Debat Perdana, Tensi Tinggi soal Meritokrasi, Cabup Bandung Barat Jeje Govinda ‘Tidak Nyambung’

- Penulis

Selasa, 29 Oktober 2024 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

debat publik putaran pertama untuk calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) digelar di Hotel Novena, Lembang. foto: Abdul Kholilulloh

i

debat publik putaran pertama untuk calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) digelar di Hotel Novena, Lembang. foto: Abdul Kholilulloh

SekitarKita.idPada Selasa (29/10), debat publik putaran pertama untuk calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) digelar di Hotel Novena, Lembang.

Lima pasangan calon (paslon) yang maju dalam Pilkada KBB saling beradu visi, misi, dan program kerja mereka.

Debat ini mengusung tema “Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Bandung Barat melalui Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul serta Sumber Daya Alam (SDA) yang Lestari dan Bermanfaat.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sesi Tanya Jawab dengan Tensi Tinggi

Pada sesi ketiga debat atau sesi tanya jawab, tensi perdebatan mulai meningkat. Pertanyaan tajam dilontarkan calon Wakil Bupati nomor urut 1, Gilang Dirga, yang dikenal sebagai artis dan komedian.

Gilang bertanya kepada calon Bupati nomor urut 2, Jeje Ritchie Ismail, terkait pandangan mengenai meritokrasi—konsep di mana jabatan atau posisi kepemimpinan didasarkan pada kemampuan dan prestasi, bukan kekayaan atau kelas sosial.

Tanggapan Calon Nomor Urut 2 tentang SDM di Bandung Barat

Related Posts

Menanggapi pertanyaan tersebut, Jeje menyampaikan pandangannya tentang SDM di Kabupaten Bandung Barat yang menurutnya perlu ditingkatkan.

Baca Juga:  Dugaan parkir liar di Cirata catut nama Karang Taruna, Dishub KBB beberkan faktanya

Ia menyebut, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) KBB saat ini masih di bawah rata-rata nasional dan Jawa Barat, yang dinilai sebagai dampak dari kemunduran di beberapa sektor, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta pemberantasan kemiskinan.

“Di sektor pendidikan, rata-rata anak sekolah hanya sampai kelas 2 SMP namun bukan karena mereka malas, tapi karena energi yang dikeluarkan untuk berangkat dan pulang sekolah lebih melelahkan daripada proses belajarnya,” kata Jeje.

“Sektor kesehatan pun, jika yang setengah sakit akan menjadi sakit sekali, yang sakit parah bisa tak tertolong karena jarak dan infrastruktur di KBB buruk sekali,” sambungnya.

Jeje menjelaskan bahwa masalah di sektor pendidikan tampak dari banyaknya anak yang hanya menempuh pendidikan hingga kelas 2 SMP.

Hal ini, menurutnya, bukan karena mereka malas, tetapi disebabkan tantangan perjalanan ke sekolah yang melelahkan.

Sementara itu, di sektor kesehatan, akses yang terbatas sering kali membuat penderita penyakit ringan menjadi semakin parah.

Sanggahan dari Paslon Lainnya

Calon Bupati nomor urut 3, Hengky Kurniawan, menyanggah jawaban dari Jeje. Menurut Hengky, jawaban tersebut tidak relevan alias tidak nyambung dengan pertanyaan yang berkaitan dengan meritokrasi.

Baca Juga:  Prabowo Tiba di Bandara Canberra Australia untuk Kunker, Disambut Jajar Kehormatan

“Terkait pertanyaan nomor 1, tentu jawaban nomor 2 tidak nyambung ya, jadi yang ditanyakan adalah soal merid sistem. Jadi kita berupaya menempatkan orang profesional sesuai disiplin ilmunya sehingga birokrasi melayani dengan baik,” kata Hengky.

Ia menegaskan pentingnya menempatkan individu sesuai dengan keahlian masing-masing untuk meningkatkan kualitas pelayanan birokrasi.

Pasangan Hengky, Ade Sudrajat, menambahkan bahwa meritokrasi harus dijalankan dengan optimal di KBB, dengan menempatkan individu yang tepat berdasarkan usia, pengalaman, dan prestasi.

