Penyebaran beras yang disubsidi di Kecamatan Cipeundeuy dengan kuota 1.440 paket beras untuk 12 desa adalah langkah yang terukur.
Ini memastikan distribusi yang merata dan tepat sasaran, membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Ini merupakan salah satu upaya kami dalam menekan angka inflasi sebagai salah satu program prioritas Bapak Presiden. Alhamdulillah PT. Bulog mensupport program ini dengan memberikan alokasi beras hingga 100 Ton beras yang harganya jauh dibawah pasaran,” terang Pj. Bupati Bandung Barat, Arsan Latif di Cipeundeuy, Rabu (8/11) siang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Arsan memiliki pandangan yang masuk akal. Menstabilkan harga bahan kebutuhan pokok merupakan tugas penting Pemerintah Daerah, meskipun campur tangan langsung terhadap pengaturan harga di pasar mungkin terbatas.
Upaya untuk menciptakan stabilitas harga dapat dilakukan melalui kebijakan yang mendukung dan langkah-langkah strategis.
“Kami hanya membantu ketersediaan stok beras di luar, dengan harga lebih murah dengan melakukan subsidi ini, sedang untuk ikut campur mengatur harga kami tidak bisa,” paparnya.
“Dengan demikian, keberadaan pemerintah dapat lebih dirasakan oleh masyarakat, karena berbagai bahan kebutuhan pokok bisa didapatkan dengan mudah dan murah,” katanya.
Dengan adanya Operasi Pasar Beras Murah ini, Arsan berharap masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan bahan kebutuhan pokok yang murah, terutama beras. Sehingga, dapat menekan angka inflasi di Kabupaten Bandung Barat.
“Terimakasih kepada PT. Bulog yang telah memberikan alokasi 100 Ton beras berkualitas baik dengan harga yang terjangkau untuk kegiatan ini,” ungkapnya.”
Setelah Kecamatan Cipendeuy, Langkah operasi pasar ini dilanjutkan ke Kecamatan Padalarang, Ngamprah, dan Saguling yang berpusat di Kecamatan Ngamprah.
Diharapkan upaya ini dapat menyentuh lebih banyak masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan membantu menstabilkan harga bahan pokok.***
Halaman : 1 2








