Hari ke 2, longsor di Gununghalu Bandung Barat belum bisa dilalui kendaraan

- Penulis

Rabu, 15 Mei 2024 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat | SekitarKita.id,-Peristiwa bencana longsor memutus jalan utama penghubung Bandung Barat – Cianjur tepatnya di Kampung Tugu, RW 01 RT 05 Desa Cilanggari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Tanah longsor terjadi Selasa dini hari sekira pukul 03:00 WIB. Akibat bencana ini, mobilitas warga menggunakan kendaraan roda empat dan sepeda motor tak bisa melewati jalur di hari kedua ini.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Gununghalu, Adang mengatakan, longsor menggerus habis konstruksi jalan sepanjang 100 meter. Bukan hanya aspal, bongkahan tanah, batu, dan sejumlah pohon besar ikut terbawa longsor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terjadi 3 lokasi kejadian tanah longsor di Kampung Tugu RT 003 RW 003 diantaranya jalan utama Kabupaten penghubung Bunijaya, Sindangjaya dan Cilangari terputus karena patah dan terbawa tanah longsor dengan panjang sekitar 30 meter lebar 1,5 m tinggi 100 meter (Luas Cakupan = 0,45 Ha persegi),” kata Adang saat dihubungi kantor berita SekitarKita.id Rabu 15 Mei 2024.

Baca Juga:  Ribuan Bobotoh di Kota Bandung Konvoi Rayakan Persib Juara, Penuhi Jalanan 

Lalu kemudian, kata dia, yang kedua jalan utama Kabupaten penghubung Bunijaya, Sindangjaya dan Cilangari terputus karena tertutup tanah longsor dengan panjang sekitar 5 meter lebar 3 m, tinggi 4 meter.

“Dan titik ke tiga, jalan Desa penghubung Bunijaya, Sindangjaya terputus karena tertutup tanah longsor dengan panjang sekitar 6 meter lebar 3 m, tinggi 4 meter,” jelasnya.

Ia menyebut, jalan milik Pemda Bandung Barat ini berada di dua desa yakni Cilanggari dan Sindangjaya. Akses ini baru saja diperbaiki beberapa bulan terakhir menggunakan biaya pinjaman dari PT SMI.

“Ia betul jalan kanupaten lumpuh total, akses Cianjur-Bandung Barat gak bisa dilewati. Paling pakai motor memutar jauh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kejadian ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi sangat panjang. Ditambah kontur tanah labil dengan kemiringan cukup curam, sehingga saat diterjang air hujan langsung ambrol.

“Memang tadi malam hujannya besar sekali. Ditambah waktunya cukup panjang, hujan gak berhenti sejak pukul 20:00 WIB sampai 03:00 dini hari,” jelasnya.

Dikatakan dia, akses menuju sejumlah desa Bandung Barat ke Kabupaten Cianjur harus memutar puluhan kilometer melewati Jalan Raya Tegalega via Pasir Puspa-Cicurug lalu keluar di jalan dekat Kecamatan Gununghalu.

Baca Juga:  Heboh, BPD di Karawang Diduga Mengintimidasi PT Inti Ganda Perdana

“Memang jalan ini menjadi akses utama. Untuk sementara lewat jalur kendaraan pakai akses alternatif lewat Tegalega lewat Pasir Puspa,” kata dia.

Menurutnya, perbaikan jalan harus dilakukan secara permanen karena seluruh konstruksi jalan habis tergerus. Perlu penguatan badan jalan serta tebing agar jalan lebih kuat dan tak terjadi longsor susulan. Selain badan jalan, longsor menggerus lahan pertanian dan 5 kendaraan motor terjebak.

“Jadi karena badan jalannya habis tergerus longsor. Untuk perbaikan harus ada pembuatan jalan baru,” paparnya.

Pihaknya merinci, terdapat 8 kendaraan motor R2 yang tidak bisa lewat terjebak di lokasi kejadian karena jalan tertutup longsor, dan beberapa tiang telepon, tiang listrik, dan PJU jalan ambruk terdampak tanah longsor.

“Sementara dapat dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, himbauan kepada masyatakat yang akan melintas jalan tersebut untuk memilih jalur jalan alternatif lainnya dan selalu waspada akan adanya bencana,” ujarnya.

“Kebutuhan untuk penangan sementara alat berat untuk membuang material longsor dan sinso untuk memotong kayu yang menghalang jalan,” tandasnya.

Baca Juga:  Diduga dampak perbaikan pipa PDAM, benteng SD 2 Parigi Bandung Barat ambruk



Penulis : Abdul Kholilulloh

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan
Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat
Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 
Kabar Haru dari Laut Jawa, Faisal Korban Selamat Kapal Virgo Akhirnya Pulang ke Bandung Barat
Prajurit Yonif TP 938 Pancasona Raih Podium 1 Pocari Sweat Run 2026 di Bandung

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 22:27 WIB

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 

Rabu, 23 September 2026 - 21:29 WIB

Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Rabu, 23 September 2026 - 18:55 WIB

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026

Selasa, 22 September 2026 - 15:18 WIB

Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa

Selasa, 22 September 2026 - 12:01 WIB

Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Berita Terbaru