LAKI Geruduk Kantor Pemkab Bandung Barat, Desak Kadis PUTR Mundur dari Jabatan

- Penulis

Rabu, 9 Juli 2025 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan massa dari Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) menggelar aksi damai di depan Kantor Dinas PUTR dan Gedung DPRD Kabupaten Bandung Baratm (KBB) foto: Abdul Kholilulloh

i

Ratusan massa dari Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) menggelar aksi damai di depan Kantor Dinas PUTR dan Gedung DPRD Kabupaten Bandung Baratm (KBB) foto: Abdul Kholilulloh

SEKITARKITA.id- Ratusan massa dari Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) menggelar aksi damai di depan Kantor Dinas PUTR dan Gedung DPRD Kabupaten Bandung Baratm (KBB), Rabu 9 Juli 2025.

Aksi tersebut merupakan bentuk protes keras terhadap dugaan praktik korupsi dan buruknya tata kelola pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (Pemkab KBB).

Aksi yang berlangsung tertib ini menjadi simbol perlawanan masyarakat sipil terhadap praktik maladministrasi, khususnya dalam bidang pengadaan barang dan jasa, serta birokrasi perizinan yang dinilai lamban dan tidak transparan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tuntut Kadis PUTR KBB Mundur karena Dugaan Korupsi

Dalam orasinya, Ketua LAKI Kabupaten Bandung Barat, Gunawan Rasyid, menyoroti dugaan kuat adanya pengondisian tender proyek yang terjadi di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB.

Ia menyebut bahwa pihaknya telah mengantongi bukti-bukti dan laporan masyarakat terkait praktik manipulatif dalam proses lelang proyek.

“Meski nama perusahaannya berbeda-beda, tetapi faktanya masih dalam lingkaran penyedia yang sama. Ini indikasi kuat adanya pengondisian tender. Kami menuntut Kadis PUTR mundur dari jabatannya, karena sudah mencoreng prinsip pemerintahan yang bersih,” tegas Gunawan.

Baca Juga:  Kepedulian Hengky Kurniawan Terhadap Kesejahteraan Perempuan di Bandung Barat

Tak hanya pengadaan proyek, LAKI juga menyuarakan kritik terhadap birokrasi perizinan di Bandung Barat yang dianggap tidak transparan dan berbelit-belit.

Gunawan menceritakan pengalamannya membantu sebuah perusahaan di kawasan Cipeundeuy yang pengurusannya tersendat hingga lebih dari enam bulan tanpa kejelasan.

“Kalau memang ada kekurangan dokumen, seharusnya disampaikan secara tertulis. Tapi ini malah dibiarkan menggantung. Pelayanan seperti ini menghambat investasi dan menurunkan potensi PAD daerah,” tambahnya.

Kritik Tajam untuk DPRD dan Pemkab Bandung Barat

Dalam aksi tersebut, LAKI juga menekan DPRD KBB agar lebih responsif terhadap laporan masyarakat, terutama terkait dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Namun sangat disayangkan, Kepala Dinas PUTR Bandung Barat tidak hadir dalam agenda dialog yang seharusnya menjadi ruang klarifikasi.

Ketidakhadiran ini dinilai LAKI sebagai bentuk tidak adanya keberanian dan tanggung jawab terhadap jabatan publik.

“Kami kecewa berat. Ini menunjukkan lemahnya komitmen seorang pejabat publik untuk terbuka terhadap kritik rakyat,” ujar Gunawan.

LAKI juga menyampaikan akan mengawal ketat proses mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Pemkab KBB.

Baca Juga:  LISA Bersinar di Fashion Thailand x Kolaborasi Bulgari untuk Desember 2024 Issue

Mereka mendesak agar pejabat yang memiliki rekam jejak buruk tidak lagi menduduki posisi strategis.

“Kami akan laporkan ke BKPSDM Jabar dan tim assessment agar integritas birokrasi tetap terjaga. Jangan sampai orang-orang tidak layak justru terus bertahan di posisi penting,” kata Gunawan.

Aksi damai LAKI ini ditutup dengan seruan moral kepada seluruh aparatur Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem birokrasi yang berjalan.

“Kami tidak datang untuk membuat gaduh, tapi untuk mengingatkan. Pemerintah harus berani berbenah, lebih transparan, dan terbuka terhadap kritik. Rakyat berhak mendapatkan pelayanan yang bersih dan akuntabel,” pungkasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 
Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat
ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth
Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026
Diduga Ada Pungli PTSL di Bandung Barat, Warga Ngamprah Diminta Rp500 Ribu untuk Pengukuran
Aksi Buruh di DPRD KBB: Pengawasan Ketenagakerjaan Dinilai Amburadul
PKB KBB Soroti Pentingnya Kenaikan Dana Bantuan Parpol untuk Hadapi Pemilu 2029
Kejagung Tetapkan Dadan Hindayana dkk Tersangka Korupsi Penyimpangan MBG

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:04 WIB

Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:45 WIB

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:19 WIB

ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:01 WIB

Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:15 WIB

Diduga Ada Pungli PTSL di Bandung Barat, Warga Ngamprah Diminta Rp500 Ribu untuk Pengukuran

Berita Terbaru

Ilustrasi sertifikat tanah (foto: jatimnesia.com)

Bandung Barat

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:45 WIB

Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026

Bandung Barat

Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026

Sabtu, 6 Jun 2026 - 09:01 WIB