Mafia Obat Keras Bersembunyi di Balik Warung Kelontong di Cikarang Barat

- Penulis

Senin, 11 November 2024 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SekitarKita.id- Hasil penelusuran pada 11 November 2024, mencuatkan fakta mengejutkan tentang dugaan peredaran ilegal obat keras jenis Tramadol dan Exsimer di wilayah Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Sebuah modus baru ditemukan, di mana obat-obatan terlarang itu dijual dengan cara yang sangat terselubung dan cerdik, menggunakan warung kelontong dan toko kosmetik sebagai kedok.

Kehidupan Sehari-Hari yang Menipu Mata Masyarakat dan Aparat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Jalan Depsos, kawasan Pesona Teratai, Telaga Asih, Cikarang Barat, terlihat sebuah warung kelontong yang biasa saja.

Namun, di balik rak-rak yang berisi produk tisu, shampoo, pembalut, dan deterjen, terjadi transaksi yang tidak biasa—jual beli obat keras tanpa resep dokter.

Obat-obatan jenis Tramadol dan Exsimer, yang dikenal sebagai obat penenang dan penghilang rasa sakit, diperjualbelikan secara bebas, seolah-olah mereka hanya menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari.

Dalam penyelidikan yang dilakukan, terlihat jelas bahwa tidak ada tindakan pencegahan yang dilakukan oleh masyarakat setempat ataupun aparat penegak hukum yang cukup tegas dalam menangani peredaran obat-obat keras tersebut.

Baca Juga:  Jelang Akhir Tahun, Satnarkoba Polres Metro Bekasi Musnahkan Narkotika

Bahkan, aktivitas jual beli obat terlarang ini seolah berjalan tanpa hambatan, seperti transaksi belanja kacang di pasar.

Modus Penjualan yang Cerdik

“Warung kelontong ini menjajakan barang-barang seperti tisu, shampoo, dan pembalut. Tapi di balik itu, mereka menjual obat Tramadol dan Exsimer, dengan cara yang sangat terselubung,” kata seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya.

“Mereka menggunakan produk-produk ini untuk mengalihkan perhatian masyarakat, agar transaksi jual beli obat keras tidak tampak mencolok,” ujarnya.

Kegiatan ini bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga menantang kewibawaan aparat penegak hukum.

Polisi, yang seharusnya bisa menangani peredaran obat-obatan terlarang ini, tampak kesulitan karena mafia obat menggunakan berbagai cara untuk mengelabui mereka.

Pernyataan Camat Cikarang Barat

Lukman Hakim, Camat Cikarang Barat, menanggapi temuan ini dengan serius. Ia mengatakan, di pemerintahan kecamatan sangat peduli dengan situasi ini.

“Kami mendesak agar peredaran obat keras yang melibatkan mafia obat ini segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang, baik oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi maupun Kepolisian Polres Metro Bekasi,” ujar Lukman.

Baca Juga:  Pengumuman Pemenang Penghargaan SPEx2 2024

“Ini bukan hanya masalah kesehatan masyarakat, tetapi juga ancaman terhadap generasi muda yang bisa terjerat dalam penggunaan obat-obatan terlarang. Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan peredaran obat keras ini dapat dihentikan,” tambahnya.

Harapan untuk Penindakan Tegas

Masalah ini semakin mengkhawatirkan karena tidak hanya berpotensi merusak kesehatan masyarakat, tetapi juga menunjukkan bahwa mafia obat telah semakin canggih dalam mengelabui aparat penegak hukum.

Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Polres Metro Bekasi diharapkan untuk melakukan pengusutan secara menyeluruh dan memberikan sanksi tegas terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam jaringan distribusi obat terlarang ini.

“Masyarakat harus berhati-hati dan waspada terhadap oknum yang mencoba menjual obat keras secara ilegal. Kami mendesak aparat untuk menindak tegas mafia obat-obatan ini,” tegas Lukman Hakim.

Peredaran ilegal obat keras di Kabupaten Bekasi, khususnya di Kecamatan Cikarang Barat, harus segera dihentikan.

Pemerintah dan aparat penegak hukum memiliki peran vital dalam memutus rantai distribusi obat terlarang ini, demi menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Baca Juga:  Bolak-balik Kreativitas Mahasiswa Sistem Informasi di Dunia Virtual

Tautan sumber



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Selebgram GA Ditangkap, Polisi Bongkar Jaringan Peredaran K-Pod Ketamin
Panen Raya 377 Ton Jagung, Polres Cimahi Sukses Hidupkan Lahan Tidur di KBB
Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Polres Cimahi Sulap Lahan Tak Produktif Jadi Sentra Jagung
Kekurangan Nakes Jadi Tantangan RSUD Cikalongwetan, DPRD KBB Siap Sokong Anggaran
Jelang TPA Sarimukti Tutup, DLH KBB Andalkan Skema Patungan dengan Pemprov Jabar
Bejad! Diduga Ayah Setubuhi Anak Kandung di KBB, Korban Diceraikan Sehari Usai Menikah
Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban
Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:57 WIB

Selebgram GA Ditangkap, Polisi Bongkar Jaringan Peredaran K-Pod Ketamin

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:40 WIB

Panen Raya 377 Ton Jagung, Polres Cimahi Sukses Hidupkan Lahan Tidur di KBB

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:35 WIB

Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Polres Cimahi Sulap Lahan Tak Produktif Jadi Sentra Jagung

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:33 WIB

Kekurangan Nakes Jadi Tantangan RSUD Cikalongwetan, DPRD KBB Siap Sokong Anggaran

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:58 WIB

Jelang TPA Sarimukti Tutup, DLH KBB Andalkan Skema Patungan dengan Pemprov Jabar

Berita Terbaru