Imam Besar Istiqlal: Makan Bergizi Tanpa Dipungut Biaya sebagai Program Islami dan Religius

- Penulis

Senin, 14 Oktober 2024 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masjid Istiqlal Jakarta (foto: istimewa)

i

Masjid Istiqlal Jakarta (foto: istimewa)

Jakarta, SekitarKita.id- Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Rektor Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Quran Jakarta, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, memberi dukungan penuh gagasan presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto, keterkaitan program makan bergizi tanpa dipungut biaya bagi siswa-siswi di sekolah.

Ia menyebut program ini sebagai langkah Islami dan religius yang sangat bermanfaat bagi generasi muda dan masyarakat Indonesia secara umum.

Nasaruddin menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya akan membantu siswa, namun juga meringankan beban orang tua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Orang tua akan terbantu dengan adanya program seperti ini. Kita sangat mengharapkan kualitas anak-anak didik setelah dapatkan gizi yang baik akan meningkat, dengan begitu kita segera akan menuai generasi yang cerdas dan berkualitas,” katanya.

Dalam penjelasannya, Nasaruddin merinci tahap penting dalam pertumbuhan anak, termasuk oral level (0-1 tahun), anal level (2-3 tahun), phallic level (3-5 tahun), latency level (5 tahun mencapai pubertas), dan genital level (masa pubertas mencapai dewasa).

Menurutnya, pemberian gizi yang tepat di masa-masa ini sangat menyelesaikan kecerdasan dan kualitas hidup anak-anak di masa depan.

Baca Juga:  MODEC dan Terra Drone Berkolaborasi untuk Mengembangkan Inspeksi Drone

“Bagaimana kita mampu berharap generasi yang cerdas andai asupan gizi pada masa pertumbuhan, seperti di phallic level, kurang dari yang diperlukan,” tegasnya.

Related Posts

Dengan adanya program makan bergizi tanpa dipungut biaya ini, ia percaya sumber daya manusia Indonesia akan semakin unggul.

Nasaruddin juga menekankan bahwa program ini sejalan dengan nilai-nilai Islam. “Program ini sangat Islami dan religius. InsyaAllah, program ini akan meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Selamat kepada Pak Prabowo atas program yang sangat mulia ini,” ungkapnya.

Sebagai catatan, dalam hadist riwayat Al-Hakim dikatakan pentingnya memberi makan kepada yang membutuhkan. Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa yang kenyang sedangkan tetangganya kelaparan, maka dia bukanlah dari golonganku.” (HR. Al-Hakim).

Selain itu, Nasaruddin mengingatkan tentang kisah “Suffah” pada zaman Rasulullah SAW, di mana para kaum muhajirin yang belum mempunyai pekerjaan dan kehidupan layak di Madinah menerima makanan bergizi dari sahabat-sahabat Rasulullah.

Baca Juga:  Warga Karawang keluhkan tumpukan sampah liar dan bau busuk di jalan Sanca Kusuma

Pada masa itu, makanan terdiri dari bahan-bahan alami seperti roti, kurma, daging, dan susu.

Dengan demikian, program makan bergizi tanpa dipungut biaya ini tidak hanya bermanfaat dari segi kesehatan fisik, namun juga mencerminkan nilai-nilai agama yang sangat dalam.

Source link



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Enam Bulan Pascabencana Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Nasib Lahan Relokasi dan Petani Masih Menggantung
BOMBER Genap 25 Tahun, Apin Marmot: Bobotoh Adalah Identitas Budaya Jawa Barat
Ribuan Bobotoh Tumplek di GOR Sangkuriang, BOMBER Siapkan Layar Tambahan Final Persib vs Persebaya
Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto
Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi
5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang
Apin Marmot Puji Kreativitas Mobivan BOMBER KBB, UMKM Bobotoh Makin Berdaya
Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Enam Bulan Pascabencana Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Nasib Lahan Relokasi dan Petani Masih Menggantung

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:13 WIB

BOMBER Genap 25 Tahun, Apin Marmot: Bobotoh Adalah Identitas Budaya Jawa Barat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:48 WIB

Ribuan Bobotoh Tumplek di GOR Sangkuriang, BOMBER Siapkan Layar Tambahan Final Persib vs Persebaya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi

Berita Terbaru