Politisi Senayan Dadang Naser: Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan untuk Membangun Indonesia Bersama

- Penulis

Rabu, 14 Mei 2025 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Jawa Barat 2, Dr. H. Dadang M Naser, menggelar sosialisasi 4 Pilar (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Jawa Barat 2, Dr. H. Dadang M Naser, menggelar sosialisasi 4 Pilar (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id- Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Jawa Barat 2, Dr. H. Dadang M Naser, menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung di wisata edukasi pertanian Mencrang, Jl Raya Sinar Mukti, Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada 13 Mei 2025.

Dalam kesempatan itu, hadir puluhan masyarakat dari berbagai elemen termasuk tokoh masyarakat, Anggota DPRD KBB, Dinas Koperasi dan UMK KBB, serta Kepala Desa Batujajar Barat dan kolega.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam penjelasannya, Dadang Naser menjelaskan mengenai nilai-nilai kebangsaan melalui empat pilar, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Menurutnya, segenap komponen stakeholders bangsa harus senantiasa menggelorakan rasa kebangsaan. Semangat dan paham kebangsaan, lanjut Dadang Naser, sebagai suatu terapi ideologis bagi upaya pembentukan tekad, sikap dan tindakan. Hal itu untuk menjamin tetap tegak dan lestarinya NKRI.

Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Jawa Barat 2, Dr. H. Dadang M Naser, menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan berlangsung di wisata edukasi pertanian Mencrang, Jl Raya Sinar Mukti, Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada 13 Mei 2025.
Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Jawa Barat 2, Dr. H. Dadang M Naser, menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan berlangsung di wisata edukasi pertanian Mencrang, Jl Raya Sinar Mukti, Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada 13 Mei 2025.

“Selain sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa Indonesia, Pancasila juga menjadi sumber dari segala sumber hukum. Hal itu mengamanatkan Pancasila adalah inti terdalam yang menjadi sumber penyusunan semua produk hukum. Sehingga, semua peraturan perundang-undangan harus selaras, tunduk, dan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Baca Juga:  Road show safari politik jelang Pilkada 2024, PKB Karawang sambangi Gerindra

Dadang Naser melanjutkan, sosialisasi empat pilar kebangsaan merupakan program pemerintah yang cukup penting. Hal itu karena berperan membangun kesadaran setiap warga negara untuk berbangsa dan memegang teguh ideologi negara.

“Sebagai wakil rakyat juga tidak boleh luput untuk mengedepankan aspirasi masyarakat,” ujarnya.

“Menanamkan nilai-nilai nasionalisme tidak bisa ditunda,” ujar Dr. Dadang Naser. “NKRI adalah harga mati, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika harus dihayati dalam tindakan nyata, bukan sekadar semboyan,” sambungnya.

Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Jawa Barat 2, Dr. H. Dadang M Naser,(foto: Abdul Kholilulloh)
Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Jawa Barat 2, Dr. H. Dadang M Naser,(foto: Abdul Kholilulloh)

Ia juga menyoroti filosofi Sabilulungan dari masyarakat Sunda, yaitu semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi dasar untuk membangun daerah dan bangsa secara kolektif.

Kolaborasi 5 Pentahelix: Solusi Ekonomi Berbasis Konstitusi

Dr. Dadang mengajak seluruh komponen masyarakat—akademisi, pelaku bisnis, komunitas, birokrasi, dan media—untuk terlibat dalam kolaborasi membangun ekonomi bangsa. Ia menekankan perlunya kolaborasi Pentahelix sebagai solusi terhadap tantangan ekonomi global.

Mengacu pada Pasal 33 UUD 1945, Dr. Dadang mengingatkan bahwa sistem ekonomi Indonesia harus berasaskan kekeluargaan dan dikelola untuk kepentingan rakyat, bukan dikuasai oleh segelintir pihak.

Baca Juga:  Ribuan Buruh dari 4 Koalisi Serikat Pekerja di Bandung Barat siap Demo, ini Titik yang Dilewati

“Tanah dan air dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” jelasnya.

Tantangan Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Dalam keterangan, Dr. Dadang menyoroti ironi yang terjadi di negeri yang sangat subur namun masih bergantung pada impor pangan seperti beras, anggur, dan jeruk.

“Indonesia adalah negara agraris, tapi masih banyak kebutuhan pokok yang diimpor. Ini harus menjadi koreksi nasional,” tegasnya.

Ia mendorong penguatan sektor pertanian, perikanan, dan koperasi lokal, khususnya Koperasi Merah Putih sebagai wujud nyata dari ekonomi kerakyatan berbasis UUD 1945.

Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Dr. Dadang menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter melalui seni, budaya, dan sejarah di sekolah.

“Seni budaya harus masuk ke sekolah-sekolah, terutama SMK dan sekolah seni. Kita perlu membentuk generasi yang paham akar budaya dan memiliki integritas nasional,” paparnya.

Ia juga menyarankan agar kurikulum pendidikan Indonesia menggabungkan pelajaran-pelajaran penting seperti Pancasila, Bahasa Indonesia, dan Matematika sebagai dasar dari kemajuan ilmu pengetahuan serta penguatan identitas nasional.

Baca Juga:  Dukung Ketahanan Pangan, Dispernakan KBB Latih Pembudidaya Lewat Bimtek Nila di Padalarang

Inovasi Daerah dan Wisata Edukasi

Selain itu, ia mendorong pengembangan wisata edukasi berbasis pertanian dan perikanan sebagai bentuk inovasi daerah.

Potensi lokal yang dikembangkan secara optimal akan membuka banyak peluang ekonomi di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri.

Dr. H. Dadang Naser menutup dengan pesan bahwa membangun bangsa tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kebersamaan, gotong royong, dan semangat Sabilulungan untuk mengatasi tantangan bangsa.

“Kita harus kembali ke jati diri bangsa, memperkuat Pancasila, dan menjadikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi untuk Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” tandasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan
Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah
Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan
Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB
Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029
Kisah Gisel Menginspirasi, Siswi Tuna Rungu Tampil Memukau di Pelepasan SLB Ngamprah Raya
Kemenag KBB Pastikan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen Masih Aktif, Tak Ada SK Pemecatan
Polemik Guru MTs Citapen Diduga Dipecat Saat Cuti Hamil, DPRD KBB Turun Tangan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:04 WIB

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:45 WIB

Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:30 WIB

Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:33 WIB

Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:24 WIB

Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029

Berita Terbaru