[ad_1]
Salah satu langkah untuk menjaga sepeda motor matic tetap dalam kondisi prima adalah dengan melakukan perawatan. Sepeda motor matic di kota-kota besar dinilai sudah cukup tangguh sebab kondisi lalu lintas yang macet. Tetapi, daya tarik sepeda motor matic tetap ada sebab kepraktisannya. Salah satu bagian yang wajib diperhatikan adalah Regularly Variable Transmission (CVT).
CVT merupakan komponen yang berfungsi menyalurkan putaran mesin ke roda. Andai tidak dirawat, akan terasa tidak nyaman sebab menimbulkan bunyi berderit atau selip saat berakselerasi. Kami akan berbagi beberapa guidelines merawat CVT agar lebih awet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ganti oli CVT
Sama seperti komponen bergerak lainnya, sektor CVT juga butuh pelumasan. Sebaiknya oli transmisi dirubah secara berkala. Idealnya, motor sudah menempuh jarak 8.000 km atau sekitar 8 bulan. Tujuannya agar perpindahan gigi otomatis dapat tetap halus dan lancar serta penggunaan unit CVT menjadi lebih lama.
Untuk perawatan terbaik sepeda sepeda motor matic CVT, Oli Deltalube Equipment Matic untuk Motor SAE 10W-30 API SN adalah oli transmisi unik untuk semua jenis sepeda sepeda motor matic yang diformulasikan khusus untuk iklim tropis yang bisa memberikan perlindungan optimum bagi kotak roda gigi dan menjaga kebersihan kotak roda gigi sepeda sepeda motor matic.
Cek V-Belt
Sabuk V merupakan salah satu komponen krusial pada CVT. Komponen ini harus segera diperiksa secara berkala. V-Belt yang sudah aus bisa menjadi getas, apalagi putus. Untuk menghindari kondisi ini, idealnya V-Belt dirubah setiap 10.000 km.
Peran Ceko
Andai komponen CVT mengeluarkan bunyi mencicit atau berisik, kemungkinan curler CVT sudah minta dirubah. Curler berguna sebagai penggerak sepeda motor matic, andai tidak berfungsi dengan baik akan mempengaruhi kerja V-Belt dan mesin.
Baca Juga : Fungsi Grease pada Motor Matic CVT
Periksa lapisan kopling
Terakhir, jangan lupa untuk mengecek kampas kopling sentrifugal sepeda motor matic Anda. Andai sudah aus, motor akan “lamban” saat berakselerasi alias muncul tanda-tanda selip. Tak hanya itu, akibat kampas kopling yang aus bisa mengakibatkan konsumsi bahan bakar menjadi boros.
[ad_2]
Sumber: Deltalube
Source link








