Jepang berada di jalur yang tepat untuk menormalisasi kebijakan moneter, kata partai kelas berat yang berkuasa Oleh Reuters

- Penulis

Senin, 13 Mei 2024 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Oleh Makiko Yamazaki dan Yoshifumi Takemoto

TOKYO (Reuters) – Jepang melihat kondisinya sudah siap bagi financial institution sentral untuk menormalisasi kebijakan moneter, kata tokoh berat partai berkuasa Katsunobu Kato kepada Reuters, menggarisbawahi meningkatnya dukungan politik untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun Kato mengatakan Financial institution of Japan (BOJ) harus terus mencermati kondisi perekonomian dan berkoordinasi secara hati-hati dengan pemerintah dalam menentukan kapan akan menaikkan suku bunga.

“Jepang sedang beralih ke generation di mana harga-harga dan upah naik, dari generation di mana keduanya nyaris tidak bergerak,” kata Kato, mantan kepala sekretaris kabinet dan veteran partai berkuasa yang dipandang oleh beberapa analis sebagai calon perdana menteri masa depan.

“Oleh karena itu wajar jika kebijakan moneter kembali ke gaya semula di mana suku bunga bergerak di wilayah positif yang mencerminkan fungsi pasar,” katanya kepada Reuters dalam sebuah wawancara pada hari Jumat.

“Kunci dari keputusan apakah akan menaikkan suku bunga adalah perekonomian Jepang, terutama konsumsi, yang belum tentu kuat.”

Baca Juga:  Kai Daop 8 Surabaya Dukung Pelatihan "Umkm Naik Kelas" Kementerian Bumn untuk Dorong Ekonomi Inklusif Dan Berkelanjutan

Ketika ditanya apakah yen terlalu lemah, Kato mengatakan dia lebih mengkhawatirkan dampak melemahnya yen terhadap inflasi dibandingkan tingkat inflasi.

“Dalam dua tahun terakhir, masyarakat jelas dirugikan akibat kenaikan inflasi,” imbuhnya.

Pernyataan Kato menyoroti semakin besarnya fokus partai berkuasa terhadap kenaikan biaya hidup, yang sebagian didorong oleh melemahnya yen, yang mungkin membantu BOJ untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.

BOJ mengakhiri kebijakan suku bunga negatif selama delapan tahun pada bulan Maret karena meningkatnya prospek bahwa inflasi akan terus mencapai goal 2%, dibantu oleh kenaikan upah.

Iklan pihak ketiga. Bukan tawaran atau rekomendasi dari Making an investment.com. Lihat pengungkapan Di Sini atau
Hilangkan iklan
.

Sejak saat itu, financial institution sentral telah mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut, memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan biaya pinjaman pada akhir tahun.

Kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan dapat memperlambat penurunan yen.

Melemahnya yen telah meningkatkan biaya impor bahan mentah, yang pada gilirannya merugikan konsumsi dan menyulitkan para pembuat kebijakan yang ingin menopang pemulihan ekonomi yang rapuh.

Baca Juga:  Saham Asia menguat seiring dengan semakin besarnya pengaruh The Fed; yen runtuh di bawah degree penting Oleh Reuters

Pelemahan yen baru-baru ini mencerminkan tidak hanya perbedaan suku bunga yang lebar antara Jepang dan negara-negara lain, namun juga perubahan struktural dalam perekonomian Jepang, katanya.

Dengan banyaknya perusahaan Jepang yang mengalihkan produksinya ke luar negeri, melemahnya yen tidak lagi memicu peningkatan tajam dalam ekspor, katanya, seraya menyerukan perlunya Jepang merevitalisasi perekonomiannya dengan menarik investasi dari luar negeri.



[ad_2]

2024-05-13 09:24:12

www.making an investment.com



Berita Terkait

Harga Emas Antam 2 Juni 2026 Turun, Ukuran 0,5 Gram Dijual Mulai Rp1,437 Juta
Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!
Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar
Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar
Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya
muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan
Cara Menghilangkan Jerawat di Punggung Secara Alami dan Efektif
Soft Opening Master Baker Indonesia: Sekolah Baking Profesional Baru di Surabaya Barat

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:20 WIB

Harga Emas Antam 2 Juni 2026 Turun, Ukuran 0,5 Gram Dijual Mulai Rp1,437 Juta

Senin, 10 November 2025 - 05:15 WIB

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!

Senin, 10 November 2025 - 04:30 WIB

Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar

Senin, 8 September 2025 - 09:20 WIB

Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar

Kamis, 3 Juli 2025 - 19:37 WIB

Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya

Berita Terbaru

TK Negeri Ngamprah, Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat tuai polemik (foto: istimewa)

Bandung Barat

DPRD Bandung Barat Desak Polemik TK Negeri Ngamprah Segera Tuntas

Selasa, 14 Jul 2026 - 10:30 WIB