Lantunan Al-Qur’an menggema, saat longsor menerjang wilayah Bandung Barat 

- Penulis

Senin, 25 Maret 2024 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat | SekitarKita.id,- Asep Gunawan (38) Warga kampung Cilimus, RT02/RW01, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat (KBB) satu diantara ratusan warga yang terdampak bencana longsor dan banjir bandang, pada Minggu (24/03/2024). malam.

Asep mengatakan, saat kejadian, sekitar pukul 20.22 WIB, ia tengah melantunkan ayat suci Alquran usai shalat sunnah tarawih, tiba-tiba suara gemuruh air dari atas rumah terdengar kencang.

Mendengar hal itu, ia langsung bergegas keluar memastikan sumber suara, kaget bukan kepalang, ternyata lumpur membawa material dan kayu melintas didepan mata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Awalnya hujan deras beberapa jam, kejadian pastinya pukul 23.20 WIB, pas pulang shalat dan lagi ngaji suara gemuruh kenceng diluar rumah saya keluar ternyata air bawa lumpur depan rumah,” kata Asep saat ditemui SekitarKita.id, Senin (25/03/2024).

Lumpur menerjang puluhan rumah warga kampung Cilimus, RT02/RW01, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)
Lumpur menerjang puluhan rumah warga kampung Cilimus, RT02/RW01, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

Ia menjelaskan, lumpur disertai material kayu yang terbawa arus menutup sebagian rumah hampir kurang lebih 2,5 meter dan merendam perobotan rumah tangga dan elektronik.

“Lama kelamaan lumpur yang masuk kerumah setinggi dada orang dewasa (2 meter lebih), dan merendam sebagian perabotan rumah tangga, alat elektronik pada rusak,” ujarnya.

Baca Juga:  Wali Kota Farhan: Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jabar 2026

Saat ini, kata dia, tumpukan lumpur dan material mulai dibersihkan secara manual, dibantu petugas dan warga sekitar. Kendati itu, pasca longsor menerjang wilayah tersebut, pihaknya berharap ada perbaikan saluran air yang hancur lululantak.

“Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sudah melakukan assessment. Udah di data sama BPBD KBB dan pemerintah setempat dari semalam, kalau bantuan belum dapet kami masih bertahan dirumah untuk beres-beres, saya berharap ada perbaikan bantaran sungai minimal di bronjong, apalagi jarak rumah dengan sungai kecil itu cuman 2 meter,” ujarnya.

Sementara itu, Ida Faridah (43) warga Kampung Gintung RT 03/10, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor KBB mengatakan, saat kejadian sempat mendengar 3 kali suara dentuman.

Puluhan rumah di Kampung Gintung RT 03/10, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor KBB lululantak (foto: Abdul Kholilulloh)
Puluhan rumah di Kampung Gintung RT 03/10, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor KBB lululantak (foto: Abdul Kholilulloh)

“Pas kejadian pertama suara dentuman pukul 20.21 WIB, lalu kedua suara terdengar pukul 21.25 WIB, dan yang terakhir pukul 23.25 WIB, langsung saya keluar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat keluar rumah ternyata air sudah menggenang sebagian rumah dan jalan bercampur lumpur, Ida tak sempat menyelamatkan barang berharga hanya membawa ke tiga anaknya menuju tempat yang lebih aman.

Baca Juga:  Resah! Warga Padalarang Keluhkan Kos-kosan di Rancabali Diduga Jadi Tempat Prostitusi Online

“Boro-boro bawa barang, enggak kepikiran masalah itu yang aku pikirkan anak-anak selamat, dan langsung ke balai Desa Cibenda di sini banyak warga yang mengungsi,” ujarnya.

Ia menyebut, pihaknya terpaksa melaksanakan kegiatan bulan puasa Ramadhan 2024 ini di tempat pengungsian bersama ratusan warga lain, pasalnya, tempat tinggal yang dihuni Ida bersama 3 anaknya itu belum dipastikan aman.

