Polemik Truk Tanah di Ngamprah, Ketua RW 07 Luruskan Isu: Ini Pemangkasan Tanah, Bukan Galian Tambang

- Penulis

Senin, 2 Juni 2025 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SekitarKita.id – Lalu-lalang truk pengangkut tanah di RW 07, Kampung Ngamprah Landeuh, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), memicu keresahan warga. Dugaan aktivitas pertambangan liar pun santer beredar di tengah masyarakat.

Namun, Ketua RW 07 Yusmery Azhary memberikan klarifikasi tegas. Menurutnya, apa yang terjadi di wilayah tersebut bukan kegiatan tambang ilegal, melainkan pengurugan lahan pribadi milik Haji Mustofa untuk pembangunan pondok pesantren.

“Saya luruskan, ini bukan tambang. Tanah yang dipindahkan adalah milik pribadi Pak Haji Mustofa, dan itu untuk pembangunan pesantren, bukan untuk dijual atau dikomersialkan,” tegas Yusmery saat diwawancarai media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sudah Disosialisasikan dan Didukung Tokoh Masyarakat

Yusmery menyampaikan bahwa kegiatan tersebut telah disampaikan terlebih dahulu kepada pihak RW dan para tokoh masyarakat satu minggu sebelum pelaksanaan.

Tak hanya itu, Haji Mustofa juga telah menyampaikan rencana untuk melakukan pengaspalan jalan sepanjang 200 meter yang dilalui truk sebagai bentuk tanggung jawab sosial.

“Pak Haji bahkan akan hotmix jalan yang dilewati truk, sebagai bentuk perhatian dan niat baik untuk warga sekitar,” ujarnya.

Baca Juga:  Usai Viral Oknum TNI Adu Jotos dengan Security Shoppe, Keduanya Sepakat Berdamai

Diketahui, Haji Mustofa bukan sosok baru dalam kegiatan sosial di RW 07. Ia diketahui telah mewakafkan tanah seluas 84 tumbak, termasuk untuk pemakaman umum dan balai RW, dengan nilai total mencapai lebih dari Rp 1,2 miliar.

Selain itu, ia juga turut membiayai pembangunan pagar, benteng, dan pengecoran halaman balai warga demi kenyamanan bersama.

“Semua pembangunan itu diperuntukkan untuk masyarakat. Tidak ada unsur bisnis sama sekali,” tambah Yusmery.

Tanah yang diangkut dari lokasi penggalian digunakan untuk meratakan lahan pesantren yang juga berada di atas tanah milik Haji Mustofa. Pembangunan ini ditujukan untuk kepentingan pendidikan dan kegiatan sosial keagamaan.

“Kami ingin masyarakat paham bahwa ini murni proyek sosial keagamaan, bukan aktivitas tambang apalagi ilegal,” tegas Ketua RW.

Yusmery berharap masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan dan bisa melihat niat baik di balik kegiatan tersebut.

“Kami harap masyarakat bisa melihat dari sisi manfaat jangka panjangnya. Pembangunan pesantren ini adalah untuk generasi penerus kita,” tutupnya.



Berita Terkait

Geng Motor dan Aksi Begal di Bandung Raya Jadi Sorotan, Pemprov Jabar Minta Warga Aktif Cegah Kejahatan
Warga Ragukan Kesiapan E-Voting Pilkades 2027, DPMD KBB Pilih Irit Bicara
Usai Sidak KDM, Pemprov Jabar Mulai Data Nasib Pekerja Pabrik Kapur di Cipatat
Terdampak Pembongkaran Bangli di Padalarang, Pemilik Rumah Terima Santunan Rp50 Juta dari Pemprov Jabar
Pemprov Jabar Bongkar 16 Bangunan Liar di Padalarang, Satu Alat Berat Diterjunkan
Bupati Jeje Pastikan Renovasi Sekolah di KBB Dimulai 2026, Target 146 Ruang Kelas Direhabilitasi
DPRD KBB Soroti Status Lahan KPSBU Lembang, Legalisasi Aset Pemkab 3.950 Meter Diminta Segera Rampung
Dua Terduga Pelaku Pemalakan Pengrajin Kayu di KBB Ditangkap Polisi, Terancam 9 Tahun Penjara

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:12 WIB

Geng Motor dan Aksi Begal di Bandung Raya Jadi Sorotan, Pemprov Jabar Minta Warga Aktif Cegah Kejahatan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:56 WIB

Warga Ragukan Kesiapan E-Voting Pilkades 2027, DPMD KBB Pilih Irit Bicara

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:01 WIB

Usai Sidak KDM, Pemprov Jabar Mulai Data Nasib Pekerja Pabrik Kapur di Cipatat

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:56 WIB

Terdampak Pembongkaran Bangli di Padalarang, Pemilik Rumah Terima Santunan Rp50 Juta dari Pemprov Jabar

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:32 WIB

Pemprov Jabar Bongkar 16 Bangunan Liar di Padalarang, Satu Alat Berat Diterjunkan

Berita Terbaru