Kawal Unras Buruh Jabar, Polres Cimahi Amankah Sejumlah Jalur

- Penulis

Senin, 23 September 2024 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKITARKITA.id- Kapolres Cimahi, AKBP Tri Suhartanto, telah menyiapkan pengamanan khusus untuk mendukung kelancaran aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh serikat buruh, Senin (23/09/2024).

Ia menyebut, aksi yang berlangsung di Bandung ini melibatkan sejumlah buruh dari berbagai daerah, termasuk Cimahi-Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang akan menyampaikan aspirasi mereka dengan damai.

AKBP Tri Suhartanto menegaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan personel untuk menjaga keamanan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas selama aksi berlangsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fokus utama pengamanan ini, lanjut Tri adalah jalur yang akan dilalui oleh buruh di wilayah hukum Polres Cimahi menuju lokasi unjuk rasa di Gedung Sate Bandung.

“Pada intinya, untuk proses pengamanan, kita fokus pada jalur. Para rekan buruh ini melaksanakan kegiatannya di Bandung, sehingga kita mempersiapkan jalur supaya mereka dapat melaksanakan kegiatan tanpa kendala,” ujar Tri Suhartanto saat ditemui di Padalarang, Senin.

“Kita kawal dari segi keamanan dan percepatan supaya mereka bisa sampai ke tujuan dengan aman,” sambungnya.

Selain itu, Kapolres juga menambahkan bahwa pengawalan ini tidak hanya berlaku bagi buruh dari Cimahi, tetapi juga dari daerah lain yang melewati jalan tol atau jalur utama menuju Bandung.

“Rekan-rekan buruh dari semua daerah pun akan kita kawal dari jalan tol, termasuk dari Cimahi. Kita siapkan pengawalan hingga mereka tiba dengan selamat,” tambahnya.

Baca Juga:  Video Lagu 'Denial Is a River' Doechii Memalsukan Sitkom Antique: Tonton

Tri Suhartanto juga menyampaikan keyakinannya bahwa buruh menginginkan aksi ini berjalan dengan aman dan tertib, tanpa menciptakan gangguan bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, para buruh berkomitmen untuk menjaga agar aksi mereka tidak menjadi kontra produktif.

“Saya yakin rekan-rekan buruh sangat luar biasa. Mereka tidak punya keinginan untuk melakukan hal yang kontra produktif. Mereka berharap aksi ini tetap berjalan aman dan nyaman,” tegasnya.

Dengan pengawalan dan koordinasi yang baik, diharapkan aksi unjuk rasa buruh ini dapat berlangsung lancar tanpa gangguan berarti.

“Kepolisian akan terus berupaya menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung di Bandung,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jabar, Dede Rahmat mengatakan, Jawa Barat kembali bergolak dengan lautan buruh pada tanggal 23, 24, dan 25 September 2024 besok. Gabungan serikat pekerja/buruh se Jabar turun ke jalan.

Aksi ini bukan kali pertama dilakukan, melainkan rangkaian aksi yang terus berlanjut sebagai bentuk perlawanan terhadap sikap Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin yang dianggap angkuh terhadap kaum buruh.

Dede Rahmat yang juga Koordinator koalisi lima serikat pekerja di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjelaskan, setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan Apindo terkait SK upah yang dikeluarkan oleh Ridwan Kamil pada 2022 untuk 2023, Pj Gubernur menyatakan tidak akan mengeluarkan SK upah di atas 1 tahun selama masa jabatannya.

Baca Juga:  Dede Yusuf Kunjungi Gedung Megah DPRD KBB: Tantangan PAD dan Kemandirian Daerah Otonomi Baru

Dede menyebut, keputusan MK tersebut menjadi momentum penting bagi para buruh, karena gugatan Apindo telah kalah di berbagai tingkatan pengadilan, mulai dari PTUN hingga Mahkamah Konstitusi.

Namun, kata Dede, sikap Pj Gubernur yang tidak mau mengeluarkan SK upah di atas 1 tahun menjadi pemicu utama gelombang aksi ini.

“Dalam berbagai audiensi sebelumnya, secara angkuh bahwa Pj Gubernur menegaskan bahwa aksi apapun yang dilakukan buruh tidak akan mempengaruhi keputusannya,” kata Dede, Senin.

Dede Rahmat mengatakan, kaum buruh merasa Pj Gubernur lebih berpihak kepada kepentingan pengusaha daripada kesejahteraan pekerja.

