SEKITARKITA.id – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan pembangunan infrastruktur jalan semakin merata hingga pelosok wilayah pada tahun 2025.
Berdasarkan data terbaru Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB, progres fisik pembangunan jalan mencapai sekitar 80 persen dari total 18 kegiatan strategis yang telah dikontrakkan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUTR KBB, Aan Sopian Gentiana, menjelaskan bahwa total anggaran murni 2025 untuk sektor jalan mencapai Rp128,8 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun setelah penyesuaian APBD, nilai tersebut menjadi Rp74,2 miliar khusus untuk program Bina Marga.
“Totalnya sekitar Rp128 miliar yang dialokasikan untuk 18 kegiatan di berbagai wilayah Bandung Barat, baik utara, selatan, barat, maupun timur,” kata Aan, Rabu (5/11/2025).
Pembangunan infrastruktur jalan diprioritaskan secara seimbang, termasuk wilayah pinggiran seperti Rongga, Cicadas, Cipari, hingga Mekar Wangi yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung.
Sebagian besar proyek memakai skema e-katalog, sementara proyek di bawah Rp200 juta dilakukan melalui penunjukan langsung.
Redaksi sekitarkita.id merilis 18 Proyek Strategis Jalan di Bandung Barat. Beberapa titik pekerjaan besar meliputi:
–Rekonstruksi Jalan Rongga–Cipali — Rp3,194 miliar.
-Rekonstruksi Jalan Rongga–Cicadas — Rp2,376 miliar.
-Perbaikan Jalan Wangunsari–Pasir Haur–Bojong Koneng — Rp3,9 miliar.
-Perbaikan Jalan Budidaya–Tilanghari — Rp3,75 miliar.
-Perbaikan longsoran Jalan Sindangkerta–Gala — Rp3,7 miliar
Selain itu, sejumlah ruas penting seperti Calung, Maribaya, Patrol, Jambatan, dan Wijaya tetap menjadi prioritas pemkab.
“Beberapa ruas jalan sudah mencapai progres 94 persen. Seluruh kegiatan ditargetkan rampung akhir tahun,” ujar Aan.
Data tahun 2024 mencatat kondisi jalan di KBB, kategori baik 54,61%, sedang 18,12%, rusak ringan 8,92% dan rusak berat 18,34% (~118 km).
Kini, pembangunan 2025 telah meningkatkan kualitas jaringan jalan 10,22 km, atau naik 1,58%.
Aan menegaskan pemerintah memiliki roadmap hingga 2030 agar seluruh jalan berada dalam kondisi baik.
Ia menjelaskan, adapun kebutuhan anggaran jalan hingga tahun 2030 Capai Rp1,6 Triliun.
“Estimasi kebutuhan dana per tahun dan sesuai kebutuhan anggaran, tahun 2026- Rp256 miliar, 2027- Rp339 miliar, 2028- Rp324 miliar, 2029 – Rp350 miliar dan 2030 -Rp391 miliar,” ungkapnya.
“Jika kebutuhan terpenuhi, seluruh ruas jalan di KBB akan dalam kondisi baik pada 2030,” sambung Aan.
Aan menuturkan belum ada jalan desa yang diambil alih pemda tahun ini. Proses perubahan status hanya bisa dilakukan setiap 5 tahun sekali.
Pemerataan pembangunan jalan diyakini akan mempercepat, mobilitas warga dan barang, pertumbuhan ekonomi lokal. Akses pendidikan & kesehatan serta pengembangan pariwisata daerah.
“Jalan yang baik membuka akses ekonomi dan pemerataan pembangunan,” ujar Aan.
Dikatakan dia, dengan capaian 80% proyek selesai, tahun 2025 menjadi fase penting menuju Bandung Barat lebih maju dan merata hingga 2030.
“Pemkab KBB berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur untuk kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan







