Ringkasan Berita:
- Rangka tubuh Reno dan Farhan ditemukan dua bulan setelah kebakaran Gedung ACC Kwitang dan telah diidentifikasi melalui pemeriksaan DNA.
- Jasad yang terbakar dan tertimbun puing dikarenakan proses data diri memerlukan waktu yang cukup lama.
- Petugas memverifikasi bahwa keduanya bukan penderita pembunuhan, namun tersangkut dalam kerusuhan yang sedang berlangsung.
Liputan Wartawan AdinJava, Luhur Pambudi
AdinJava, SURABAYA– Peti yang berisi kerangka jenazah Reno Syahputra Dewo (24) penderita kebakaran di gedung bekas Kantor Astra Credit score Firms (ACC), Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, tiba di rumah duka Kampung Malang, Tegalsari, Surabaya, sekitar pukul 19.30 WIB, Sabtu (8/11/2025)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kesedihan ibu Nita Sutianingsih terucap jelas saat lihat peti jenazah Reno dikeluarkan dari kabin mobil ambulan yang berhenti di depan Gang Kampung Malang Utara, Tegalsari, Surabaya.
Tidak hanya Rita yang mengenakan kaus hitam dan celana panjang denims. Belasan kerabat Reno, seperti tante, bibi, dan keponakan juga ikut menangis sambil berteriak menyebut nama Reno.
“Reno, Reno, Reno, anakku,” teriak Nita yang tiba-tiba saja menghilang sekejap sebab pingsan dan tubuhnya diangkat oleh belasan orang warga dari kalangan ibu-ibu.
Peti jenazah berwarna cokelat itu secepatnya diangkat oleh puluhan orang tetangga dan rekan-rekan Reno dari masa kecilnya, melewati gang sempit yang berliku khas permukiman lama di wilayah tersebut.
Saat tiba di rumah duka, peti jenazah secepatnya dimasukkan ke ruang tengah yang ukurannya sekitar 5 meter x 6 meter. Sejumlah kerabat berbaris memasuki pintu utama rumah tersebut.
Paman Reno, Jimmy Yuniarto (44) mengawasi para pengunjung yang datang ke rumah duka.
Untuk saat ini, ia meminta masyarakat sekitar untuk lebih dahulukan keluarganya inti dari Reno.
Sementara, tetangga akan datang setelah rombongan pelayat dari keluarga besar selesai membacakan doa.
“Kemudian, keluarga akan diutamakan terlebih dahulu,” tutur Jimmy kepada para jamaah yang ramai di teras rumah.
Temuan Tulang Belulang Setelah Dua Bulan Laporan Orang Hilang
Sebelumnya, menurut Kompas.com, penyelidikan terhadap Reno dan Farhan yang hilang sempat terhenti sepanjang dua bulan sampai pada akhirnya dua kerangka manusia ditemukan di lantai dua Gedung ACC Kwitang, pada Kamis (30/10/2025).
Rangka bangunan tersebut ditemukan oleh tim mekanik gedung yang sedang melakukan pemeriksaan struktur dalam rangka renovasi pasca kebakaran saat demonstrasi berlangsung pada Agustus 2025.
Kedua mayat sudah tidak dapat dikenali sebab sebagian besar tubuhnya terbakar. Ketika ditemukan, keduanya tertimbun puing-puing atap yang terbakar.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro juga membenarkan temuan kerangka tersebut saat petugas melakukan pemeriksaan di lokasi bekas kebakaran.
“Untuk saat ini kami masih melakukan penyelidikan mengenai ditemukannya dua kerangka manusia yang dalam kondisi terbakar,” tutur Susatyo, Jumat (31/10/2025).
Kerangka yang baru ditemukan dua bulan setelah kejadian pembakaran tersebut kemudian dikaitkan dengan laporan KontraS mengenai dua peserta demonstrasi yang masih dianggap hilang.
