SEKITARKITA.id — Seratus hari masa jabatan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, menuai berbagai tanggapan dari berbagai kalangan. Salah satu respons datang dari aktivis lingkungan sekaligus Ketua LSM Trapawana Jawa Barat, David Riksa Buwana.
Dalam pernyataannya melalui video yang diterima redaksi Sekitarkita.id, Selasa (3/5/2025), David memberikan apresiasi tinggi terhadap gebrakan awal yang dilakukan KDM selama 100 hari pertama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.
“Saya secara pribadi maupun kelembagaan sangat mengapresiasi atas berbagai kinerja yang sudah dilakukan dalam 100 hari ini. Bisa saya katakan, ini cukup mencengangkan dibandingkan gubernur-gubernur sebelumnya,” ujar David.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski memuji langkah progresif Gubernur Dedi Mulyadi, David juga memberikan catatan penting. Ia mengingatkan agar semangat reformasi dan percepatan yang ditunjukkan KDM tidak berhenti di level pimpinan tertinggi saja, melainkan harus menjalar hingga ke seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“Yang menjadi harapan saya adalah bagaimana kinerja Pak Gubernur ini bisa juga diikuti oleh SKPD yang ada di bawahnya. Jangan sampai semangat di pucuk, tapi lesu di akar,” tegasnya.
David juga menekankan pentingnya ruang komunikasi publik yang terbuka dan inklusif. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus memberikan kesempatan kepada masyarakat sipil, ormas, dan komunitas untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah.
“Pak Gubernur perlu membuka ruang komunikasi publik yang lebih luas. Siapapun yang ingin berkontribusi membangun Jawa Barat harus dilibatkan,” ungkapnya.
Sebagai bentuk keseriusannya, David mengaku telah melayangkan surat permohonan audiensi kepada Gubernur Jawa Barat. Ia berharap bisa bertemu langsung guna membicarakan langkah-langkah kolaboratif ke depan.
LSM Trapawana Siap Bersinergi dengan Pemerintah
David menegaskan kesiapan LSM Trapawana untuk bersinergi dalam mendukung kebijakan-kebijakan Pemerintah Provinsi, terutama dalam isu lingkungan hidup yang menjadi fokus utama organisasinya.
“Kami siap bersinergi dan berkolaborasi. Saya yakin lembaga kami punya kapasitas itu. Karena apa yang selama ini kami lakukan sejalan dengan spirit pembangunan yang dibawa Pak Gubernur,” ucapnya optimistis.
Namun demikian, David juga memberikan kritik konstruktif. Menurutnya, langkah-langkah Dedi Mulyadi sejauh ini masih bersifat spontan dan belum terstruktur secara sistematis.
“Saya melihat apa yang dilakukan oleh Bapak ini lebih ke trigger-trigger atau gebrakan awal yang belum terstruktur. Dalam istilah Sunda, ini seperti cacagnangka,” sindirnya halus.
Mengakhiri pernyataannya, David menegaskan bahwa LSM Trapawana memiliki komitmen tinggi dan bukan sekadar organisasi biasa.
“Saya yakin, LSM Trapawana bukan LSM sembarangan. Kami punya integritas, rekam jejak, dan komitmen jelas untuk membangun Jawa Barat,” pungkasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








