Petani di Karawang Keluhkan Hama Tikus Serang Lahan Padi, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

- Penulis

Selasa, 17 Desember 2024 - 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekitar Kita.id – Sejumlah petani di Kabupaten Karawang mengeluhkan serangan hama tikus yang merusak tanaman padi mereka.

Serangan tersebut menyebabkan gagal panen hingga menimbulkan kerugian besar.

Kondisi ini diperparah dengan cuaca yang tidak menentu, yang diperkirakan menjadi salah satu faktor peningkatan populasi tikus di kawasan pertanian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Serangan hama tikus semakin parah karena predator alami, seperti burung hantu dan ular, hilang akibat diburu manusia. Akibatnya, tikus-tikus ini merajalela dan menyebabkan kerusakan pada lahan pertanian.

Animin, seorang petani di Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok, merasakan dampak yang sangat besar. Ia mengaku seluruh lahan pertaniannya seluas 12 hektar habis diserang hama tikus.

“Saat musim panen, saya selalu gagal karena serangan tikus. Dari keseluruhan lahan sawah saya yang mencapai 12 hektar, kerugian bisa mencapai Rp10 juta per hektar,” ungkap Animin.

Lebih lanjut, Animin mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah terhadap permasalahan ini. Hingga saat ini, ia mengaku belum pernah menerima, baik berupa pupuk maupun obat-obatan untuk mengatasi hama.

Baca Juga:  Laporan Harta Kekayaan Rp1 Triliun,  Raffi Ahmad Akui Pernah Bayar Cicilan Rp2 Miliar per Bulan

“Kami harus membeli pupuk dan obat-obatan sendiri. Biayanya cukup besar, sekitar Rp1,5 juta. Banyak rekan-rekan petani saya, mulai dari Desa Karyasari hingga Desa Mulyajaya, yang juga mengeluhkan hal serupa. Gagal panen terjadi di mana-mana, ” lanjutnya.

Animin berharap bantuan pemerintah segera turun tangan untuk memberikan kepada petani, baik berupa pupuk, pestisida, maupun solusi lainnya agar kerugian akibat serangan hama tikus dapat ditekan.

“Harapan saya, semoga ada perhatian dan bantuan dari pemerintah, apapun bentuknya. Yang penting kami mendapat dukungan agar pertanian kami kembali pulih,” pungkas Animin.

Dampak Hama Tikus di Karawang

Serangan hama tikus tidak hanya menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga mengancam kelangsungan sektor pertanian di Karawang.

Diperlukan langkah cepat dari pemerintah dan pihak terkait untuk membantu petani dalam mengatasi masalah ini, seperti program pemberdayaan predator alami atau pemberian bantuan pupuk dan pestisida.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Laporan: Andyka Nugroho

Berita Terkait

Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 
Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 
Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat
ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth
Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026
Diduga Ada Pungli PTSL di Bandung Barat, Warga Ngamprah Diminta Rp500 Ribu untuk Pengukuran
Aksi Buruh di DPRD KBB: Pengawasan Ketenagakerjaan Dinilai Amburadul
PKB KBB Soroti Pentingnya Kenaikan Dana Bantuan Parpol untuk Hadapi Pemilu 2029

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:20 WIB

Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:04 WIB

Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:45 WIB

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:19 WIB

ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:01 WIB

Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi sertifikat tanah (foto: jatimnesia.com)

Bandung Barat

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:45 WIB

Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026

Bandung Barat

Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026

Sabtu, 6 Jun 2026 - 09:01 WIB