Ringkasan Berita:
- Cuaca buruk di Minut, Sulut pada Jumat (7/11/2025) malam, dikarenakan pohon roboh di semua tempat berbeda.
- Entire terdapat 4 pohon yang roboh sebab angin kencang di Minut, malam Jumat.
- Hujan lebat disertai angin kencang teramati terjadi di kawasan Kecamatan Airmadidi dan Kecamatan Kalawat.
- Dampak dari pohon yang roboh di wilayah Kolongan Tetempangan, Kecamatan Kalawat, dikarenakan kemacetan lalu lintas hampir sepanjang tiga jam.
AdinJava – AIRMADIDI– Hujan lebat yang diiringi angin kencang tidak hanya mengguyur wilayah Megamas Kota Manado pada Jumat (7/11/2025) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), juga merasakan kondisi cuaca yang sama.
Hujan lebat disertai angin kencang terlihat terjadi di kawasan Kecamatan Airmadidi dan Kecamatan Kalawat.
Cuaca yang ekstrem dikarenakan pohon tumbang di berbagai lokasi.
“Ya, ada pohon yang tumbang di Desa Kolongan Tetempangan, Kecamatan Kalawat, di Patar Airmadidi dan Desa Sawangan,” tutur Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minut Gerald Dotulong, Jumat (7/11/2025) malam.
Petugas respons cepat dari BPBD bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah setempat melakukan proses evakuasi serta membersihkan pohon yang roboh di jalan.
Dampak dari pohon yang roboh di wilayah Kolongan Tetempangan, Kecamatan Kalawat, dikarenakan kemacetan lalu lintas sepanjang hampir tiga jam.
Berdasarkan information awal dari petugas yang datang ke lokasi, terdapat dua pohon besar yang roboh di wilayah Kolongan Tatempangan, yaitu pohon Kayu Bunga dan Trambesi.
Kemudian pohon yang terdapat di Pater Airmadidi Bawah adalah jenis Kayu Kapur, sedangkan pohon di Sawangan adalah Kayu Bunga.
“Titik pohon tumbang di Sawangan berada dari arah Airmadidi menuju Sawangan sebelum SPBU,” jelasnya.
Untuk saat ini, berdasarkan information yang diperoleh dari Pusdalops BPBD Minut, akses jalan di wilayah Kolongan Tetempangan telah kembali lancar setelah petugas BPBD Minut melakukan proses evakuasi.
Berikut potretnya:
- Petugas Badan Penanggulangan Bencana Minut memotong pohon yang roboh memakai alat pemotong (senso).
- Petugas BPBD Minut melakukan evakuasi pohon yang roboh yang minim menutupi permukaan jalan.
- Petugas BPBD Minut mengangkat cabang-cabang pohon yang roboh yang minim menutupi permukaan jalan.
- Petugas BPBD Minut mengangkat cabang-cabang pohon yang roboh yang minim menutupi permukaan jalan.
Angin Kencang Menghampiri Kota Manado
Dilaporkan oleh AdinJava, Kota Manado diguyur hujan deras dan diterjang angin kencang pada malam Jumat (7/11/2025).
Hujan deras yang diiringi angin kencang dan kadang-kadang disertai petir mengguyur seluruh wilayah Manado.
Bahkan kejadian ini dilaporkan terjadi di beberapa daerah di Sulawesi Utara.
Terlebih dahulu, BMKG telah memberikan peringatan dini mengenai kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah Sulawesi Utara pada tanggal 7 mencapai 9 November 2025.
Berdasarkan analisis perubahan dinamika atmosfer, BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado mengendalikan berbagai kejadian yang berdampak pada cuaca di wilayah Sulawesi Utara.
Antara lain adalah Madden Julian Oscillation (MJO) dalam Fase 5 (Kepulauan Maritim), suhu permukaan laut lebih tinggi daripada biasanya, nilai anomali OLR (Outgoing)
Radiasi gelombang panjang memperlihatkan penyimpangan negatif.
Selain itu, prediksi spatial Gelombang Atmosfer Kelvin yang bergerak melewati wilayah Sulawesi Utara juga memperkuat peningkatan aktivitas konvektif, dan
diketahui adanya Badai Tropis “Fung-Wong” di Samudera Pasifik Barat yang diprediksi bergerak ke arah Barat Barat Laut.
{Peristiwa} sebelumnya berdampak tidak langsung terhadap kemungkinan peningkatan curah hujan dan angin.
kuat,” tutur Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi, Dhira Utama melalui Kepala Bagian Operasional, Astrid Lasut, Jumat sore.
Gabungan dari berbagai fenomena tersebut menciptakan kondisi atmosfer yang diprediksi memungkinkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang mencapai tinggi serta angin kencang.
Keadaan ini dapat terjadi di Manado, Bitung, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow,
Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.
Kami mengajak masyarakat dan pemerintah di Sulawesi Utara untuk meningkatkan kewaspadaan serta persiapan menghadapi peningkatan curah hujan dan angin kencang sebagai
tindakan pencegahan bencana hidrometeorologi,” ungkapnya.
Bencaa dapat berupa genangan air, banjir, tanah longsor, serta pohon.
jatuh terlebih khususnya untuk wilayah dengan topografi curam/berbukit/tebing atau rentan longsor dan banjir.
Masyarakat dapat mengendalikan informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca melalui BMKG Sam Ratulangi.
Manado, secara lebih rinci dan element mengenai setiap kelurahan di seluruh wilayah Sulawesi Utara melalui
Site: https://cuaca.bmkg.pass.{id}.
Tentang Minahasa Utara
Kabupaten Minahasa Utara merupakan salah satu daerah otonom tingkat dua yang terletak di Sulawesi Utara.
Kabupaten Minahasa Utara berada di wilayah Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.
Kantor pemerintahan dan pusat ibu kota terletak di Airmadidi.
Dikutip dari Wikipedia, information terkini mencapai Mei 2025 memperlihatkan bahwa jumlah penduduk Minahasa Utara pada tahun 2020 sampai 224.993 jiwa, dengan kepadatan penduduk sebesar 212 jiwa in step with km2, dan pada pertengahan 2024 berjumlah 227.713 jiwa.
Kabupaten ini terletak di lokasi yang penting sebab berada di antara dua kota, yaitu Kota Manado dan Bitung.
Jarak antara pusat Kota Manado dan Airmadidi sekitar 12 km, dengan waktu tempuh biasanya 30 menit.
Beberapa bagian dari enviornment Bandara Sam Ratulangi berada di wilayah Minahasa Utara.
Kabupaten Minahasa Utara dibentuk sesuai dengan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2003.
Wilayah Kabupaten Minahasa Utara terdiri dari beberapa kecamatan yang sebelumnya termasuk dalam Kabupaten Minahasa, antara lain Airmadidi, Dimembe, Talawaan, Kalawat, Kauditan, Kema, Likupang Barat, Likupang Timur, Likupang Selatan, dan Wori. (Crz)
–