“Saya setuju bahwa meritokrasi di KBB harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” kata Ade.

Calon Bupati nomor urut 4, Edi Rusyandi, juga mendukung penerapan sistem meritokrasi dalam pemerintahan KBB.

“Dalam hal membangun SDM kedepan, dalam lingkup pemerintahan KBB harus mengutamakan sistem meritokrasi,” ujar Edi.

Menurutnya, posisi jabatan harus didasarkan pada kompetensi dan kemampuan, bukan pada kedekatan atau hubungan pribadi.

“Menempatkan seseorang pada tempatnya sesuai kompetensinya, bukan karena dia dekat dengan pejabat tersbut, bukan karena dia memiliki hubungan tertentu dengan pimpinannya tapi atas dasar kompetensi kemampuan dan integritas dari SDM bisa distibusikan dan ditempatkan sesuai bidang-bidangnya,” jelas Edi.

Baca Juga:  Ok-pop Sensation tripleS Luncurkan Album Lengkap Debut “Visionary Vision – ​​Performante” – Kpoppie – Loader Data

Pasangan nomor urut 5, Sundaya dan Asep Ilyas, turut menegaskan pentingnya meritokrasi sebagai bagian dari manajemen aparatur yang objektif, memastikan pegawai ditempatkan sesuai dengan kualifikasi dan kinerjanya.

“Saya tanggapi pertanyaan nomer urut paslon 01, Jawaban nomer urut 02 (Jeje-Ismail) kurang tepat, artinya saya setuju jawaban nomer urut 03 dan 04, kebetulan wakil saya mantan BKPSDM,” jelasnya.

Pasangan Sundaya, Asep Ismail mengatakan, berbicara meritokrasi yakni SDM aparatur sipil negara didalamnya, tentunya kaitan dalam penempatan aparatur sebagai pelayanan masyarakat harus betul-betul obyekktif berdasarkan kopetensi dan kinerja.

“Banyak hal yang terjadi dalam hal ini reposisi promosi dan mutasi banyak yang tidak obyektif, oleh sebab itu kedepan kalau paslon 5 hal yang paling penting untuk pelayanan masyarakat itu adalah aparatur,” jelas Asep Ismail.

“Otomatis kembali pada sistem itu supaya pelayanan lebih optimal, dalam hal ini seusai visi misi unggulan program paslon 05 yaitu peningkatan kwalitas SDM,” sambungnya.

 

 

Source link



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan 15 Desember 
Wabup Asep Ismail Buka Pesta Siaga Bandung Barat, Pramuka Didorong Cetak Generasi Berkarakter
Massa Siapkan Aksi 27 Agustus di DPR, Sejumlah Tuntutan Jadi Sorotan
Gegara Sekolah Kumuh, Bupati Jeje Semprot Kepsek SMPN 2 Ngamprah Bandung Barat 
Antrean Kendaraan Mengular Batujajar-Cimareme, Perbaikan Jalan di Cangkorah Jadi Biang Kemacetan
Pasca Ledakan Tabung Gas, Polsek Padalarang Pasang Garis Polisi di Lokasi Fried Chicken
Ngeri! Ledakan Tabung Gas di Padalarang Lukai Lima Orang, Tiga Korban Alami Luka Bakar hingga Melepuh
Disentil KPK, DPRD KBB Akhirnya Setop Rapat di Hotel, Ketua Dewan Berdalih Demi Efisiensi

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan 15 Desember 

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Wabup Asep Ismail Buka Pesta Siaga Bandung Barat, Pramuka Didorong Cetak Generasi Berkarakter

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Massa Siapkan Aksi 27 Agustus di DPR, Sejumlah Tuntutan Jadi Sorotan

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Gegara Sekolah Kumuh, Bupati Jeje Semprot Kepsek SMPN 2 Ngamprah Bandung Barat 

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:18 WIB

Antrean Kendaraan Mengular Batujajar-Cimareme, Perbaikan Jalan di Cangkorah Jadi Biang Kemacetan

Berita Terbaru