Bupati Bandung Barat Bantah Isu Intervensi dalam Rotasi Mutasi 13 Pejabat Eselon II: “Murni Keputusan Saya!”

- Penulis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)

i

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)

SEKITARKITA.id – Suasana pemerintahan Kabupaten Bandung Barat (KBB) sempat memanas setelah mencuat isu adanya intervensi dalam pelaksanaan rotasi dan mutasi (rotmut) 13 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau pejabat eselon II.

Menanggapi tudingan tersebut, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dengan tegas membantah adanya campur tangan pihak mana pun. Ia menegaskan bahwa seluruh keputusan rotasi mutasi sepenuhnya berada dalam kewenangannya sebagai kepala daerah.

Dalam konferensi pers di Gedung Bupati, Komplek Perkantoran KBB, Ngamprah, Kamis (16/10/2025), Jeje menepis kabar yang menyebut rotasi mutasi dipengaruhi oleh pihak-pihak tertentu, termasuk inisial R, Sekda KBB Ade Zakir, anggota DPRD, maupun Sekretaris Pribadi Bupati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rotasi mutasi yang saya lakukan murni keputusan saya sendiri. Tidak ada intervensi politik, tidak ada intimidasi terhadap ASN, tidak ada transaksional, dan tidak ada peran sekda. Tidak ada sama sekali intervensi dari pihak mana pun,” tegas Jeje.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)

Isu dugaan intervensi ini sebelumnya mencuat setelah Koalisi Rakyat Bandung Barat dan Aliansi Aktivis Anti Korupsi Jawa Barat menggelar aksi demonstrasi. Mereka menuding kebijakan rotmut sarat kepentingan politik dan dominasi pihak tertentu.

Baca Juga:  Pererat Silaturahmi, Garda Pemuda NasDem KBB Gelar Bukber Bareng Insan Pers

Namun, Jeje menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar.

“Semua keputusan ada di saya. Saya tidak disetir R maupun AZ. Mana ada saya disetir sama R atau sekda?” ujarnya menampik tudingan yang menyudutkan.

Related Posts

Bupati yang dikenal tegas ini menjelaskan bahwa kebijakan rotasi dan mutasi tidak dilakukan secara mendadak. Semua proses dilakukan sesuai tahapan, mekanisme, dan peraturan perundang-undangan.

“Saya punya dasar melakukan rotasi mutasi ini. Saya juga menanyakan kepada para pejabat yang dilantik, apakah mereka bersedia menerima amanah yang saya berikan,” jelasnya.

Menurut Jeje, seluruh pejabat yang terkena rotmut telah menyatakan kesediaannya menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Bahkan, ia secara tegas memberi pilihan bagi pejabat yang tidak puas.

“Saya sudah tegaskan, jika tidak puas silakan mengundurkan diri,” tambahnya.

Baca Juga:  Unggul, Peparda VI Jabar 2022, NPCI Kabupaten Bekasi Torehkan Sejarah

Untuk menjaga kondusivitas internal, Jeje mengaku telah mengumpulkan seluruh pejabat terkait agar tetap solid dan kompak. Ia menekankan pentingnya menjaga kesatuan birokrasi dan fokus pada pelayanan publik.

“Saya kumpulkan di internal supaya solid. Kita harus menjaga agar KBB tetap kondusif. Sekarang saatnya fokus menjalankan program-program yang baik buat masyarakat, turun langsung ke lapangan,” tandasnya.

Melalui klarifikasi ini, Jeje berharap tidak ada lagi spekulasi liar di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa rotasi dan mutasi dilakukan demi penyegaran organisasi, peningkatan kinerja birokrasi, serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

“Tujuan utama saya hanya satu, agar birokrasi KBB lebih kuat, profesional, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” tutup Jeje Ritchie Ismail.

Dengan sikap tegas ini, Bupati Bandung Barat ingin memastikan bahwa kebijakan rotasi mutasi berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari kepentingan politik, demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto
Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi
5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang
Apin Marmot Puji Kreativitas Mobivan BOMBER KBB, UMKM Bobotoh Makin Berdaya
Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”
Dedi Mulyadi Tegur Wali Kota Cimahi Soal Peredaran Tramadol ‘Sikat Saja’ Jangan Takut 
KPK Ingatkan Celah Korupsi Sektor Pertanahan, Bandung Barat Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian
Persib Lolos ke Final Piala Presiden 2026, Ketum BOMBER Dian Purnama Puji Performa Solid Maung Bandung 

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:45 WIB

5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Apin Marmot Puji Kreativitas Mobivan BOMBER KBB, UMKM Bobotoh Makin Berdaya

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”

Berita Terbaru