Bangun Iklim Belajar Positif, Disdik KBB Kembali Gelar Program Sekolah Ramah Anak

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan berkualitas, Disdik KBB gelar Sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di Lembang. Foto: istimewa

i

Wujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan berkualitas, Disdik KBB gelar Sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di Lembang. Foto: istimewa

SEKITARKITA.id – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (Disdik KBB) kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan berkualitas melalui pelaksanaan Sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA).

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Desember 2025, dan diikuti oleh 450 guru Sekolah Dasar yang berasal dari 16 kecamatan di Kabupaten Bandung Barat.

Bimtek ramah anak ini merupakan bimbingan teknis yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi anak, dengan fokus pada perlindungan anak-anak

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara yang digelar di Hotel Takashimaya Lembang ini menjadi salah satu rangkaian penting Disdik KBB dalam memastikan setiap satuan pendidikan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip perlindungan anak di sekolah.

Wujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan berkualitas, Disdik KBB gelar Sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di Lembang. Foto: istimewa
Wujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan berkualitas, Disdik KBB gelar Sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di Lembang. Foto: istimewa

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik KBB) Asep Dendih dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan sekolah ramah anak bukan sekadar program administratif, tetapi merupakan kebutuhan dasar yang harus diwujudkan bersama oleh seluruh warga sekolah.

“Setiap anak berhak mendapatkan pembelajaran yang aman, nyaman, menyenangkan, dan bebas dari kekerasan. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan seluruh guru menjadi garda terdepan dalam menciptakan suasana belajar yang positif dan inklusif,” ujarnya.

Baca Juga:  PM Kanada Justin Trudeau Puji Prabowo di Sela APEC: Kepemimpinan Anda Luar Biasa

Ia menyebut, dalam sosialisasi tersebut, para peserta mendapatkan materi terkait prinsip-prinsip Sekolah Ramah Anak, teknik pembelajaran yang menghargai keberagaman, strategi pelibatan orang tua, hingga mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah.

“Para narasumber juga menekankan pentingnya perubahan paradigma mengajar. Guru tidak hanya berperan sebagai pemberi materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan serta memberikan rasa aman bagi seluruh siswa,” kata dia.

Dikatakan Asep, materi yang disampaikan diarahkan untuk memberi pemahaman menyeluruh agar setiap guru dapat memberikan layanan pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik, termasuk mengenali potensi risiko kekerasan di sekolah dan langkah penanganannya secara tepat.

“Disdik KBB mewajibkan seluruh peserta untuk melakukan diseminasi hasil sosialisasi di sekolah masing-masing. Dengan demikian, pengetahuan dan pemahaman tidak berhenti pada individu, tetapi menjadi gerakan bersama di seluruh sekolah dasar di Bandung Barat,” ujarnya.

Selain itu, kata Asep, setiap sekolah juga diminta memastikan adanya Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) yang aktif, terstruktur, dan memiliki program kerja jelas.

Baca Juga:  Jabar Bergerak KBB segera resmikan Rutilahu, intip wajah baru rumah Sukiman pasca renovasi
Wujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan berkualitas, Disdik KBB gelar Sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di Lembang. Foto: istimewa
Wujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan berkualitas, Disdik KBB gelar Sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di Lembang. Foto: istimewa

“TPPK menjadi elemen penting dalam memastikan sekolah mampu merespons berbagai kasus yang melibatkan peserta didik, baik secara preventif maupun kuratif,” katanya.

Tidak hanya membentuk tim, sekolah juga diarahkan untuk menyusun program layanan ramah anak yang dapat diterapkan pada kegiatan belajar mengajar, ekstrakurikuler, hingga pengelolaan lingkungan sekolah. Program ini diharapkan menjadi standar minimum yang harus dipenuhi setiap satuan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, Disdik KBB menegaskan kembali misinya menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan perlindungan anak.

Implementasi Sekolah Ramah Anak diharapkan menjadi budaya yang mengakar, bukan hanya slogan.

“Kegiatan sosialisasi ini juga mendapat respons positif dari para peserta. Banyak guru mengaku mendapatkan wawasan baru dan siap menerapkannya di sekolah masing-masing sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan yang lebih baik,” tandasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Generasi Sehat, Bersama Pemkab P4KBB Terjunkan Penyuluh Stunting ke Sekolah dan Pesantren
Hari Santri 2026, Kiai se-KBB Desak Bupati Jeje Terbitkan Perbup Pesantren Cegah Kekerasan Seksual
Miris! Sewa Tempat Latihan Nunggak 10 Bulan, Mental Kontingen Bowling NPCI KBB Jelang Peparda 2026 Terganggu 
Derita Atlet Disabilitas KBB Jelang Peparda VII Jabar: Tak Ada Anggaran Latihan, Malah Diusir
Wali Kota Farhan Siagakan Bandung Dua Hari, 11 Polisi Jadi Korban Kericuhan Demo
Aksi Demo Bandung Berujung Ricuh, Truk Polisi Jadi Sasaran Lemparan Massa
Greenpeace Kibarkan Baliho di Bundaran HI, Soroti Krisis Iklim hingga Kinerja Pemerintah
Persib Vs Persik Berakhir 1-0, Sundulan Julio Cesar Antar Maung Bandung Amankan Tiga Poin

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Peduli Generasi Sehat, Bersama Pemkab P4KBB Terjunkan Penyuluh Stunting ke Sekolah dan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Hari Santri 2026, Kiai se-KBB Desak Bupati Jeje Terbitkan Perbup Pesantren Cegah Kekerasan Seksual

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Miris! Sewa Tempat Latihan Nunggak 10 Bulan, Mental Kontingen Bowling NPCI KBB Jelang Peparda 2026 Terganggu 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Derita Atlet Disabilitas KBB Jelang Peparda VII Jabar: Tak Ada Anggaran Latihan, Malah Diusir

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Wali Kota Farhan Siagakan Bandung Dua Hari, 11 Polisi Jadi Korban Kericuhan Demo

Berita Terbaru