Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa PMII Tegal Desak Bupati Umi Azizah Berantas Mafia Minyak

- Penulis

Kamis, 8 September 2022 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa PMII Tegal melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM di kantor Bupati Tegal. Kamis (08/09/2022).

i

Mahasiswa PMII Tegal melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM di kantor Bupati Tegal. Kamis (08/09/2022).

Tegal, SekitarKita.id – Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang tergabung dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tegal turun ke jalan dan melakukan longmach menuju kantor Bupati Tegal, Kota Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Kamis (08/09/2022).

Pengawalan ketat dari Polres Slawi sebelum para mahasiswa bertolak ke kantor Pemkab Tegal, massa berkumpul di Patung Obor Pakembaran Slawi.

Pantauan SekitarKita.Net dilokasi, mereka tertahan di pintu gerbang yang tertutup dan dijaga ketat petugas. Lalu berorasi di depan kantor Bupati Tegal dengan pengeras suara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Aksi itu juga sempat diwarnai aksi dorong antara mahasiswa dengan anggota Polisi yang sudah berjaga-jaga di depan kantor Bupati Tegal, bersitegang terpaksa terjadi lantaran awalnya mahasiswa tidak bisa bertemu dengan Bupati Tegal Umi Azizah,” kata Syahirul Alim, Korlap PMII Tegal saat ditemui dilokasi. Kamis (08/09/2022).

Sahirul menyebut, negoisasi berjalan alot antara mahasiswa dengan Polisi, akhirnya Bupati Tegal Umi Azizah bersedia menemui mahasiswa dan bersedia mendengarkan tuntutan mahasiswa.

Baca Juga:  Pesan menohok Pj Bupati Ade Zakir di momen HUT KBB ke-17
Syahirul Alim, Korlap PMII Tegal

“Kami sempat kecewa dengan Bupati karena tidak langsung menemui kami. Sehingga tadi sempat ada aksi dorong-dorongan antara mahasiswa dengan Polisi, katanya Bupati lagi di Gucci kegiatan diluar DLL, ternyata ada didalam kantor,” terang Syahirul dengan nada kesal.

“Akhirnya Bupati Umi Azizah pun merespons tuntutan kami (mahasiswa PMII Tegal) dan bersedia untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa ke Pemerintah pusat terkait tolak kenaikan BBM,” lanjutnya.

Adapun tuntutan lain, kata Syahirul, selain unjuk rasa penolakan BBM, pihaknya juga membahas isu lokal terkait memberantas oknum mafia bahan bakar minyak.

“Selain poin dari pada penolakan kenaikan BBM, kami juga membahas isu lokal yaitu, memberantas mafia BBM, harus menerapkan bantuan subsidi tepat sasaran, mendorong pemerintah untuk terbuka keterlibatan masyarakat untuk penyaluran BLT BBM,” terangnya.

Usai negoisasi berjalan alot, akhirnya Bupati Tegal, Umi Azizah temui ratusan Mahasiswa PMII Tegal 

“Selanjutnya dua isu lokal yaitu mendesak pemerintah kabupaten Tegal untuk mendorong pemerintah pusat kenaikan UMK di Kabupaten Tegal, dan mendesak juga kepada pemerintah memperbaiki infrastruktur,” sambungnya.

Baca Juga:  Gegara Ditegur Karena Merokok, Seorang Pria Ngamuk Ngakunya Polisi

Sementara itu, Ade Prasetyo, Ketua Cabang PMII Tegal mengatakan, pihaknya akan melakukan aksi besar-besaran jika tuntutan tersebut tidak ada solusi.

“Jika tuntutan kami tidak ada solusi baik di pemerintah daerah maupun pusat mengenai kritik masyarakat kenaikan BBM dan polemik yang terjadi sekarang. Misalkan tidak ada tanggapan serius kami terpaksa akan turun ke jalan dengan aksi yang lebih besar dan massa lebih dari ini,” terang Ade.

Ade Prasetyo, Ketua Cabang PMII Tegal

Ia menilai, hari ini tuntutan telah dilaksanakan dan sudah di tandatangani Bupati sepakat menyetujui beberapa poin tuntutan yang sudah sampaikan.

“Kami tadi mengerahkan ratusan mahasiswa nanti kedepannya akan mengadakan aksi besar-besaran. Selain menyisir ke kampus yang ada di kabupaten Tegal serta mengajak masyarakat, buruh yang terkena dampak kenaikan BBM ini jika tuturan itu tidak ditindaklanjuti artinya Bupati mangkir,” pungkasnya.***(Abdul)



Berita Terkait

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas
Libur Sekolah 2026, Dusun Bambu Hadirkan Playground Baru dan Drama Musikal “Kabayan The Story”
Geram! Guru Hamil Dipecat, Wabup Asep Ismail Bakal Panggil Kemenag dan Kepsek MTs Muslimin Citapen
Dari Lintasan Balap Disabilitas ke Mimbar Paripurna, Atlet NPCI Venny Bacakan Sejarah KBB
Pemilihan BPD di Padalarang, Duseng Siap Kolaborasi Pentahelix dengan Pemdes Jayamekar
Di Usia ke-19, DPRD KBB Targetkan Bandung Barat Jadi Pusat Pertanian Masa Depan
Paripurna HUT KBB ke-19, Jeje Bongkar Masalah Kemiskinan Ekstrem dan Minimnya Lapangan Kerja
HUT KBB ke-19, Dinkes Bandung Barat Tegaskan Pelayanan Kesehatan Jadi Prioritas Utama

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:46 WIB

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:12 WIB

Libur Sekolah 2026, Dusun Bambu Hadirkan Playground Baru dan Drama Musikal “Kabayan The Story”

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:50 WIB

Geram! Guru Hamil Dipecat, Wabup Asep Ismail Bakal Panggil Kemenag dan Kepsek MTs Muslimin Citapen

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:45 WIB

Dari Lintasan Balap Disabilitas ke Mimbar Paripurna, Atlet NPCI Venny Bacakan Sejarah KBB

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:18 WIB

Pemilihan BPD di Padalarang, Duseng Siap Kolaborasi Pentahelix dengan Pemdes Jayamekar

Berita Terbaru

Atlet asal Kabupaten Bandung Barat, Jaenal Aripin, dan para atlet Indonesia didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, usai penyerahan simbolis medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia. (Foto: dok. NPCI KBB).

Bandung Barat

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:46 WIB