Keluarga Reni dan Farhan Melakukan Uji DNA
Keluarganya Reno dan Farhan mengikuti pengujian DNA di Laboratorium Forensik Polri guna membantu proses data diri tulang yang ditemukan.
Sampel DNA beserta dua kerangka tersebut telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, guna menjalani pemeriksaan forensik lanjutan.
“Keluarga dari kedua nama tersebut telah melakukan pengujian sampel di Labfor Polri, kita (masih) menunggu hasilnya keluar,” tutur Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra saat dimintai konfirmasi, Sabtu (1/11/2025).
Hasil Tes DNA Terungkap
Sehari setelahnya, RS Polri Kramat Jati menyampaikan bahwa dua tulang belulang yang ditemukan di Gedung ACC Kwitang adalah Reno dan Farhan.
Kepala Biro Laboratorium dan Dokumen Kesehatan (Karo Labdokkes) Pusdokkes Polri Brigjen Sumy Hastry Purwanti menyampaikan, hasil pemeriksaan lanjutan melalui analisis tulang tengkorak dan panggul memperlihatkan bahwa kedua kerangka tersebut adalah laki-laki.
“Hasil pemeriksaan DNA dan gigi pasca-kematian 0080 sesuai dengan knowledge ante-mortem 002 dengan begitu teridentifikasi sebagai Reno Syahputra Dewo, anak kandung dari Bapak Muahamad Yasin,” tutur Sumy Hastry di RS Polri Kramat Jati, Jumat (7/11/2025).
Alternatifnya, Sumy menyatakan bahwa data diri terhadap kerangka lainnya juga dilakukan dengan mendapatkan keuntungan dari knowledge sekunder berupa perhiasan kalung dan ikat kepala, serta pemeriksaan DNA primer dari tulang.
“Hasil pemeriksaan nomor autopsy 0081 sesuai dengan ante-mortem 001 dengan begitu diidentifikasi sebagai Muhammad Farhan,” ujarnya.
Terjebak di dalam Gedung ACC
Hasil uji DNA yang memperlihatkan bahwa kerangka yang ditemukan adalah Reno dan Farhan semakin memperkuat hasil penyelidikan polisi. Kedua penderita pernah terlihat di sekitar Kwitang saat kerusuhan terjadi.
Temuan tersebut didasarkan pada rekaman video yang beredar di kalangan masyarakat. Untuk alasan itu, pihak kepolisian memastikan keduanya tidak dibawa dari luar pintu ke dalam gedung ACC dan bukan menjadi penderita pembunuhan.
“Bukan (dibunuh) yang bersangkutan terjebak di bangunan yang terbakar saat aksi kerusuhan,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto.
Kemudian, dua jenazah diserahkan kepada keluarga dan direncanakan akan diangkut pada Sabtu (8/11/2025) untuk proses pemakaman.
Penjelasan Kepolisian Mengenai Rancangan Baru
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra menyampaikan, dua jenazah penderita yang telah menjadi tulang belulang tidak ditemukan sebab kondisinya tertimbun sisa bangunan akibat kebakaran.
Setelah kebakaran, pihak kepolisian melakukan pengamanan lokasi kejadian (TKP) pertama pada 2 September 2025 setelah pemilik gedung melaporkan peristiwa tersebut.
“Kemudian kami telah memeriksa seluruh gedung secara menyeluruh, namun memang kami tidak lihat maupun menciumnya sebab di lokasi tersebut bercampur dengan puing-puing sisa kebakaran,” tutur Roby, Jumat.
Pada tanggal 19 September 2025, tim Labfor juga melakukan penyelidikan di lokasi kejadian dan tidak menemukan kerangka penderita.
“Tanggal 19 (September) dan ada lagi dari Labfor. Ya, sebab memang kondisinya, andai terjadi kebakaran, daging yang terbakar mempunyai aroma seperti kayu yang terbakar, terutama andai terbakar secara menyeluruh,” jelas Roby.







