Bandung Barat, SekitarKita.id – PT Alloy Indo pabrik peleburan logam di Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya diberhentikan beroperasi untuk sementara waktu.
Perusahaan itu diduga menyebabkan polusi udara dari limbah batu bara yang digunakan sebagai bahan bakar sejumlah warga pun mengeluhkan mengalami gangguan kesehatan pernafasan.
Polusi udara yang diduga dari batu bara pabrik tersebut telah berdampak buruk terhadap kesehatan warga di Kampung Cibingbin, RT 03 dan 06 di RW 4, Desa Laksanamekar, sejak beberapa bulan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup pada DLH KBB Zamilia Moreta mengatakan, untuk memastikan kualitas udara emisi cerobong harus dilakukan pengambilan sampling.
“Kita tidak memberikan batas waktu untuk melakukan penutupan pabrik. Semakin cepat mereka melakukan perbaikan akan semakin baik bagi warga masyarakat,” kata Zamilia saat ditemui usai melakukan mediasi dengan PT Alloy Indo dan perwakilan warga di Pemda. Selasa (16/08/2022).
Ia mengatakan, saat ini juga mereka (PT Alloy Indo Nusantara) sudah berupaya melakukan progres dan tahapan perbaikan cerobong hingga 80 persen.
| Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup pada DLH KBB Zamilia Moreta |
“Menindaklanjuti pengaduan warga masyarakat, dari bulan Juli DLH KBB sudah menindaklanjuti dengan verifikasi lapangan ke lokasi kegiatan peleburan logam,” terang Zamilia kembali.
Ia memastikan, pihaknya mengatakan, berdasarkan temuan dilapangan diperoleh bahwa perusahaan diduga telah melakukan kegiatan operasional peleburan logam, namun penangan dampak berupa asap, debu dan bising belum dikelola dengan baik.
“Dan benar sehingga menimbulkan pencemaran udara yang dampaknya sangat dirasakan warga sekitar. Berdasarkan temuan tersebut, DLH KBB telah melakukan pemanggilan serta membuat surat arahan,” tuturnya.
“Berisi saran tindak antara lain perbaikan cerobong sesuai ketentuan KEPDAL 205 tahun 1996 tentang Pedoman teknis pengendalian pencemaran udara sumber tidak bergerak,” sambungnya.
| DLH KBB bersama PT Alloy Indo dan perwakilan warga Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang KBB melakukan mediasi di kantor Pemda (16/08/2022). |
Saat ini perusahaan sedang melakukan progres, lanjut Zamilia, perbaikan sesuai arahan teknis, namun karena dilapangan tetap ada kegiatan produksi, sehingga warga kembali mengeluhkan adanya asap debu dan bising.
“Berdasarkan hal tersebut kami memfasilitasi melakukan mediasi dari pihak RT 06 dan RT03 yang terdampak dengan perusahaan,” sebutnya.
Dari hasil pertemuan disepakati bahwa perusahaan PT Alloy Indo Nusantara berhenti beraktivitas sementara dan melakukan perbaikan sesuai arahan surat.
Kendati itu, setelah selesai dilakukan perbaikan cerobong, akan ada uji coba kelayakan yang harus disaksikan perwakilan warga dan pihak DLH KBB. Dan hasilnya harus dilakukan pengujian emisi cerobong.
“Dan memastikan dari cerobong yang sudah di perbaiki sesuai ketentuan memenuhi baku mutu emisi sumber tidak bergerak sesuai lampiran IV Permen LH 7 tahun 2007 karena mereka memakai bahan baku batubara,” pungkasnya.(Abdul)








