Warga protes, tumpukan sampah bau busuk diduga dari pasar Tambeng Pemalang

- Penulis

Sabtu, 15 Juni 2024 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang | SekitarKita.id,- Warga pengendara diresahkan dengan adanya tumpukan sampah di RT02/RW01, Dusun 01, Desa Kandang, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Sabtu (15/06/2024).

Menurut kebanyakan warga, sampah itu diduga sengaja di timbun, selain mengeluarkan aroma bau busuk (tidak sedap) dan merusak pemandangan lantaran sampah tersebut berceceran ke sisi jalan.

Usut punya usut, tumpukan sampah yang didominasi dengan limbah pasar dan juga sampah plastik ini, berasal dari pasar tradisional, yang diduga dengan sengaja ditimbun oleh pengelola pasar Tambeng tanpa adanya pengelolaan yang semestinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komentar datang dari warga yang enggan disebutkan namanya, inisial H-I, ia mengatakan, kondisi sampah terdiri dari berbagai jenis mulai dari limbah pasar hingga sampah plastik yang bercampur dan berada dalam sebuah lubang galian sedalam kurang lebih empat (4) meter dengan panjang sepuluh  (10) meter.

“Mirisnya, sampah itu tidak dilakukan pengelolaan dengan semestinya. Digali kedalaman  kurang lebih empat  meter lebih , itu yang diatas sampah baru, sampah yang lama ditimbun dibawah, galinya aja pakai alat berat doser,” kata D-I saat ditemui dilokasi dirilis, Sabtu (15/06/2024).

Baca Juga:  Peringati May Day 2025, Kadin Bandung Barat Buka Loker untuk Warga Lokal

Tak sedikit warga keluhkan keberadaan tumpukan sampah itu juga karena mengeluarkan aroma bau busuk yang ditimbulkan dari keberadaan tumpukan sampah tersebut. Terlebih saat musim penghujan tiba.

“Bau banget, apalagi kalau musim hujan bau banget, lingkungan ya  gak betah, cuman gimana lagi,” imbuhnya.

Selain sudah mengancam kesehatan warga sekitar, keberadaan sampah yang hanya berjarak belasan meter dari sungai Comal itu, berpotensi terbawa arus sungai yang langsung mengarah ke laut Utara Jawa.

“Jarak ke kali sepuluh meter,” ujarnya.

Dijelaskannya, keberadaan sampah tersebut sudah ada sejak lama, bahkan hampir sepuluh (10) tahun hingga membentuk gundukan sampah, hal itu dipicu dari pengelolaan sampah yang buruk dan kurangnya kesadaran masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Selain berpotensi menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan juga mengancam kesehatan warga setempat. Pasalnya jarak lokasi sampah berada di lingkungan padat penduduk yang hanya berjarak kurang dari 50 meter.

Ini menjadi PR bagi pemerintah Kabupaten Pemalang khususnya pengelola pasar tradisional Tambeng, warga berharap adanya upaya nyata dari pengelola maupun instansi terkait perihal adanya tumpukan sampah yang telah mengancam kesehatan masyarakat.

Baca Juga:  Aliansi Masyarakat Bongkar Kepentingan di Birokrasi Bandung Barat, Minta Aparat Turun Tangan

Sampai berita ini dilansir, belum ada keterangan resmi baik dari, pengelola pasar Tambeng, pemerintah Desa/Kecamatan maupun UPTD Kebersihan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Kabupaten Pemalang.

 



Penulis : Abdul Kholilulloh

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : laporan tim SekitarKita.id

Berita Terkait

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan
Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah
Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan
Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB
Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029
Kisah Gisel Menginspirasi, Siswi Tuna Rungu Tampil Memukau di Pelepasan SLB Ngamprah Raya
Kemenag KBB Pastikan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen Masih Aktif, Tak Ada SK Pemecatan
Polemik Guru MTs Citapen Diduga Dipecat Saat Cuti Hamil, DPRD KBB Turun Tangan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:04 WIB

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:45 WIB

Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:30 WIB

Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:33 WIB

Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:24 WIB

Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029

Berita Terbaru