Ringkasan Berita:
- Seorang pekerja wanita di Kabupaten Lampung Timur merobohkan rumahnya setelah berpisah dari pasangannya.
- Pembongkaran dilakukan secara sukarela sebagai bagian dari pelaksanaan putusan pengadilan agama mengenai pembagian harta bersama mantan pasangan suami istri.
AdinJava– Perbuatan seorang pekerja wanita di Kabupaten Lampung Timur yang merusak rumah menjadi perhatian publik.
Ia meruntuhkan rumah setelah berpisah dengan suaminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Video kejadian tersebut menyebar di media sosial sejak Kamis (6/11/2025).
Di dalam video yang beredar, terlihat proses penghancuran rumah dengan memakai satu unit alat berat kecil.
Sekop mesin itu terlihat merobohkan bagian depan rumah terlebih dahulu.
Sementara itu sejumlah penduduk mengamati kejadian itu secara dekat.
Pasangan mantan suami istri sependapat merobohkan rumah sebab harta yang tidak jelas asal-usulnya,sebuah akun yang membagikan video tersebut, mengutip Kompas.com.
Kejadian tersebut berlangsung di Desa Braja Mulya, Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur.
Kepala Sektor Braja Selebah, Inspektur Dua (Ipda) Raja Rizky Sihombing, membenarkan peristiwa tersebut.
Menurutnya, kejadian itu dilakukan dengan sukarela.
“Untuk pelaksanaan perkara pembagian harta bersama mantan pasangan sesuai dengan putusan pengadilan agama,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (8/11/2025).
Ipda Raja Rizky Sihombing juga menyampaikan, objek yang dirobohkan terdiri dari dua bangunan.
Satu bangunan rumah tinggal tetap dengan ukuran 9×6 meter dan satu bangunan lainnya berukuran 8×7 meter.
“Persoalan sengketa harta yang demikian, kedua belah pihak telah selesai melalui putusan pelaksanaan eksekusi alami yang merupakan kesepakatan bersama dari kedua pihak,” tambah dia.
Kejadian ini menggambarkan bagaimana proses hukum dapat berakhir dengan tindakan keterkaitan pembagian harta perabot setelah perceraian.
Kejadian lainnya
Seorang pria dengan nama samaran Dargo (bukan nama asli) rela ditinggalkan oleh istrinya yang bekerja di Malaysia sebagai tenaga kerja wanita.
Kenangan warga Kabupaten Batang masih jelas terpahat saat melepas istrinya bepergian bekerja ke Negeri Jiran, sepuluh tahun silam.
Dengan sedih, ia mengizinkan pasangannya menjadi tenaga kerja wanita demi meningkatkan kondisi keuangan keluarga.
Dargo beserta istrinya yang mempunyai satu orang anak menghadapi kesulitan dalam kondisi keuangan rumah tangganya yang tidak stabil.
Dengan adanya kesepakatan bersama, Dargo berani melepaskan istrinya dengan air mata.
Tetapi di baliknya, terdapat harapan yang meluap untuk keberlangsungan hidup di masa depan.
Saat pagi masih gelap, Dargo mengantarkan istrinya ke rumah seseorang yang ia kenal.
Orang tersebut yang mengajak istrinya bepergian ke Malaysia.
Dengan janji gaji yang besar, istrinya secepatnya mengizinkan hatinya untuk meninggalkan anak dan suaminya.
“Istri saya ikut orang yang saya kenal, yang menawarkan untuk bepergian ke Malaysia,” ujar Dargo, Selasa (2/9/2025), sebagaimana dilaporkan Tribun Jateng.
“Sebab dia sudah bekerja lama di Malaysia dan penghasilannya tinggi, tapi saya lupa berapa besarnya,” tambahnya.
Dargo menyatakan, antar-jemput istri dia ke Malaysia tidak dilakukan melalui jalur resmi.
Tetapi, ia masih percaya bahwa hubungannya mampu menciptakan jalur perekonomian yang lebih lancar.
Terlebih lagi, Dargo yang tinggal di desa bergantung pada toko kelontong, hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Untuk biaya pendidikan anaknya, ia kewalahan.
“Kekurangan dana sebab kondisi ekonomi ketika itu belum stabil,” ujarnya.
Hampir tiga tahun telah berlalu, istrinya secara tertata mengirimkan uang kepada Dargo dan anaknya.
Tetapi pada tahun berikutnya, perilaku istrinya mulai berubah.
Saat istrinya kembali ke rumah yang terhubung dengan toko kelontong itu, Dargo justru dikeluarkan.
Secara terpaksa, ia bersama anaknya harus segera pulang ke rumah orang tuanya.
Pada saat kembali pada tahun keempat, Dargo pada akhirnya mengetahui bahwa istrinya mempunyai kekasih tambahan yang ternyata adalah kenalannya saat bekerja di Malaysia.
“Saya tidak lagi ingin bersama kamu, saya sudah mempunyai orang lain,” ujar Dargo menirukan perkataan istrinya.
Tubuh Dargo tidak menduga bergetar, jantungnya berdebar kencang, dan matanya mulai berkunang-kunang.
Ia hanya mampu tahan rasa sakit yang mendalam, sambil berjalan bepergian.
“Saya pernah bertanya siapa laki-lakinya itu, dia menyampaikan bahwa dia kenal di Malaysia. Saya sempat berdebat dan pada akhirnya mengambil keputusan kembali ke rumah orang tua,” ujarnya.
Setelah terjadi perdebatan, puncak kemarahan Dargo mulai mereda.
Tetapi, ia meminta istriya untuk terus mengirimkan uang kepada anaknya sebagai bentuk penggantian.
Saya pada ketika itu telah mengambil keputusan, kalau kamu mau bepergian dari saya silakan saja.
“Tapi saya pesan, kamu tetap harus segera memberi yang anak,” lanjutnya.
Dargo menyatakan, istrinya hanya tinggal sepanjang satu minggu di rumah.
Setelah itu, istri Dargo kembali ke tanah rantau di Malaysia.
Dargo pada akhirnya menerima informasi bahwa istrinya telah menikah secara siri di Malaysia.
Tetapi Dargo sudah terluka hati dan tidak ingin mendengar kabar apa pun mengenai istrinya.
“Andai untuk mengirim uang kepada anak, dia masih melakukannya. Tetapi, untuk saya sudah tidak,” ujarnya.
Setelah berjalannya waktu bertahun-tahun, Dargo tidak lagi menerima kabar mengenai istrinya.
Informasi paling kekinian yang ia peroleh, istrinya pernah kembali ke rumah orang tuanya.
“Menurut yang saya dengar demikian, tetapi saya sudah tidak lagi memperhatikannya. Yang utama sementara waktu adalah fokus pada pengasuhan anak saya, itu saja,” ungkapnya.








