Bejat! Pria Paruh Baya di Parongpong Cabuli Balita 3 Tahun, Modus Tawari Diri Jadi Pengasuh 

- Penulis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto istimewa (Instagram @halonusa.id)

i

Foto istimewa (Instagram @halonusa.id)

SEKITARKITA.id – Kasus kekerasan seksual terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Seorang pria berinisial A (51), warga Kecamatan Parongpong, ditangkap polisi setelah diduga mencabuli balita perempuan berusia 3 tahun berinisial OL.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada September 2025 dan membuat publik geger. Pelaku langsung diringkus jajaran Satreskrim Polres Cimahi usai laporan resmi diterima.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) DP2KBP3A KBB, Rini Haryani, mengungkapkan bahwa korban telah kehilangan kasih sayang orang tua sejak usia 1,5 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rini yang didampingi staf PPA serta pendamping korban, Deden Irwan Kusumah menjelaskan, korban Ibunya meninggal dunia sedangkan ayahnya pergi tanpa kabar dan diduga menikah lagi.

Foto istimewa (Instagram @halonusa.id)
Foto istimewa (Instagram @halonusa.id)

Saat ini korban dirawat oleh saudara perempuan (uwaknya) yang berjualan Yakult (susu) keliling.

“Korban ini diasuh uwaknya sejak kecil. Ibunya meninggal saat korban usia 1,5 tahun dan ayahnya pergi tanpa kabar diduga sudah menikah lagi,” ujar Rini saat ditemui sekitarkita.id di kantor, Rabu (22/10/2025).

Baca Juga:  Beredar Foto Korban Pembacokan di KBB, Polisi Pastikan itu Hoax

Yang lebih mengejutkan, pelaku A ternyata tetangga korban. Dimana pelaku menawarkan diri untuk mengasuh korban.

“Pelaku menawarkan diri menjaga korban saat uwaknya berjualan. Katanya, ‘Teteh jualan saja, anaknya biar sama saya’,” ungkap Rini mengutip keterangan pelaku.

Namun, kata Rini, niat tersebut ternyata hanya kedok. Beberapa waktu kemudian, uwak korban curiga karena anak menjerit kesakitan saat akan dimandikan.

“Biasa kalau sore pulang kerja, si korban dimandiin uwaknya, pas itu korban menjerit kesakitan, lantaran panik korban langsung di bawa ke Puskesmas Parongpong,” ungkapnya.

Dikatakan Rini kembali, uwak korban membawa OL ke Puskesmas Parongpong. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan terdapat pendarahan.

“Pendarahan di area vital, Infeksi saluran kemih dan kelamin kondisi memburuk hingga muncul luka,” ujarnya.

Korban kemudian dirujuk ke RSIA Parahyangan, Kota Baru, Padalarang. Dokter menemukan robekan akibat benda tumpul, diduga kuat karena kekerasan seksual.

“Hasil visum di RSI Parahyangan memperkuat dugaan kekerasan seksual,” jelas Rini.

Setelah melakukan perbuatan bejadnya, lanjut dia, Polres Cimahi telah mengamankan pelaku untuk proses hukum lebih lanjut

Baca Juga:  Gagal dicalonkan kembali Bupati KBB, Hengky Kurniawan pilih pulang kampung ke Blitar

“Keluarga akhirnya melakukan laporan ke polisi, pelaku awalnya sempat mengelak. Namun setelah proses penyelidikan dan pendampingan, pelaku mengakui perbuatannya,” ujarnya.

DP2KBP3A KBB menurunkan tim khusus untuk mendampingi korban secara medis, psikologis, dan hukum.

“Kami akan kawal sampai proses hukum selesai. Anak ini membutuhkan perlindungan dan pemulihan jangka panjang,” tegas Rini.

Dikatakan dia, saat ini, berkas kasus dalam tahap pemberkasan menuju kejaksaan.

“Pihak kepolisian belum mengungkap motif pelaku secara detail, namun memastikan kasus akan diproses menggunakan pasal berlapis terkait kekerasan seksual anak di bawah umur,” ungkapnya.

Kasus ini kembali menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, terutama saat menitipkan anak kepada orang lain.

“Kekerasan terhadap anak di wilayah Bandung Barat terus bertambah, dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak termasuk orang tua dan orang terdekat,” tandasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok
HUT Kabupaten Bandung ke-385 Jadi Momentum Aksi Nyata: Dadang M Naser Ajak Warga Fokus Rawat Lingkungan
Tak Punya SLF, Satpol PP KBB Siap Matikan Operasional Tower Protelindo di Padalarang
Skandal Pencatutan Nama Prabowo Subianto, DPRD KBB Sebut PT Protelindo Bohongi Publik
Sorotan Publik Menguat, DPRD KBB Usulkan Stop Sementara Aktivitas Tower PT Protelindo
Jeje Alami Kecelakaan, Diduga Rem Blong Truk Box Container Hantam Pembatas Jalan di KBB
Viral, Bocah 3 Tahun di KBB Diduga Dilecehkan, Ibu-ibu Ngadu ke Dedi Mulyadi
Menara Tower PT Protelindo Picu Polemik Warga Padalarang, Pemkab Bandung Barat Dinilai Lambat

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 20:00 WIB

Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok

Senin, 20 April 2026 - 14:29 WIB

HUT Kabupaten Bandung ke-385 Jadi Momentum Aksi Nyata: Dadang M Naser Ajak Warga Fokus Rawat Lingkungan

Jumat, 17 April 2026 - 07:54 WIB

Tak Punya SLF, Satpol PP KBB Siap Matikan Operasional Tower Protelindo di Padalarang

Rabu, 15 April 2026 - 19:49 WIB

Skandal Pencatutan Nama Prabowo Subianto, DPRD KBB Sebut PT Protelindo Bohongi Publik

Rabu, 15 April 2026 - 17:35 WIB

Jeje Alami Kecelakaan, Diduga Rem Blong Truk Box Container Hantam Pembatas Jalan di KBB

Berita Terbaru

Kantor Bapenda KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok

Senin, 20 Apr 2026 - 20:00 WIB