Porsche bermitra dengan ClearMotion untuk teknologi suspensi mulusnya Oleh Reuters

- Penulis

Selasa, 9 April 2024 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Oleh Nick Carey

LONDON (Reuters) – Produsen mobil mewah Jerman Porsche telah bermitra dengan ClearMotion untuk memvalidasi teknologi suspensi aktif dan perangkat lunak pembaca jalan milik perusahaan rintisan tersebut dan telah menandatangani perjanjian lisensi untuk teknologinya, kata perusahaan tersebut pada Selasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

CEO ClearMotion Zack Anderson menolak mengatakan fashion Porsche mana yang dapat digunakan untuk teknologi perusahaan tersebut, namun mengatakan kepada Reuters bahwa teknologi tersebut dapat digunakan pada fashion mesin listrik atau pembakaran apa pun tanpa perlu mendesain ulang kendaraan tersebut.

“Gerakan kendaraan adalah garda terdepan dalam menghadirkan pengalaman awesome bagi pengemudi dan penumpang,” kata Ingo Albers, wakil presiden Porsche untuk sistem penggerak, dalam sebuah pernyataan. “Kolaborasi ini dimaksudkan untuk meletakkan dasar bagi evaluasi kerja sama jangka panjang yang lebih erat dengan ClearMotion.”

Sistem suspensi ClearMotion1 menggunakan kombinasi perangkat keras – unit kecil yang berisi motor dan elektronika daya yang ditempatkan di setiap roda kendaraan – dan perangkat lunak untuk membaca jalan di depan, yang menurut startup tersebut mengurangi pergerakan di dalam mobil sekitar 75% dibandingkan teknologi terbaik yang tersedia.

Baca Juga:  Mulai implementasi program Interaksi di Jawa Barat, Eratani Gencarkan Edukasi Teknologi Unkatkan Produktivitas Dan Kesejahteraan Petani

Desember lalu, ClearMotion mengatakan akan memasok teknologi tersebut untuk ET9 mendatang Nio (NYSE:) dalam kontrak yang mencakup 750.000 mobil selama masa pakai fashion sedan mewah tersebut.

ClearMotion juga akan memvalidasi “perangkat lunak sidik jari permukaan jalan” RoadMotion dengan Porsche, yang menurut Anderson kepada Reuters akan mengumpulkan knowledge jalan, mengunggahnya ke cloud, lalu mengalirkannya kembali ke mobil untuk membuat pengendaraan lebih nyaman dan menghindari rintangan seperti jalan berlubang.

© Reuters.  FOTO FILE: Tampilan menunjukkan model Mission X dari Porsche, pabrikan mobil Jerman, ditampilkan dalam sebuah acara sehari menjelang pembukaan resmi Munich Auto Show IAA Mobility 2023, di Munich, Jerman, 4 September 2023. REUTERS/Leonhard Simon/Foto File

“Apa yang membuat Porsche bersemangat adalah kemampuan kami untuk memberikan performa tanpa mengorbankan kenyamanan,” kata Anderson.

Dia mengatakan startup tersebut akan mengumumkan hubungan dengan sejumlah produsen mobil lain dalam beberapa bulan mendatang.



[ad_2]

2024-04-09 20:13:31

www.making an investment.com



Berita Terkait

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!
Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar
Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar
Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya
muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan
Cara Menghilangkan Jerawat di Punggung Secara Alami dan Efektif
Soft Opening Master Baker Indonesia: Sekolah Baking Profesional Baru di Surabaya Barat
Kolaborasi Pentahelik, Hamaren Corporation Sukses Gelar Annual Meeting 2025 di Bekasi

Berita Terkait

Senin, 10 November 2025 - 05:15 WIB

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!

Senin, 10 November 2025 - 04:30 WIB

Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar

Senin, 8 September 2025 - 09:20 WIB

Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar

Kamis, 3 Juli 2025 - 19:37 WIB

Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya

Rabu, 18 Juni 2025 - 12:37 WIB

muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan

Berita Terbaru