SEKITARKITA.id – Tragedi kecelakaan maut antara truk sampah milik UPT Kebersihan DLH Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan sepeda motor di Jalan Raya Gedong Lima, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, berakhir dengan kesepakatan damai.
Namun di balik itu, muncul sorotan serius terhadap kondisi penerangan jalan umum (PJU) di lokasi kejadian.
Insiden yang terjadi pada Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 19.05 WIB tersebut menewaskan seorang pengendara motor di tempat, sementara satu korban lainnya mengalami luka berat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Alih-alih berlarut dalam proses hukum, keluarga korban akhirnya memilih jalur kekeluargaan.
Pihak UPT Kebersihan DLH KBB pun bergerak cepat menunjukkan empati, mulai dari pendampingan di rumah sakit hingga mengantar jenazah ke rumah duka di Garut menggunakan ambulans.
“Kami menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf kepada keluarga korban. Ini musibah, dan kami berupaya hadir memberikan bantuan secara kemanusiaan,” ujar Kepala UPT Kebersihan DLH KBB, Imam Fauzi saat ditemui di Kantor, Jumat 10 April 2026.
Ia memastikan, pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai kecelakaan murni dan sepakat mencabut laporan di kepolisian.
“Alhamdulillah sudah ada kesepakatan. Hari ini rencananya laporan dicabut, sehingga seluruh proses bisa diselesaikan dengan baik,” katanya.
Detik-Detik Kecelakaan
Peristiwa nahas itu bermula saat truk sampah kembali dari aktivitas pengangkutan menuju fasilitas pengolahan. Saat melintas di depan area sekolah, situasi lalu lintas terpantau padat.
Sebuah angkutan kota yang terparkir di bahu jalan diduga menjadi pemicu rangkaian kejadian. Dari arah berlawanan, sepeda motor korban mencoba menyalip kendaraan di depannya.
Namun nahas, manuver tersebut berujung hilangnya kendali. Motor menyenggol kendaraan lain, lalu terjatuh ke badan jalan tepat saat truk melintas dari arah berlawanan.
“Korban terpental, sementara jarak dengan truk sangat dekat. Sopir tidak sempat menghindar meski kecepatan tidak tinggi,” jelas Imam.
Benturan keras tak terhindarkan. Korban meninggal dunia di lokasi, sedangkan penumpangnya mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Meski kasus berakhir damai, kondisi jalan di lokasi kejadian menjadi perhatian. Minimnya penerangan serta padatnya arus lalu lintas disebut memperbesar risiko kecelakaan.
Imam mengungkapkan, lampu PJU di kawasan tersebut tidak sepenuhnya berfungsi saat kejadian berlangsung.
“Biasanya menyala, tapi saat kejadian penerangan tidak optimal. Ditambah arus kendaraan yang padat ini menjadi faktor risiko,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan ada peningkatan fasilitas penerangan jalan guna mencegah kejadian serupa.
Pasca kejadian, petugas Unit Laka Lantas Polres Cimahi langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Kawaluyaan Kota Baru Parahyangan.
Sopir truk dan kendaraan sempat diamankan untuk keperluan penyelidikan. Namun dengan adanya kesepakatan damai, proses hukum dipastikan akan dihentikan setelah laporan resmi dicabut oleh pihak keluarga.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa faktor kecil seperti kendaraan parkir sembarangan dan penerangan jalan yang minim dapat berujung fatal di tengah padatnya lalu lintas,” tandasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








