[ad_1]
Tinggal bersamaan teman sekamar atau keluarga berarti introvert sepertinya tidak setiap saat dapat lepas dari kebisingan serta rangsangan.
Jujur saja: Saya setiap saat merasakan kesulitan hidup bersamaan orang lain, bahkan dengan orang yang sangat saya sukai. Entah tersebut teman sekamar, orang terdekat, atau keluargaku, setiap saat ada saatnya aku mengurung diri di kamar, putus asa mencari tau kesendirian. Suatu hari nanti, yang saya inginkan hanyalah rumah kosong tanpa gangguan.
Sebagai seorang introvert, saya tahu saya sepertinya tidak sendirian dalam perasaan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mungkin saja Anda sendiri seorang introvert, atau mungkin saja Anda seorang ekstrovert yang tinggal bersamaan seorang introvert serta bertanya-tanya tentang perilaku aneh teman sekamar Anda. Untuk membantu memperjelas berbagai hal, inilah mengapa sulit bagi introvert untuk hidup bersamaan orang lain serta tiga hal yang telah saya pelajari untuk mempermudah semua orang yang terlibat.
Introvert dapat membingungkan. Mendapatkan seri electronic mail GRATIS kami untuk mengungkap misteri introvert dalam hidup Anda. Anda akan dapatkan satu electronic mail consistent with minggu, tanpa unsolicited mail. Klik di sini untuk berlangganan.
Kebenaran Keras Tentang Berbagi Rumah
Jujur saja: Berbagi rumah dapat menjadi hal yang sulit bagi siapa pun, baik Anda seorang introvert atau ekstrovert. Kita semua mempunyai definisi sendiri tentang “bersih”, kebiasaan tidur, tujuan akhir pekan, kebutuhan, serta preferensi kita. Tetapi, bagi kita para introvert, yang pada dasarnya yaitu pribadi yang tertutup serta membutuhkan dalam jumlah besar waktu sendirian, berbagi rumah dapat jadi lebih menantang. Biar saya jelaskan.
Setelah seharian bekerja atau sekolah, atau setelah menjalankan dalam jumlah besar tugas, introvert membutuhkan waktu sendiri untuk menjadi lebih baik tenaga. Interaksi dengan rekan kerja, teman sekelas, serta masyarakat umum yang cerewet menguras energi kita serta tak henti-hentinya kali membuat kita benar-benar kehabisan tenaga. Hal ini mungkin saja menjelaskan mengapa dalam jumlah besar dari kita sangat teritorial – kita menganggap tamu rumah mengganggu serta sepertinya tidak suka memberikan ruang intim kita kepada orang lain semasih lebih dari beberapa jam.
Otak seorang introvert memproses setiap hal kecil secara mendalam, terkadang membuat interaksi dengan orang lain menjadi sangat melelahkan, terutama bagi introvert yang sangat sensitif. Kita memerlukan waktu santai untuk masuk ke dunia batin kita serta memikirkan segala sesuatunya tanpa gangguan. Kesendirian ini memungkinkan kita untuk dapatkan energi kembali serta bangun kembali, memberi kita energi yang kita butuhkan untuk menghabiskan waktu berkualitas bersamaan teman serta keluarga lagi.
Jika kita sepertinya tidak meluangkan waktu yang berharga ini sendirian, keadaan dapat memburuk dengan cepat. Jika dipaksa untuk keluar terlalu lama, kita mungkin saja menjadi mudah tersinggung, emosional, cemas, atau bahkan depresi.
Mabuk introvert, siapa?
Jadi, kita, para introvert, bukan berarti kita yaitu seorang pertapa, pertapa, atau “anti-sosial”. Hanya saja dalam jumlah besar interaksi manusia yang menguras energi kita. Inilah kenyataan pahitnya: Saat kita berbagi rumah dengan orang lain, ada kalanya kita secara fisik sepertinya tidak dapat lepas dari semua kebisingan serta rangsangan — dan hal itu adalah prospek yang menakutkan. Bagi dalam jumlah besar introvert, kebersamaan yang terus-menerus dapat sangat melelahkan, bahkan jika kita menikmati kehadiran orang-orang itu dalam hidup kita.
Jadi apa yang harus segera dilakukan seorang introvert?
Guidelines Praktis untuk Introvert Berbagi Rumah
1. Ciptakan ruang Anda sendiri.
Setiap introvert membutuhkan perlindungan, tempat untuk melarikan diri ketika kebisingan serta tekanan dunia menjadi terlalu berat. Jika Anda tinggal sendirian, rumah Anda yaitu tempat perlindungan Anda. Tetapi, jika Anda tinggal bersamaan keluarga, pasangan, atau teman sekamar, Anda harus segera mencari tau tempat terpencil untuk dijadikan milik Anda.
Kamar tidur Anda yaitu pilihan yang paling jelas, namun loteng atau ruang bawah tanah yang sepertinya tidak terpakai serta dapat digunakan. Retret Anda harus segera nyaman. Pastikan ada tempat yang nyaman untuk kumpul, seperti tempat tidur, settee, atau kursi. Dalam jumlah besar bantal serta selimut sangat penting. Nikmati minim kebersihan serta penuhi ruangan Anda dengan lilin, kaus kaki tebal, serta ketel listrik untuk minum teh semasih bulan-bulan dingin.