“Kami (buruh) menganggap bahwa gubernur hanya fokus untuk menjaga hubungan baik dengan para pengusaha tanpa memperhatikan kondisi buruh yang semakin tertekan,” ujarnya.

“Seperti slogan yang sering terdengar dalam aksi buruh, “Kau boleh kaya, tapi jangan pernah miskinkan kami!” sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan yang dianggap merugikan buruh,” jelasnya.

Menurut para buruh, meskipun PJ Gubernur adalah pejabat sementara, ia memiliki wewenang yang sama seperti gubernur yang dipilih rakyat.

“Buruh menuntut Pj Gubernur segera dievaluasi dan diberhentikan, karena kebijakan yang diambil dinilai terlalu sombong dan tidak pro-buruh,” jelas Dede.

Baca Juga:  Serah Terima Pekerjaan di Pemkab Bandung Barat, Wabup: Bagian dari Dinamika Pemerintahan

Dikatakan Dede kembali, pada saat audiensi terakhir dengan DPRD Jawa Barat, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) sempat menyatakan bahwa jika putusan MK menolak gugatan Apindo, maka pemerintah akan kembali mengeluarkan SK upah di atas 1 tahun.

“Namun, setelah putusan MK yang berpihak pada buruh, janji tersebut dianggap tidak ditepati. Kadisnaker kemudian menyatakan bahwa wewenang tersebut ada di tangan gubernur, yang membuat para buruh merasa dibohongi,” tuturnya.

Tuntutan utama para buruh adalah kenaikan upah sebesar 7% hingga 14% dari Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun ini.

“Di Bandung Barat, misalnya, dengan UMK sebesar Rp3,5 juta, buruh menuntut kenaikan sebesar 7%, sementara di Bekasi, dengan UMK Rp5 juta, tuntutan kenaikan juga sebesar 7%,” jelasnya.

“Tuntutan, tetap kan keputusan gubernur (kepgub) upah diatas 1 tahun atau turunkan Pj gubernur dan Kadisnaker provinsi Jabar dari jabatannya. Propaganda dilakukan di sosial media sejak hari ini,” sambung dia.

Aksi buruh akan berlangsung serentak di berbagai titik strategis di Jawa Barat, termasuk di Kantor Gubernur di Gedung Sate, rumah dinas gubernur, Dinas Tenaga Kerja Provinsi (Disprov), serta titik-titik lainnya seperti Cikapayang dan pintu-pintu tol yang menuju Gedung Sate.

Longmarch (longmak) juga akan dilakukan oleh buruh di berbagai wilayah, termasuk Sukabumi, Cianjur, Bogor, Bandung Barat, Cimahi, Garut, dan Sumedang.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Generasi Sehat, Bersama Pemkab P4KBB Terjunkan Penyuluh Stunting ke Sekolah dan Pesantren
Hari Santri 2026, Kiai se-KBB Desak Bupati Jeje Terbitkan Perbup Pesantren Cegah Kekerasan Seksual
Miris! Sewa Tempat Latihan Nunggak 10 Bulan, Mental Kontingen Bowling NPCI KBB Jelang Peparda 2026 Terganggu 
Derita Atlet Disabilitas KBB Jelang Peparda VII Jabar: Tak Ada Anggaran Latihan, Malah Diusir
Wali Kota Farhan Siagakan Bandung Dua Hari, 11 Polisi Jadi Korban Kericuhan Demo
Aksi Demo Bandung Berujung Ricuh, Truk Polisi Jadi Sasaran Lemparan Massa
Greenpeace Kibarkan Baliho di Bundaran HI, Soroti Krisis Iklim hingga Kinerja Pemerintah
Persib Vs Persik Berakhir 1-0, Sundulan Julio Cesar Antar Maung Bandung Amankan Tiga Poin

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Peduli Generasi Sehat, Bersama Pemkab P4KBB Terjunkan Penyuluh Stunting ke Sekolah dan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Hari Santri 2026, Kiai se-KBB Desak Bupati Jeje Terbitkan Perbup Pesantren Cegah Kekerasan Seksual

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Miris! Sewa Tempat Latihan Nunggak 10 Bulan, Mental Kontingen Bowling NPCI KBB Jelang Peparda 2026 Terganggu 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Derita Atlet Disabilitas KBB Jelang Peparda VII Jabar: Tak Ada Anggaran Latihan, Malah Diusir

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Wali Kota Farhan Siagakan Bandung Dua Hari, 11 Polisi Jadi Korban Kericuhan Demo

Berita Terbaru