“Kami belum berani pulang ke rumah, sewaktu-waktu ditakutkan hujan kembali turun dan longsor susulan terjadi, dan ini puasa perdana dilokasi pengungsian,” jelasnya.

Dilokasi yang sama, Pemerintah Daerah (Pemda) KBB menyalurkan bantuan logistik bagi para korban bencana longsor di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terjadi pada Minggu 24 Maret 2024 malam.

Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif (foto: Abdul Kholilulloh)
Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif (foto: Abdul Kholilulloh)

“Hari ini kita bisa sampai ke titik bencana longsor di Kampung Gintung RT03/10, Desa Cibenda,” kata Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif saat ditemui di lokasi, Senin 25 Maret 2024.

Arsan mengakui, pihaknya telah melakukan berbagai upaya bersama Kapolres Cimahi dan Dandim 06/09. Termasuk, melakukan pencarian korban yang masih tertimbun.

Baca Juga:  Buntut PHK Sepihak Karyawan PT SOLAS, Koalisi 6 Serikat Pekerja Turun Aksi

“Berdasarkan informasi ada 9 warga yang belum ditemukan. Namun, langkah pertama yang pasti dilakukan kita akan selamatkan dulu pengungsi,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya pun bakal mempersiapkan tempat dan fasilitas bagi para korban. Terutama, memprioritaskan kebutuhan dasar agar bisa terpenuhi semua.

“Terpenting, kita berikan trauma healing untuk menghilangkan trauma para korban akibat bencana longsor yang terjadi,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya telah mengintruksikan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak menyiapkan semua kebutuhan para korban.

“Semua OPD terkait sudah bergerak semua, seperti tenda, tempat tidur, dapur dan semua kebutuhan-kebutuhan kita penuhi,” tuturnya.

“Karena hampir 400 warga yang terdampak atau sekitar 35 kepala keluarga,” ucapnya.

Pihaknya pun meminta hasil asesmen dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar bisa memastikan kebijakan yang bakal dilakukan.

“Kita tunggu hasil asesmen dari BNPB apakah warga terdampak nantinya akan direlokasi atau tidak,” ujarnya.

“Kita bakal terus bekerja dan melakukan pemantauan di lokasi bencana,” tandasnya.



Penulis : Abdul Kholilulloh

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan khusus

Berita Terkait

Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok
HUT Kabupaten Bandung ke-385 Jadi Momentum Aksi Nyata: Dadang M Naser Ajak Warga Fokus Rawat Lingkungan
Tak Punya SLF, Satpol PP KBB Siap Matikan Operasional Tower Protelindo di Padalarang
Skandal Pencatutan Nama Prabowo Subianto, DPRD KBB Sebut PT Protelindo Bohongi Publik
Sorotan Publik Menguat, DPRD KBB Usulkan Stop Sementara Aktivitas Tower PT Protelindo
Jeje Alami Kecelakaan, Diduga Rem Blong Truk Box Container Hantam Pembatas Jalan di KBB
Viral, Bocah 3 Tahun di KBB Diduga Dilecehkan, Ibu-ibu Ngadu ke Dedi Mulyadi
Menara Tower PT Protelindo Picu Polemik Warga Padalarang, Pemkab Bandung Barat Dinilai Lambat

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 20:00 WIB

Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok

Senin, 20 April 2026 - 14:29 WIB

HUT Kabupaten Bandung ke-385 Jadi Momentum Aksi Nyata: Dadang M Naser Ajak Warga Fokus Rawat Lingkungan

Jumat, 17 April 2026 - 07:54 WIB

Tak Punya SLF, Satpol PP KBB Siap Matikan Operasional Tower Protelindo di Padalarang

Rabu, 15 April 2026 - 19:49 WIB

Skandal Pencatutan Nama Prabowo Subianto, DPRD KBB Sebut PT Protelindo Bohongi Publik

Rabu, 15 April 2026 - 17:35 WIB

Jeje Alami Kecelakaan, Diduga Rem Blong Truk Box Container Hantam Pembatas Jalan di KBB

Berita Terbaru

Kantor Bapenda KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok

Senin, 20 Apr 2026 - 20:00 WIB