Bandung Barat | SekitarKita.id,- Di kawasan Curug Agung Padalarang, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ternyata masih menjadi primadona warga sekitar untuk menunggu adzan Maghrib atau ngabuburit.
Pada momentum bulan suci Ramadhan 2024 ini, kawasan Curug Agung memang kerap diserbu warga, bahkan dari tahun ke tahun tidak pernah sepi didatangi warga lokal maupun luar wilayah Padalarang itu sendiri.
Di Bandung Barat sendiri, kawasan itu memang terbilang ektrim untuk warga melakukan ngabuburit, pasalnya, lokasi itu tepat di perlintasan kereta dan berdekatan dengan stasiun Padalarang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kendati itu, ratusan warga tetap memadati kawasan itu sejak awal pertama bulan suci Ramadhan, terlebih kereta cepat Jakarta Bandung (Whoosh) sudah beroperasi.
“Sekarang udah ditutup pake beton di pinggir rel kereta, kalau dulu mah enggak ada tapi saya tetep kesini karena rame banyak jajanan disini,” kata Anti warga Desa Kertamulya Padalarang saat ditemui SekitarKita,id, Senin (18/03/2024) sore.
Ia menyebut, selain dari pada kawasan tersebut gratis untuk dikunjungi, juga banyak aneka ragam menu kuliner untuk berbuka puasa, bisa juga mengajak keluarga dan anak untuk bermain.
“Gratis paling bayar parkir doang, banyak menu kaya gorengan, es campur, naget gitu buat anak memang suka banget jajanan pinggiran, meskipun sedikit ektrim ya dekat jalan raya dan tinggi gitu tapi kita tetap hati-hati,” ujarnya.
Anti menjelaskan, saat ini warga sudah tidak lagi bisa melihat aktivitas hilir kereta api secara bebas, dan hanya bisa berburu makanan saja.
“Udah enggak bisa liat kereta kaya dulu, anak padahal pingin liat itu tapi ya enggak apa-apa yang penting beburu makanan untuk berbuka puasa,” jelasnya.
Sementara itu, Ade Rohanah seorang pedagang kuliner mengatakan, momentum bulan Rhamadhan memang yang sangat diitunggu bagi para pedagang kecil seperti dirinya.
“Kami para pedagang memang sangat menunggu momen ini, situasi seperti ini hanya ditemui disini satu tahun sekali yaitu bulan puasa, semua dagangan UMKM ada disini,” kata Ade.
Ade menilai, berkah Ramadhan bukan hanya dirasakan oleh umat muslim saja, melainkan dirasakan juga oleh umat noon muslim.
“Banyak juga dari non muslim yang beli jajanan disini, jadi memang berkah Ramadhan ini dirasakan semuanya, apalagi pedagang ya alhamdulillah,” ujar dia.
Pihaknya menyebut, saat ini bahan baku melambung tinggi, untuk itu ia melakukan strategi dengan mengurangi sedikit bahan-bahan namun tidak mengurangi citarasa khas kulinernya.
“Meskipun bahan pada naik sedikit kurangi adonan tapi rasa tetep sama, kalau saya biasa jualan itu kalau sore kaya gorengan dan warkop, mie rebus dan lainnya,” jelasnya.
Dalam sehari, kata dia, di bulan Ramadhan ini bisa meraup cuan mencapai ratusan ribu rupiah, berbeda pada hari-hari biasa.
“Alhamdulilah dapet ratusan ribu kalau bulan puasa, kan beda di jam nya, kalau hari biasa buka pagi nutup malam kalau puasa bukanya sore menjelang malam saja,” ungkap Ade.
“Semoga bulan puasa tahun ini menjadikan kita semua keberkahan, selamat menunaikan ibadah puasa bagi umat muslim yang menjalankan,” tandasnya.
Penulis : Abdul Kholilulloh
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








