinkedIn, Twitter, Upwork, dll.,
Unggah portofolio Anda dan undang orang-orang di bidang yang sama untuk berdiskusi di platform media sosial tersebut.
Komunitas UX On-line:
Bergabunglah dengan Komunitas UX on-line yang tersedia di platform media sosial. Berikut ini beberapa untuk referensi Anda:
- Berikan perusahaan UX yang Baik kepada teman- Fb
- Asosiasi Peneliti UX- Fb
- Desain Pengalaman Pengguna- LinkedIn
Organisasi Penelitian UX
Bergabunglah dengan Organisasi Riset UX seperti
- Metode Campuran
- Hangout Desainer
- UX segi enam
Kesimpulan
Semoga artikel ini dapat memberi Anda pemahaman menyeluruh tentang apa itu peneliti UX dan apa saja perspektif karir yang berbeda dari area ini. Jika Anda ingin memperkuat keterampilan penelitian UX Anda lebih jauh, kami sarankan Anda memeriksa Program Magister Pakar Desain UI/UX Simplilearn. Kursus ini akan membantu Anda meningkatkan keterampilan dan menjadikan Anda peneliti UX yang terampil.
Jika Anda memiliki pertanyaan atau keraguan, silakan kirimkan di bagian komentar di bawah. Tim kami akan menghubungi Anda sesegera mungkin dengan solusinya.
[ad_2]
Sumber: www.simplilearn.com








