SEKITARKITA.id – Tiga rumah di Kampung Neglajaya, RT02/RW12, Desa Tagog Apu, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hangus terbakar pada Rabu (21/08) pagi hari sekitar pukul 06.20 WIB. Kebakaran ini diduga dipicu oleh korsleting listrik,
Menurut keterangan Karna Ripandi (40), salah satu pemilik rumah. Ripandi yang saat itu berada di dalam rumahnya menyatakan, ia menyadari kebakaran ketika melihat api mulai membesar.
“Awalnya kebakaran berasal dari rumah ibu saya, Titing (60), yang terletak di bagian atas. Saya keluar setelah mendengar suara letupan lampu dan melihat api sudah menyebar ke atap,” jelas Ripandi di lokasi kejadian, Rabu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, api pertama kali melalap atap rumah Titing yang terbuat dari bambu, kemudian dengan cepat menyebar ke dua rumah lain di sekitarnya.
“Rumah ibu saya sebagian terbuat dari bambu dan sebagian dari semen. Karena angin kencang, api dengan cepat menyambar rumah saya dan rumah bibi saya di dekatnya (kanan dan kiri),” tambah Ripandi.
Ia menyebut, rumah-rumah yang terbakar adalah milik pasangan Icha dan Iyah bersama anak serta menantu mereka, rumah Karna Ripandi dan cucu Elawati dengan tiga anak, dan rumah Iting (janda) bersama satu anak serta dua cucu. Total, ada 14 jiwa dari tiga keluarga yang terdampak.
Petugas pemadam kebakaran (Damkar) KBB bersama warga setempat berhasil menyelesaikan pemadaman api sekitar pukul 07.35 WIB.
“Api berhasil dipadamkan setelah petugas Damkar datang dan dibantu oleh warga,” kata Ripandi.
Menurut pantauan di lokasi, satu dari ketiga rumah yang terbakar rata dengan tanah. Keluarga korban kini meminta bantuan pemerintah setempat untuk merenovasi rumah yang rusak.
“Kami membutuhkan bantuan untuk memperbaiki rumah karena kami tidak memiliki biaya. Pekerjaan kami sehari-hari hanya cukup untuk makan (buruh harian lepas),” ungkap Ripandi dengan harapan besar kepada pemerintah Bandung Barat.
Sementara itu, Rohmat (40), salah satu keluarga korban, menambahkan bahwa tidak ada jiwa korban dalam kejadian ini.
“Saat saya mendapatkan kabar, saya langsung pulang dari kerja dan sampai di lokasi sudah banyak warga yang membantu sinkronisasi api. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Saat ini, para penghuni yang terdampak telah direlokasi ke tempat yang lebih aman.
“Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Ke-14 jiwa telah mengungsi ke rumah tetangga dan saudara. Kami bersyukur pemerintah telah memberikan bantuan berupa makanan seperti beras,” tambah Rohmat.
Kondisi pasca kebakaran ini memerlukan perhatian segera dari pemerintah dan pihak terkait untuk membantu para korban dalam pemulihan dan perbaikan rumah mereka.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Laporan: Yudha








