Warga Padalarang Berikan Kesaksian Baru, Galian SKTM Diduga Asal-asalan, Seret nama PT Pamor dan PT UKM

- Penulis

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Galian kabel SKTM di jalan Padalarang tepat  depan Ramayana diduga asal asalan (foto: Abdul)

Bandung Barat, SekitarKita.Net,- Galian SKTM (Saluran Kabel Tegangan Menengah) yang berada di sepanjang Jalan Raya Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kerap menjadi sumber kecelakaan. Hingga beberapa kendaraan truk besar terperosok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemasangan kabel SKTM yang dikerjakan oleh PT Pamor dan PT UKM mandiri di sepanjang jalan raya Padalarang tersebut, diduga asal-asalan (kurang serius).

Nunung warga Kampung Cikuray, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, KBB memberikan kesaksian baru, bahwa galian kabel tersebut kerap menjadi sumber kecelakaan bahkan dikabarkan sempat memakan korban jiwa.

“Bekas galian ini kayanya asal-asalan, kejadian kurang lebih beberapa bulan lalu saya lupa, ada beberapa mobil truk terperosok disini, bukan sekali dua kali bahkan didepan bengkel tambal ban terlibat kecelakaan hingga pemotor dikabarkan meninggal dunia, itu kata orang-orang yang menyaksikan,” katanya saat ditemui ekslusif. Sabtu (15/10/2022).

Ia menjelaskan, dugaan kecelakaan itu disebabkan bekas galian kabel kurangnya perhitungan matang, pasalnya terdapat lubang di hampir setiap titik meskipun sudah dilakukan perbaikan.

“Galian sepanjang jalan mulai dari depan Ramayana hingga kota baru warga pengendara juga bilang kondisi ini sangat miris, dan ketika kena lubang saat hujan pengendara tidak melihat ada galian,” tegasnya.

Baca Juga:  Penemuan Kerangka Mayat Ibu dan Anak di Bandung Barat: Dugaan Meninggal Sejak Lama

Ia menjelaskan lebih jauh, dikabarkan dalam kecelakaan maut itu, pemotor posisi arus lalulintas padat, kata Enung, artinya pemotor mengendarai dengan kecepatan rendah.

“Padahal lagi macet mungkin tidak melihat pas hujan, karena galian itu kurang datar dan pengendara itu jatuh, ini sudah keliatan lubang lagi padahal baru di perbaiki kurang lebih satu bulan lalu dan itu ada galian baru cuman belum dirapihkan,” tuturnya kembali.

Sementara itu, hal yang sama dikatakan, Garda Manggala Garuda Putih DPC KBB, Handi, ia mengungkapkan, dalam proyek galian kabel tersebut diduga asal-asalan. 

“Berdasarkan pemantauan rekan-rekan Manggala di wilayah Padalarang, galian kabel yang dikerjakan PT Pamor dan PT UKM Mandiri itu asal asalan, disini sering tejadi insiden kecelakaan yang diduga lalai dalam pengerjaannya,” kata Handi.

Ia menyebut, dalam penggalian kabel tanahnya diangkut menggunakan mobil pick up, saat perataan kurang padat.

“Jadi ketika bekas tanah itu digali di angkat pakai mobil kol bak, otomatis tanahnya berkurang untuk perataan, ketika di tutup aspal otomatis tanahnya amblas dan itu yang menjadi penyebab banyaknya mobil truk yang terperosok,” tuturnya.

Baca Juga:  Tragis, kesaksian Aep warga Bekasi saat Vina Cirebon dibunuh 'bukan kecelakaan'

Pihaknya akan melakukan langkah dengan memanggil dua perusahaan tersebut dan untuk selanjutnya akan melakukan audensi bersama DPRD KBB.

“Sebagai kontrol sosial, kami akan mengawal pembangunan di Bandung Barat khususnya, jangan sampai pembangunan yang berpotensi membangun justru merugikan banyak pihak karena kurangnya pematangan konsep, kami akan melaksanakan audensi dengan beberapa dinas dan DPRD KBB,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan dilokasi Sabtu (15/10/2022) siang, sepanjang jalur Padalarang terdapat beberapa titik galian tanah yang belum ada perataan (alias berantakan).

Diketahui pengerjaan tersebut dilakukan oleh dua perusahaan besar PT Mamor dan PT UKM Mandiri. Namun saat disambangi tim belum bisa menemukan keterangan dari salah satu perusahaan tersebut.

Reporter: Yuda Permana

Editor: Abdul Kholilulloh

copyright by Sekitar Kita



Berita Terkait

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan
Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah
Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan
Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB
Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029
Kisah Gisel Menginspirasi, Siswi Tuna Rungu Tampil Memukau di Pelepasan SLB Ngamprah Raya
Kemenag KBB Pastikan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen Masih Aktif, Tak Ada SK Pemecatan
Polemik Guru MTs Citapen Diduga Dipecat Saat Cuti Hamil, DPRD KBB Turun Tangan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:04 WIB

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:45 WIB

Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:30 WIB

Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:33 WIB

Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:24 WIB

Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029

Berita Terbaru