SEKITARKITA.id – Pasca musibah rumah ambruk akibat hujan lebat disertai angin kencang, Endang (53), warga Kampung Pos Kulon RT02/RW04, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), akhirnya bisa bernapas lega.
Rumah miliknya kini mulai direnovasi berkat hasil kesepakatan dan gotong royong berbagai pihak.
Kepala Desa Kertamulya, Farhan Fauzi, mengatakan bahwa penanganan cepat dilakukan melalui kolaborasi warga, tokoh masyarakat, hingga donatur di wilayah RW04.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, pengajuan bantuan program rumah tidak layak huni (rutilahu) juga tengah diproses oleh pemerintah desa.
“Data pengajuan sudah masuk melalui RT/RW dan kepala dusun. Namun karena kebutuhan mendesak, kami berinisiatif bersama warga dan donatur untuk segera melakukan perbaikan agar rumah bisa kembali ditempati,” ujar Farhan saat dihubungi redaksi, Ahad 5 April 2026.
Ia menjelaskan, hasil musyawarah bersama menghasilkan kesepakatan untuk melakukan penggalangan dana secara swadaya.
Bahkan, dirinya turut mengalokasikan dana pribadi demi mempercepat proses renovasi.
“Alhamdulillah sudah ada kesepakatan anggaran dari hasil udunan. Saat ini proses renovasi sudah berjalan, terutama untuk perbaikan atap menggunakan baja ringan,” tambahnya.
Farhan menuturkan, bantuan yang terkumpul mencapai puluhan juta rupiah. Dana tersebut langsung diterima oleh pemilik rumah dan digunakan untuk membeli kebutuhan material bangunan sesuai prioritas.
“Untuk nominal pastinya pemilik rumah yang mengetahui, namun yang jelas kebutuhan material utama sudah tercukupi. Sementara ini fokus pada perbaikan atap agar rumah bisa segera dihuni kembali,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa renovasi yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara dan belum sepenuhnya representatif. Untuk perbaikan menyeluruh, pihaknya masih menunggu realisasi bantuan dari pemerintah melalui program rutilahu.
“Kalau renovasi total tentu membutuhkan anggaran lebih besar. Bantuan rutilahu kemungkinan belum bisa meng-cover seluruh kebutuhan, karena estimasinya mencapai puluhan juta rupiah,” katanya.
Farhan juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membantu warga yang tertimpa musibah.
“Kolaborasi pentahelix sangat dibutuhkan, mulai dari pemerintah, TNI/Polri, tokoh masyarakat, hingga pengusaha. Semua bergotong royong membantu saudara kita yang sedang terkena musibah,” ujarnya.
Sementara itu, Endang mengaku sangat bersyukur atas kepedulian berbagai pihak yang telah membantu memperbaiki rumahnya.
“Alhamdulillah, hasil rundingan sudah menemukan solusi. Rumah saya yang ambruk akhirnya bisa segera direnovasi berkat bantuan kepala desa, warga, tokoh masyarakat, dan para pengusaha,” ungkapnya.
Ia menambahkan, material bangunan seperti baja ringan sudah mulai didatangkan dan proses pemasangan tengah berlangsung.
“Material sudah datang, tinggal pemasangan bagian atap. Saya sangat berterima kasih atas respon cepat semua pihak, khususnya Kepala Desa Kertamulya,” katanya.
Endang juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang.
“Agar kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih berhati-hati,” tandasnya.
Kronologi Kejadian
Sebelumnya, rumah milik Endang mengalami kerusakan parah setelah diterpa hujan deras dan angin kencang pada Jumat (3/4/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB saat atap genteng mulai bergeser, hingga akhirnya ambruk pada pagi harinya sekitar pukul 09.00 WIB.
Kondisi atap yang sudah lapuk diduga menjadi penyebab utama robohnya bangunan. Material genteng dan kayu yang runtuh sempat menutup sebagian kamar dan ruang makan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat peristiwa berlangsung, rumah dalam keadaan kosong karena penghuni sedang berada di luar.
Kerugian akibat musibah ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Rumah berukuran 5×8 meter tersebut dihuni oleh dua kepala keluarga dengan total lima jiwa.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan







