Bandung Barat | SekitarKita.id,- Peristiwa kebakaran terjadi di Kampung Pamuncatan, RT01/RW01, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Kamis (22/02/2024), sekitar pukul 16.05 WIB.
Kobaran api menghanguskan bangunan rumah lantai dua yang dijadikan kantor sekolah menengah pertama (SMP) terpadu Cokro Aminoto Cipatat KBB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Azam J (53) pemilik rumah mengatakan, kejadian berawal dari munculnya percikan api diduga dari hubungan arus pendek (korsleting) listrik diatas bangunan rumah.
“Kayaknya korsleting listrik, kalau yang terbakar itu bangunan kosong yang sudah lama ditinggal pemilik, kebetulan ini dikontrakan untuk jualan tape (peyem) semenjak ditinggal pemilik bertahun-tahun bangunan ini dijadikan kantor sementara untuk SMP, lantai utama memang kosong,” kata Azam saat ditemui SekitarKita.id dilokasi Kamis sore.
Azam menjelaskan, ia mendengar teriakan warga tentang kebakaran saat tengah mengumandangkan adzan sholat fardhu Ashar. Lalu Azam keluar memastikan sumber suara.
“Pas saya adzan Ashar baru setengah, denger warga teriak kebakaran, dan saya lari keluar ternyata ada kepulan asap enggak lama kemudian api keluar dan membesar,” jelasnya.
Lantaran takut tersambar arus listrik, kata dia, pihaknya langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran Kabupaten Bandung Barat. Beruntung api tak menyambar bangunan lain yang berada disampingnya.
“Karena panik langsung mengamankan anak-anak dilokasi sekolah, sambil menunggu damkar dateng karena takut soalnya kabel pusat yang terbakar, untungnya enggak nyamber ke bangunan masjid kalau bangunan sekolah aman masih jauh dari titik api,” jelasnya kembali.
Semntara itu, warga sekitar, Neneng (48) mengatakan, pihaknya langsung menyelamatkan anak-anak untuk keluar dari rumah setelah melihat api mulai membesar.
“Saya bawa anak-anak keluar karena takut nyamber listrik, takut liat api besar gitu,” ucap Neneng.
Kepanikan itu membuat dia dan warga lain berhamburan keluar, ia melihat langsung kobaran api menghanguskan ruangan lantai dua.
“Kalau dibawah (lantai 1) memang kosong bekas jualan, liat apinya pas di lantai dua nyamber listrik, saat ini listrik semuanya mati lampu,” jelasnya.
Senada dikatakan, kepala sekolah SMP terpadu Cokro Aminoto Cipatat KBB, Mumu Saepudin (50) mengatakan, pihaknya melihat langsung detik-detik kepulan asap pekat hitam muncul dari atap bangunan ruang kantor.
“Pas jam 03.00 WIB lebih saya selesai membuat laporan keluar dan liat asap diatas bangunan, pas saya perhatikan lama kelamaan muncul api dan saya langsung mengamankan kendaraan mobil, lalu teriak minta tolong,” ujar dia.
Dijelaskan Mumu kembali, api nyaris menyambar bangunan masjid, beruntung api dapat dipadamkan petugas Damkar KBB yang tiba kelokasi, sebelumnya api dipadamkan secara manual oleh warga sekitar.
“Warga dan anak-anak disini juga ikut memadamkan api dengan air menggunakan ember, hampir kena masjid untungnya bangunan masjid menggunakan asbes dan besi jadi enggak mudah merembet,” bebernya.
Saat kejadian, lanjut dia, para siswa-siswi usai mengikuti proses kegiatan belajar mengajar (KBM), kondisi saat itu sudah dalam keadaan kosong, hanya sebagian siswa yang memang tinggal didekat lokasi.
“Kebetulan memang sudah pada pulang, hanya saya saja dan beberapa guru, beruntung enggak ada korban jiwa, api langsung dipadamkan oleh petugas Damkar,” jelasnya.
Kendati tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Beberapa dokumen dan bangunan hangus terbakar.
“Dari pihak petugas memprediksi kerugian sekitar Rp100 juta, beberapa berkas di kantor dan barang elektronik hangus terbakar,” tandasnya.
Pantauan SekitarKita.id pukul 17.00 WIB, api berhasil dipadamkan, saat ini petugas PLN Padalarang tengah memperbaiki kabel saluran arus listrik, imbasnya arus listrik mati hampir 3 jam di Desa Gunung Masigit dan beberapa pabrik dilokasi jalur Cipatat.








