Ringkasan Berita:
- AC Milan kalah setelah unggul 2-0 di kandang Parma. Gol dari Saelemaekers dan Leao diimbangi oleh Bernabe serta DelPrato dalam pertandingan yang penuh dengan peluang yang terbuang.
- AC Milan hampir kembali unggul melalui Pulisic dan Saelemaekers, namun Parma tampil lebih gesit di babak kedua.
- Hasil imbang ini tetap mengantarkan AC Milan berada di puncak klasemen, meski demikian dudukannya rentan digeser oleh Napoli atau Inter Milan.
AdinJava– AC Milan menghilangkan keunggulan 2-0 di Stadio Tardini melalui gol Alexis Saelemaekers dan Rafael Leao, untuk saat ini Parma berdiri melalui Adrian Bernabe dan Enrico DelPrato dalam pertandingan penuh drama di Liga Italia.
Pertandingan Parma melawan AC Milan dalam pekan ke-11 Liga Italia tidak berhasil dimanfaatkan oleh Rossoneri untuk meraih poin penuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
AC Milan datang dengan niat mengambil puncak klasemen setelah meraih kemenangan dramatis 1-0 melawan Roma, di mana Mike Maignan kembali menjadi pahlawan berkat penyelamatan penalti.
AC Milan masih kehilangan Adrien Rabiot dan Santiago Gimenez, untuk saat ini Christian Pulisic, Fikayo Tomori, dan Ardon Jashari hanya dalam kondisi cukup baik untuk kumpul di bangku cadangan.
Pervis Estupinan tampil kembali setelah sekian lama.
Alternatifnya, Parma hanya mampu mengumpulkan dua poin dari lima pertandingan terakhir, termasuk kekalahan berturut-turut melawan Roma dan Bologna.
Christian Ordonez tidak dapat bermain sebab kartu merah, untuk saat ini Nahuel Estevez, Alessandro Circati, Pontus Almqvist, Gaetano Oristanio, Matija Frigan, dan Jacob Ondrejka semua merasakan cedera.
Jalannya Pertandingan
Lautaro Valenti hampir mencetak gol bunuh diri ketika menghalangi umpan tarik Rafael Leao yang ditujukan kepada Christopher Nkunku.
Tetapi, AC Milan terlepas dari segalanya mencetak gol ketika Nkunku memberikan umpan pendek di luar enviornment penalti, dan Zion Suzuki terlambat menghalau tendangan datar Saelemaekers yang mengarah ke sudut bawah gawang.
Pada menit ke-18 Parma berhasil mencetak gol ke gawang AC Milan, tetapi Oliver Sorensen berada dalam posisi offside saat mengarahkan tendangan rekan satu timnya.
Saelemaekers kembali terlibat ketika ia jatuh sebab dorongan Abdoulaye Ndiaye di enviornment penalti.
Wasit menghadiahkan tendangan penalti dan mempertahankan keputusannya setelah melakukan pemeriksaan VAR.
Rafael Leao mengirim bola ke sudut bawah dekat meski demikian Suzuki menebak arah dengan tepat.
Maignan kemudian menghalau sundulan yang hampir mengenai Enrico DelPrato, untuk saat ini tembakan Nkunku memaksa Suzuki untuk melakukan penyelamatan.
Tidak lama setelah itu, Parma mengurangi ketertinggalannya.
Sascha Britschgi berhasil memenangkan pertandingan di sisi lapangan dan memberikan bola kepada Adrian Bernabe, yang melakukan tendangan melengkung dengan kaki kiri yang indah ke sudut atas yang tidak bisa dijangkau oleh Maignan.
Setelah jeda, Parma tampil lebih berani.
Cutrone memberikan umpan pendek kepada Pellegrino, tetapi Estupinan melakukan tekanan penting, dan bola memantul ke tangan Samuele Ricci dari jarak yang sangat dekat dengan begitu VAR tidak menilai adanya pelanggaran.
DelPrato beberapa kali memberi ancaman: satu tembakan yang dilepaskannya diblok oleh Maignan di tiang dekat, dan sundulan lainnya hanya mengenai bagian luar tiang.
Allegri merubah susunan para pemain AC Milan menjadi 4-4-2, tetapi semangat tim justru menurun setelah unggul 2-0.
Bernabe melewatkan kesempatan emas saat menendang bola terlalu tinggi dari jarak 14 meter setelah menerima umpan bagus dari Cutrone.
Tidak lama setelah itu, tendangan Pellegrino mengenai tiang gawang.
Tekanan yang dilakukan Parma terlepas dari segalanya memberikan hasil.
Umpan silang Britschgi dari sisi kanan direspons dengan sundulan yang minim mengenai tiang dekat oleh DelPrato, mengarah ke sudut bawah jauh.
Saat istimewa bagi bek tersebut, yang dikenal sebagai pendukung AC Milan sejak kecil.
AC Milan hampir kembali memimpin pada menit ke-76 ketika Pulisic, yang baru saja masuk, melewati lawan sendirian setelah dapatkan umpan dari Leao.
Tetapi, secara mengejutkan dia melepaskan tembakan yang meleset meski hanya berhadapan dengan Suzuki.
Saelemaekers juga membuang kesempatan dengan tendangan back-heel yang tidak tepat sasaran dari umpan Modric.
Pertandingan selanjutnya berubah menjadi serangan balik.
Pada satu serangan beruntun, Maignan melakukan penyelamatan luar biasa dengan menghalau sundulan DelPrato di garis gawang yang berasal dari situasi tendangan bebas Hernani.
Saelemaekers selanjutnya melakukan serangan balik, melewati Suzuki, tetapi tembakannya ke gawang kosong justru meleset sebab tekanan para pemain Parma yang mengejar.
Suzuki sempat menghalau tembakan datar Luka Modric setelah penyelamatan awal yang kurang meyakinkan.
Pada menit akhir pertandingan, Youssouf Fofana juga tidak berhasil mendapatkan manfaat dari kesempatan bagus saat tendangannya dari jarak tujuh meter melebar minim setelah menerima umpan dari Ruben Loftus-Cheek.
Hasil ini masih mampu membawa AC Milan berada di puncak klasemen Serie A Italia dengan 22 poin, sejajar dengan poin yang diraih Napoli.
Posisi AC Milan kembali terancam turun, andai Napoli atau Inter Milan mampu mengalahkan lawan-lawan mereka.
Hasil Akhir
Parma 2-2 Milan
Pencetak gol
Saelemaekers 12′ (M)
Leao (pen) 25′ (M)
Bernabe 45+1′ (P)
DelPrato 62′ (P)
Klasemen Liga Italia
(*)








