Sekitar Kita.id – Sejumlah petani di Kabupaten Karawang mengeluhkan serangan hama tikus yang merusak tanaman padi mereka.
Serangan tersebut menyebabkan gagal panen hingga menimbulkan kerugian besar.
Kondisi ini diperparah dengan cuaca yang tidak menentu, yang diperkirakan menjadi salah satu faktor peningkatan populasi tikus di kawasan pertanian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Serangan hama tikus semakin parah karena predator alami, seperti burung hantu dan ular, hilang akibat diburu manusia. Akibatnya, tikus-tikus ini merajalela dan menyebabkan kerusakan pada lahan pertanian.
Animin, seorang petani di Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok, merasakan dampak yang sangat besar. Ia mengaku seluruh lahan pertaniannya seluas 12 hektar habis diserang hama tikus.
“Saat musim panen, saya selalu gagal karena serangan tikus. Dari keseluruhan lahan sawah saya yang mencapai 12 hektar, kerugian bisa mencapai Rp10 juta per hektar,” ungkap Animin.
Lebih lanjut, Animin mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah terhadap permasalahan ini. Hingga saat ini, ia mengaku belum pernah menerima, baik berupa pupuk maupun obat-obatan untuk mengatasi hama.
“Kami harus membeli pupuk dan obat-obatan sendiri. Biayanya cukup besar, sekitar Rp1,5 juta. Banyak rekan-rekan petani saya, mulai dari Desa Karyasari hingga Desa Mulyajaya, yang juga mengeluhkan hal serupa. Gagal panen terjadi di mana-mana, ” lanjutnya.
Animin berharap bantuan pemerintah segera turun tangan untuk memberikan kepada petani, baik berupa pupuk, pestisida, maupun solusi lainnya agar kerugian akibat serangan hama tikus dapat ditekan.
“Harapan saya, semoga ada perhatian dan bantuan dari pemerintah, apapun bentuknya. Yang penting kami mendapat dukungan agar pertanian kami kembali pulih,” pungkas Animin.
Dampak Hama Tikus di Karawang
Serangan hama tikus tidak hanya menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga mengancam kelangsungan sektor pertanian di Karawang.
Diperlukan langkah cepat dari pemerintah dan pihak terkait untuk membantu petani dalam mengatasi masalah ini, seperti program pemberdayaan predator alami atau pemberian bantuan pupuk dan pestisida.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Laporan: Andyka Nugroho








