Petani berharap Pemkab Bekasi Dukung Pupuk Subsidi untuk Tingkatkan Produktivitas

- Penulis

Kamis, 14 November 2024 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SekitarKita.id – Para petani di Kabupaten Bekasi saat ini sangat mengharapkan adanya kebijakan pemerintah yang mendukung akses terhadap pupuk bersubsidi.

Pupuk bersubsidi dinilai sangat penting bagi para petani karena mampu menekan biaya produksi dan menjaga stabilitas produktivitas tanaman mereka.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bekasi, Darisalam, menyoroti pentingnya kebijakan baru dari pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Pertanian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Petani dengan lahan di bawah 2 hektare berhak mendapatkan pupuk subsidi, sementara mereka yang mengelola lahan di atas 2 hektare tidak berhak mendapatkan subsidi,” jelasnya.

Darisalam menambahkan bahwa aturan terkait distribusi pupuk bersubsidi sebelumnya menimbulkan masalah di lapangan karena hanya bisa diakses melalui Kartu Tani.

“Sistem berbasis Kartu Tani membuat banyak petani yang tidak memilikinya kesulitan mendapatkan pupuk. Proses pembuatan Kartu Tani lebih rumit dibandingkan KTP,” ujar Darisalam.

Sebagai solusi, pemerintah melalui Kementerian Pertanian kini memudahkan akses untuk petani dengan hanya menggunakan KTP.

Pada 2024, kebijakan ini juga disertai dengan tambahan kuota subsidi sebanyak 100%, yang diharapkan dapat mencukupi kebutuhan para petani di seluruh daerah.

Baca Juga:  Mafia Obat Keras Bersembunyi di Balik Warung Kelontong di Cikarang Barat

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sukarahayu, Kecamatan Tambelang, Risam, menyatakan rasa syukur atas perubahan kebijakan tersebut.

“Sejak Oktober, para petani cukup menggunakan KTP untuk mendapatkan pupuk subsidi,” ujarnya.

Petani kini dapat membeli dua jenis pupuk, yakni pupuk Urea Kujang dan NPK, di kios-kios resmi yang telah ditentukan.

Risam juga berharap kuota pupuk NPK dan Urea Kujang bisa seimbang.

“Kalau bisa, pupuk NPKnya ditambah biar jumlahnya sama dengan Urea,” harapnya.

Dengan kebijakan ini, petani di Kabupaten Bekasi optimis bahwa produktivitas pertanian dapat meningkat seiring berkurangnya hambatan dalam memperoleh pupuk bersubsidi.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Laporan: Muh. Bahktiar

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan
Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular
Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur
Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:31 WIB

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan

Senin, 28 September 2026 - 14:07 WIB

Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular

Senin, 28 September 2026 - 10:50 WIB

Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Berita Terbaru