Prihatin, Kang Tebe sebut Minimnya Sarjana di Bandung Barat Dibandingkan Indramayu dan Subang

- Penulis

Jumat, 26 Juli 2024 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung | SekitarKita.id, – Bakal calon Bupati (Bacabup) Bandung Barat dari Partai Gerindra, Tb Ardi Januar, atau yang akrab disapa Kang Tebe, menyoroti permasalahan pendidikan yang mengemuka di wilayahnya.

Salah satu isu utama yang ditekankan adalah minimnya jumlah lulusan sarjana di Bandung Barat dibandingkan dengan kabupaten sekitarnya seperti Indramayu dan Subang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau saya buka data jumlah yang menyandang S1 masih kecil. Kalau dibandingkan dengan Indramayu dan Subang angkanya kita kalah,” kata Kang Tebe dalam acara Podcast Ayo Talk, baru-baru ini dikutip, Jumat 26 Juli 2024.

Menurut data terbaru, angka indeks pendidikan Bandung Barat pada tahun 2022 hanya mencapai 60,43 persen, dengan rata-rata lama sekolah baru mencapai 7,86 tahun pada tahun 2023. Ini menjadi tantangan pendidikan di Bandung Barat.

Kang Tebe mengungkapkan keprihatinannya dalam sebuah podcast, bahwa tantangan ini memerlukan perhatian serius untuk perbaikan yang signifikan.

Bakal calon Bupati (Bacabup) Bandung Barat dari Partai Gerindra, Tb Ardi Januar (foto: tangkapan layar YouTube Ayo Talk))
Bakal calon Bupati (Bacabup) Bandung Barat dari Partai Gerindra, Tb Ardi Januar (foto: tangkapan layar YouTube Ayo Talk))
Related Posts

Langkah Kebijakan yang Direncanakan

Baca Juga:  Viral Video Wanita Pengemudi Mobil Marahi Angkot Serobot Lajur di Cimahi, Dishub Turun Tangan

Keterkaitan langkah kebijakan yang direncanakan, Kang Tebe berkomitmen melakukan terobosan kebijakan pendidikan jika terpilih menjadi kepala daerah.

Salah satu langkahnya adalah dengan mendorong pendidikan tinggi melalui program beasiswa serta pembangunan kampus-kampus bergengsi di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

“Maka ini harus ada lompatan kebijakan lebih tinggi kalau mau memperbaiki. Kita harus bisa menyekolahkan warga tiap tahun ke kampus-kampus ternama,” ucapnya.

“Harus turut serta pemerintah, dengan garansi begitu mereka selesai kembali lagi mengabdi, berbakti, dan berkarya di tanah kelahirannya,” sambungnya.

Namun demikian, Kang Tebe juga menyadari bahwa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saja tidak akan cukup untuk mewujudkan visi ini.

Dia menegaskan perlunya kolaborasi dengan pemerintah pusat, sektor swasta, dan stakeholder lainnya untuk memastikan keberhasilan program-program tersebut.

Dalam pandangannya, APBD yang mencapai 3,4 triliun tidak akan mencukupi jika sebagiannya sudah dialokasikan untuk gaji ASN dan rutinitas tahunan lainnya.

Komunikasi dan Akses ke Pusat

Kang Tebe optimis bahwa dengan kecakapan dalam berkomunikasi dan akses yang dimilikinya ke pemerintah pusat, program-program strategis dalam bidang pendidikan dapat terealisasi dengan baik di KBB.

Baca Juga:  Dealer Tas Depok dengan Desain Kreatif untuk Acara Anda

Dia menekankan pentingnya peran seorang pemimpin untuk membangun komunikasi yang efektif dengan pihak-pihak terkait demi kemajuan daerahnya.

Dengan tantangan yang dihadapi dalam sektor pendidikan di Bandung Barat, Kang Tebe membawa harapan besar untuk mengubah paradigma dan meningkatkan akses terhadap pendidikan tinggi bagi masyarakatnya.

Melalui kolaborasi yang kuat dan kebijakan yang progresif, dia berharap dapat menghadirkan perubahan signifikan yang akan memberi dampak positif jangka panjang bagi Kabupaten Bandung Barat.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : YouTube Ayo Talk

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IPHI 1987 Gelar Rapimnas di HUT ke-39, Regulasi Profesi Advokat Jadi Sorotan
IPHI 1987 Dorong Pembaruan UU Advokat, Maria Salikin: Tingkatkan Profesionalisme Advokat
Wakil Ketua DPR Cucun: PKB Harus Hadir di Tengah Rakyat, 1.000 Rumah Jadi Target Rehabilitasi
Enam Bulan Pascabencana Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Nasib Lahan Relokasi dan Petani Masih Menggantung
BOMBER Genap 25 Tahun, Apin Marmot: Bobotoh Adalah Identitas Budaya Jawa Barat
Ribuan Bobotoh Tumplek di GOR Sangkuriang, BOMBER Siapkan Layar Tambahan Final Persib vs Persebaya
Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto
Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:07 WIB

IPHI 1987 Gelar Rapimnas di HUT ke-39, Regulasi Profesi Advokat Jadi Sorotan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:18 WIB

IPHI 1987 Dorong Pembaruan UU Advokat, Maria Salikin: Tingkatkan Profesionalisme Advokat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Wakil Ketua DPR Cucun: PKB Harus Hadir di Tengah Rakyat, 1.000 Rumah Jadi Target Rehabilitasi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Enam Bulan Pascabencana Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Nasib Lahan Relokasi dan Petani Masih Menggantung

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:13 WIB

BOMBER Genap 25 Tahun, Apin Marmot: Bobotoh Adalah Identitas Budaya Jawa Barat

Berita Terbaru