Operasi Bayi Kembar Siam di Bandung Barat, Masih Menunggu Pihak RSHS Bandung

- Penulis

Jumat, 12 Agustus 2022 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Putri cantik Ayesta Azalea dan Aleeya Azalea Putri Emira bayi kembar siam asal Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (foto: Wisnu)

i

Putri cantik Ayesta Azalea dan Aleeya Azalea Putri Emira bayi kembar siam asal Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (foto: Wisnu)

Bandung Barat, SekitarKita.id – Kisah pilu dialami Ayesta Azalea Putri Emira dan Aleeya Azalea Putri Emira, bayi kembar siam asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), pasalnya mereka masih menunggu waktu untuk bisa menjalani operasi pemisahan.

Pada bulan Agustus ini, rencananya putri cantik pasangan Eka Lasmana dan Mira Rahayu, warga Kampung Umur-umuran, RT 02 RW 04, Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, itu bakal menjalani operasi pemisahan tubuh.

Dikabarkan, dari hasil pemeriksaan petugas kesehatan Puskesmas Pasirlangu, Cisarua, Ayesta dan Aleeya terserang pilek. Kedua bayi tersebut sempat alami sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah hari ini keadaan secara umum baik, 2 hari yang lalu bayi sempat sakit pilek dan gangguan pencernaan. Tapi sudah diberikan obat sesuai kebutuhan,” ujar Kepala Puskesmas Pasirlangu, Daniel Tristo saat dihubungi wartawan. Jumat (12/8/2022).

Daniel mengatakan, untuk menjalani operasi pemisahan, selain kondisi kesehatan bayi terjaga berat bayi juga harus mencukupi. Sehingga pihaknya terus memberikan makanan bergizi sampai operasi pemisahan siap dilaksanakan.

“Bayi kembar belum kontrol lagi ke RSHS. Rencana operasi menunggu dulu berat badan bayi cukup, sementara terakhir itu beratnya 10,6 kg dan tinggi badan 59 cm,” ucap Daniel.

Baca Juga:  Tragedi kebakaran cafe 'New Orange' di Tegal, 6 pemandu lagu tewas satu diantaranya warga Bandung Barat

Ia menyebut, Keduanya saat ini masih dalam pemantauan Dinas Kesehatan KBB dan petugas kesehatan Puskesmas Pasirlangu sampai nanti menjalani prosedur pemisahan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

“Perkembangan bayi kembar siam sampai tanggal 10 Agustus kemarin masih dilakukan pemantauan pemberian makan bayinya dan susu formula tambahan untuk kecukupan gizi bayi,” terangnya.

Related Posts

Dihubungi secara terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan KBB Lia Nurliana Sukandar mengatakan jadwal pelaksanaan operasi menjadi keputusan pihak RSHS sepenuhnya.

“Memang dijadwalkan Agustus, tapi balik lagi ke pihak RSHS yang akan melakukan prosedur operasi pemisahan. Kalau kita hanya follow up kondisi kesehatan bayi sebelum operasi,” ujar Lia.

Segala perkembangan kondisi bayi bakal menentukan apakah prosedur pemisahan bisa dilaksanakan atau tidak. Apalagi jika bayi sempat sakit sehingga kondisinya harus dipastikan oleh pihak rumah sakit.

Baca Juga:  Cegah tawuran jelang Ramadhan, Polres Karawang optimalkan pengamanan

“Butuh persiapan matang mulai dari sarpras, obat, dan tenaga medis. Makanya kalau sakit tapi masih bisa ditangani oleh tenaga medis pasti kita bantu,” tuturnya.

“Tapi kalau sakitnya sudah masuk ramah rujukan jadi harus dikembalikan ke RSHS seperti apa baiknya. Jadi hanya mereka (RSHS) yang bisa memutuskan,” pungkasnya.***(Abdul)



Penulis : Abdul Kholilulloh 

Editor : Abdul Kholilulloh

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Enam Bulan Pascabencana Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Nasib Lahan Relokasi dan Petani Masih Menggantung
BOMBER Genap 25 Tahun, Apin Marmot: Bobotoh Adalah Identitas Budaya Jawa Barat
Ribuan Bobotoh Tumplek di GOR Sangkuriang, BOMBER Siapkan Layar Tambahan Final Persib vs Persebaya
Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto
Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi
5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang
Apin Marmot Puji Kreativitas Mobivan BOMBER KBB, UMKM Bobotoh Makin Berdaya
Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Enam Bulan Pascabencana Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Nasib Lahan Relokasi dan Petani Masih Menggantung

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:13 WIB

BOMBER Genap 25 Tahun, Apin Marmot: Bobotoh Adalah Identitas Budaya Jawa Barat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:48 WIB

Ribuan Bobotoh Tumplek di GOR Sangkuriang, BOMBER Siapkan Layar Tambahan Final Persib vs Persebaya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi

Berita Terbaru