SEKITARKITA.id – Momen Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026 dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Kegiatan ini digelar bersama Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., S.I.P., M.I.Pol di Saung Makan TNT, Desa Pasir Halang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (24/12/2025).
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tersebut bertujuan meningkatkan wawasan kebangsaan sekaligus menanamkan kembali nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong di tengah dinamika sosial, politik, serta potensi kebencanaan yang kerap meningkat menjelang momen Nataru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Golkar, Dadang M. Naser menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa jika dikelola dengan semangat persatuan dan jiwa kenegarawanan.
Menurutnya, perbedaan pandangan politik tidak boleh merusak persatuan nasional.
“Berbeda-beda itu untuk bersatu, bukan untuk saling gontok-gontokan. Politik kebangsaan hari ini membutuhkan sikap negarawan. Meski berasal dari partai politik, 80 persen harus mengedepankan kepentingan bangsa, baru 20 persen membawa misi partai,” tegasnya.
Dadang menjelaskan bahwa Empat Pilar MPR RI merupakan fondasi dalam membangun cinta tanah air dan semangat kebersamaan demi mewujudkan Indonesia sebagai negara maju.
Ia mencontohkan Korea Selatan yang berhasil bangkit dari keterpurukan karena konsisten membangun karakter dan persatuan bangsanya.
“Empat pilar ini adalah motivasi mencintai tanah air. Indonesia sebenarnya sudah memiliki nilai luhur seperti sabilulungan, tetapi sering tergerus konflik, terutama di era media sosial,” ujarnya.
Dalam konteks Nataru 2026, Dadang juga menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang adil dan berkelanjutan, mengingat potensi bencana kerap meningkat pada musim hujan di akhir dan awal tahun.
“Hutan harus dijaga bersama. Banyak bencana terjadi akibat kebijakan keliru dan alih fungsi lahan, terutama di daerah pegunungan. Ini harus menjadi perhatian serius di Bandung Barat dan Jawa Barat,” katanya.
Selain itu, ia menekankan agar sistem ekonomi nasional kembali pada amanat Pasal 33 UUD 1945, yakni ekonomi berbasis koperasi dan kemandirian rakyat, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara marata.
“Koperasi harus diperkuat secara nyata, bukan sekadar formalitas. Anggota koperasi harus produktif agar benar-benar menjadi sokoguru ekonomi rakyat,” jelasnya.
Terkait Bhinneka Tunggal Ika, Dadang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga toleransi antarumat beragama, khususnya pada perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Hormati ibadah masing-masing. Toleransi bukan mencampuradukkan keyakinan, tetapi saling menghormati dan menjaga kerukunan,” ujarnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








