DPPKB Genjot Pelayanan KB Melalui Dua Momen di Bulan September

- Penulis

Rabu, 18 September 2024 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKITARKITA.id– Dalam rangka mendukung program pengendalian penduduk, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Karawang terus menggenjot pelayanan KB melalui dua momentum penting di bulan September 2024.

Setelah sukses menyelenggarakan pelayanan KB gratis dalam rangka Hari Jadi Karawang yang ke-391, kini DPPKB kembali menyasar ribuan akseptor melalui peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia.

Pelayanan KB yang diselenggarakan untuk menyemarakan HUT Karawang dilaksanakan mulai tanggal 1 hingga 12 September 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan melibatkan seluruh fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) KB seperti Puskesmas, RS Rosela, RS Dewi Sri, dan RSUD Jatisari, DPPKB berhasil mencapai target yang ditetapkan, yaitu 391 akseptor di setiap kecamatan. Totalnya, 11.370 peserta KB berhasil dilayani dalam periode tersebut.

Kepala DPPKB Karawang, Sofiah, mengungkapkan bahwa momentum HUT Karawang ini tidak hanya dimanfaatkan untuk merayakan hari jadi, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan pencapaian target KB yang ditetapkan oleh BKKBN.

“Alhamdulillah, berkat kerjasama semua pihak, kami mampu menuntaskan target yang dibebankan,” ujar Sofiah.

Baca Juga:  Cafe Nara Bandung aesthetic dengan vibes asyik banget, cocok buat instagramable

Tidak berhenti di situ, setelah sukses dalam rangkaian kegiatan HUT Karawang, DPPKB Karawang kini kembali dihadapkan pada target baru dalam peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day).

Kabupaten Karawang ditargetkan mampu melayani 13.813 akseptor KB dari tanggal 10 hingga 20 September 2024. Target tersebut meliputi berbagai jenis alat kontrasepsi yang disediakan secara gratis.

Plt. Kabid KB DPPKB Karawang, Imam Bahanan, melalui Ketua Tim Bina Kesertaan KB, Bidan Veri Andriyati, menjelaskan bahwa target tersebut terdiri dari berbagai jenis alat kontrasepsi, termasuk pil (6.596 akseptor), kondom (285 akseptor), implan (796 akseptor), IUD (636 akseptor), MOW (76 akseptor), dan MOP (2 akseptor).

“Pelayanan ini merupakan bagian dari program mix kontrasepsi, baik jangka panjang maupun jangka pendek,” ujar Veri.

Meskipun kesadaran masyarakat untuk mengikuti program KB terus meningkat, Veri juga mengakui masih ada kendala dalam pemasangan IUD.

Rasa takut dan malu di kalangan masyarakat menjadi faktor utama yang menghambat. Namun, alat kontrasepsi lain seperti implan dan MOW justru mengalami peningkatan peminat.

Baca Juga:  Gegara Sekolah Kumuh, Bupati Jeje Semprot Kepsek SMPN 2 Ngamprah Bandung Barat 

Veri juga menjelaskan bahwa penghentian penggunaan KB dapat menimbulkan beberapa efek samping, seperti penambahan berat badan dan siklus menstruasi yang tidak teratur. Namun, efek ini dapat diminimalisir melalui konseling dan pendampingan sebelum dan sesudah tindakan.

“Untuk kembali ke masa subur, biasanya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan hingga 1 tahun setelah penghentian penggunaan KB,” tambah Veri.

Dengan dua momentum penting ini, DPPKB Karawang berharap dapat terus mendorong partisipasi masyarakat dalam program KB, sehingga dapat mendukung pengendalian penduduk di Kabupaten Karawang.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Laporan: Andyka Nugroho

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi
Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan
Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir
Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan
Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular
Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur
Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 09:21 WIB

Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi

Selasa, 29 September 2026 - 08:28 WIB

Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan

Selasa, 29 September 2026 - 08:04 WIB

Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir

Senin, 28 September 2026 - 14:31 WIB

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan

Senin, 28 September 2026 - 14:07 WIB

Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular

Berita Terbaru

Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir

Bandung Barat

Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir

Selasa, 29 Sep 2026 - 08:04 WIB