Bandung Barat | SekitarKita.id,-Pencarian jasad Opa (61) warga Kampung Tangkil, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) di hari ke lima belum membuahkan hasil.
Pria yang berprofesi menjadi petani itu dikabarkan hilang usai tertimbun longsor di Kampung Cimanggu, RT 01 RW 16, Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang, pada Jumat (26/4/2024) sore.
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian sejak Sabtu (27/4/2024), hingga Rabu (1/5/2024), belum juga ditemukan. Petugas terpaksa memberhentikan pencarian dan melanjutkan esok hari cuaca mulai gelap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Anak Opa, Ai Rosmini mengatakan, pihak keluarga sudah ikhlas jika jasad ayahnya itu tak ditemukan. Terlebih upaya pencarian sudah dilakukan semaksimal mungkin.
“Mau bagaimana lagi, kita ikhlas dan pasrah. Nanti akhirnya mau ketemu atau enggak ketemu, kuarga sudah menerima sudah ikhlas,” kata Ai saat ditemui wartawan di kediamannya, Rabu (1/5/2024).
Ia menjelaskan, saat kejadian, sang ayah tengah memperbaiki saluran pengairan di sawah miliknya, seketika hujan deras mengguyur wilayah itu, Nahas, Opa tak menyadari hujan mengakibatkan longsor dan menyeret tubuhnya terhempas ke sungai.
“Jadi sedang membetulkan saluran air. Padahal waktu itu sudah diingatkan sama adiknya jangan ke sawah, terus ada 2 orang pemancing juga soalnya waktu itu hujan terus sudah sore. Tapi enggak nurut, ya setelah itu langsung kejadian,” ujar Ai.
Ai menyebut, jika merujuk pada standar operasional prosedur, pencarian terhadap Opa bakal dilakukan selama tujuh hari atau sejak Sabtu sampai dua hari ke depan.
“Ya informasinya tujuh hari, tapi kalau kita dari keluarga sudah ikhlas,” ujar Ai.
Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Amas Winata mengatakan, hingga hari Rabu ini, pencarian terhadap Opa masih terus dilakukan namun belum ada tanda-tanda jasadnya ditemukan. Pencarian bakal dimaksimalkan hingga tujuh hari.
“Pencarian sampai hari ini masih nihil, korban belum ditemukan. Rencananya akan dilakukan pencarian lanjutan besok,” ujar Amas.
Amas memaparkan, pencarian selain di lokasi longsor tepat korban dilaporkan terakhir terlihat, juga mulai menyisir ke aliran sungai yang ada di dekat lokasi kejadian sebab tak menutup kemungkinan korban terempas ke sungai usai diterjang longsor.
“Tim Sar Gabungan sudah melakukan berbagai upaya, termasuk menyusuri sungai lebih dari 10 kilometer. Bahkan hari ini sampai daerah Sumur Bandung (Cipatat) tapi belum ditemukan,” ujar Amas menandaskan.
Penulis : Abdul Kholilulloh
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : laporan tim SekitarKita.id