Anda serta ingin surga Anda mempunyai semua yang Anda perlukan agar pikiran Anda tetap sibuk — hal-hal seperti barang elektronik pribadi, buku, jurnal, perlengkapan seni, atau apa pun untuk hobi Anda. Camilan dan tidak ada salahnya. Sederhananya, tempat persembunyian Anda saat sendirian harus segera menjadi tempat mandiri yang bisa Anda kunjungi kapan pun Anda sangat membutuhkannya.
Berikut yaitu beberapa guidelines dari seorang desainer internal untuk menciptakan tempat perlindungan kamar tidur introvert Anda sendiri.
Tentu saja, jika Anda tidur dengan pasangan, Anda harus segera mempelajari cara berbagi tempat tidur serta kamar tidur melalui yang sesuai untuk Anda berdua. Hal ini kemungkinan besarnya meliputi penetapan beberapa aturan serta pedoman dan sejumlah komunikasi serta kompromi yang wajar.
Berbicara tentang komunikasi…
2. Komunikasikan kebutuhan Anda.
Sepertinya tidak peduli hubungan Anda dengan orang yang tinggal bersamaan Anda, penting untuk mengomunikasikan mengapa Anda memerlukan waktu sendirian serta manfaatnya bagi Anda serta hubungan Anda dengan mereka. Hal ini sangat penting dalam hubungan romantis, sebab pasangan Anda mungkin saja salah mengartikan kebutuhan Anda akan waktu sendirian sebagai jalur bahwa dia telah membuat Anda kesal. Andaikan, Anda mungkin saja berkata:
- “Aku butuh waktu santai untuk menjadi lebih baik tenaga agar aku akan mampu menjadi diriku yang yang terbaik di dekatmu.”
- “Mempunyai waktu sendiri membantu saya rileks.”
- “Saat saya punya cukup waktu untuk diri sendiri, saya dapat memberikan lebih dalam jumlah besar energi serta perhatian pada hubungan kami.”
- “Ini bukan tentang kamu; tersebut hanya cara saya mengisi energi saya.”
Ingat, Anda mungkin saja perlu mengulangi penjelasan ini beberapa kali, terutama jika teman serumah Anda yaitu seorang ekstrover. Bagikan artikel (seperti ini) serta buku tentang introversi (seperti Kehidupan Rahasia Introvert oleh Jenn Granneman) bersamaan orang-orang yang Anda kasihi untuk membantu mereka memahami mengapa Anda berkembang ketika Anda punya dalam jumlah besar waktu untuk bersantai sendirian.
3. Temukan cara untuk berkompromi.
Bagian dari menjaga hubungan yang sehat yaitu berkompromi bila diperlukan. Meski demikian Anda mungkin saja ingin pulang kerja serta secepatnya beristirahat di kamar, orang yang Anda cintai ingin lihat wajah cantik Anda serta menghabiskan waktu berkualitas bersamaan.
Anda bisa mengakomodasi satu sama lain dengan membagi malam hari (atau akhir pekan) menjadi beberapa bagian waktu yang dihabiskan bersamaan serta terpisah. Andaikan, Anda dapat meluangkan waktu 20 menit untuk bersantai sendirian setelah pulang kerja, lalu memasak serta menyantap makanan bersamaan pasangan, keluarga, atau teman sekamar. Anda serta bisa untuk memilih untuk menonton movie bersamaan atau, jika Anda termasuk tipe orang yang aktif, bersepeda bersamaan. Setelah menikmati waktu bersamaan, Anda kemudian bisa kembali ke kamar tidur serta menikmati sisa malam sendirian.
Tetapi, jangan pernah berkompromi melalui yang sering merugikan kesehatan atau kebahagiaan Anda sebagai seorang introvert. Kompromi yang sehat berarti setiap orang yang terlibat bersedia merasakan ketidaknyamanan jangka pendek demi keuntungan di masa depan, seperti hubungan yang lebih bahagia.
Guidelines untuk Orang Ekstrovert Hidup Bersamaan Introvert
Jika Anda seorang ekstrovert yang tinggal bersamaan seorang introvert, penting untuk menghargai kebutuhannya akan waktu menyendiri. Pahami bahwa kebutuhannya akan kesendirian bukanlah cerminan perasaannya terhadap Anda. Memberi mereka ruang untuk menjadi lebih baik energi akan membantu mereka lebih hadir serta terlibat saat Anda menghabiskan waktu bersamaan. Cobalah untuk menemukan keseimbangan antara bersosialisasi serta memberi mereka waktu santai yang mereka butuhkan. Komunikasi yang terbuka yaitu kuncinya, jadi tanyakan kepada mereka tentang kebutuhan mereka serta bersedia untuk menyesuaikan ekspektasi Anda.
(Jika Anda penasaran, inilah ilmu di balik mengapa introvert membutuhkan waktu menyendiri.)
Serta jika Anda seorang introvert, harus diingat bahwa berbagi rumah dengan sukses melibatkan mengomunikasikan kebutuhan Anda, berkompromi bila perlu, serta meluangkan waktu untuk diri sendiri bila diperlukan. Menghabiskan waktu sendirian bukanlah hal yang egois; tersebut perawatan diri. Apa yang baik bagi Anda serta baik bagi orang-orang yang Anda sayangi.
Anda mungkin saja ingin:
Kami berpartisipasi dalam program afiliasi Amazon.
[ad_2]
introvertdear.com








