SEKITARKITA.id – Mengawali tahun 2026, Polda Jawa Barat (Jabar) kembali menggelar Panen Raya Jagung Serentak sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Cimenteng, RT 02/08, Desa Kanangasari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (8/1/2026).
Panen raya jagung tersebut merupakan bagian dari panen serentak yang digelar di seluruh Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Jawa Barat, panen berlangsung di hamparan jagung Perkebunan Panglejar milik PTPN VIII yang kini memasuki masa panen setelah ditanam sekitar tiga bulan lalu.
Kegiatan panen raya dipimpin langsung Wakapolda Jabar Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, didampingi Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurallah Adi Putra serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi.
Wakapolda Jabar Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menyampaikan, pada kuartal pertama tahun 2026, total hasil panen jagung di seluruh wilayah Jawa Barat mencapai sekitar 300 ton.
Ia menegaskan, capaian tersebut menempatkan Polda Jabar di peringkat keempat secara nasional dalam program panen raya jagung serentak.
“Polda Jabar melakukan panen dengan luasan lahan mencapai 75,99 hektare. Dari luasan tersebut, hasil panen diperkirakan sekitar 300 ton jagung. Alhamdulillah, capaian ini menempatkan Polda Jabar di peringkat keempat nasional,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini terdapat 241 petani yang tergabung dalam 24 kelompok tani yang terlibat langsung dalam program penanaman jagung di Jawa Barat.
Polda Jabar, kata dia, terus memperkuat kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak guna meningkatkan produksi pangan dan mendukung swasembada pangan nasional.
“Terima kasih kepada seluruh stakeholder dan khususnya 241 petani yang tergabung dalam 24 kelompok tani. Kami bersinergi untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Ini bukti bahwa Polri bersama stakeholder mendukung program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu petani asal Kampung Cimenteng, Ita Sumita (67), mengaku sangat terbantu dengan adanya program panen raya jagung serentak tahun 2026 ini.
Pria yang akrab disapa Abah Ita tersebut mengaku dilibatkan sejak awal proses penanaman hingga panen.
“Alhamdulillah panen. Senang sekali bisa dilibatkan bertani jagung di sini,” ujar Abah Ita.
Sebagai buruh tani, Abah Ita mendapatkan upah sekitar Rp80 ribu per hari, sementara buruh tani perempuan menerima upah Rp65 ribu per hari. Upah tersebut dinilai cukup membantu perekonomian keluarga.
“Dari mulai menanam, memupuk, memelihara sampai panen saya ikut semua. Alhamdulillah cukup membantu,” katanya.
Ketua RW 08 Desa Kanangasari, Entin Suhartini, menyebutkan sekitar 50 warga setempat ikut terlibat langsung dalam kegiatan penanaman jagung.
Selain mendapatkan upah, para petani juga menerima bantuan beras sebanyak 5 kilogram.
“Program ketahanan pangan ini membuka lapangan kerja bagi warga. Selain upah, warga juga mendapat bantuan beras. Alhamdulillah sangat membantu,” pungkasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








