[ad_1]
Berdasarkan pengalaman saya dengan pasangan yang sedang menjalin hubungan, biasanya hal-hal kecillah yang diperhitungkan dalam menjalin hubungan yang sehat. Misalnya, Anda dan pasangan Anda telah menikah selama lima tahun dan masih saling mencintai. Tentu saja, Anda memiliki argumen dan perbedaan pendapat, seperti yang dialami setiap pasangan. Namun akhir-akhir ini, Anda menyadari bahwa Anda merasa frustrasi satu sama lain karena hal-hal kecil.
Sayangnya, banyak hubungan yang berakhir karena masalah sepele yang semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Jadi bagaimana pasangan bisa menghentikan hal-hal sepele ini agar tidak terjadi di antara mereka?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut adalah 3 ciri kecil yang mutlak harus Anda miliki untuk menjaga hubungan yang sehat:
1. Kemampuan berkomunikasi secara efektif
Atasi iritasi yang muncul. Pasangan Anda meninggalkan kaus kakinya tergeletak di lantai? Kebiasaan TV obsesif yang membuat Anda gila? Beri tahu pasangan Anda bagaimana perasaan Anda terhadap hal itu. Nyatakan secara verbal apa yang penting bagi Anda. Namun lakukan ini dengan sensitif dan bijaksana!
2. Kemampuan melakukan upaya perubahan
Oke, jadi pasangan Anda sudah memberi tahu Anda bahwa Anda harus menutup pasta gigi, jadi sekarang bagaimana? Lakukan! Sekalipun itu berarti Anda perlu berusaha lebih keras, ingatlah betapa pentingnya hal itu bagi pasangan dan hubungan Anda. Dan sebagai imbalannya, Anda akan menemukan bahwa pasangan Anda akan memberikan perhatian khusus dalam mencoba melakukannya hentikan kebiasaan yang membuat Anda frustrasi.
3. Kemampuan melatih rasa syukur
Perhatikan upaya yang dilakukan pasangan Anda untuk membuat Anda bahagia dan nyatakan hal itu secara verbal. Ucapkan terima kasih kepada pasangan Anda — tidak hanya sekali atau dua kali, tetapi setiap kali Anda melihat dia berusaha mengubah suatu kebiasaan, dan beri tahu dia bahwa Anda menghargainya!
Foto: Bernardo Emanuelle melalui Shutterstock
Apa yang terjadi dengan cinta dan romansa?
Misalnya, Anda adalah orang yang rapi, sehingga Anda merasa frustrasi jika pasangan Anda meninggalkan piring di wastafel atau pakaian tergeletak di lantai. Dan pasangan Anda merasa kesal saat Anda membiarkan anjingnya masuk ke kamar tidur. Namun Anda berdua mengesampingkan rasa frustrasi ini. Seberapa buruk konflik dapat mengatasi kebiasaan-kebiasaan kecil yang menjengkelkan? Jika dibiarkan sendirian, satu tahun kemudian, Anda berdua bisa saja bertengkar tanpa henti dan kurang sabar satu sama lain. Anda memutuskan untuk mencari konseling pernikahan untuk menyelesaikan masalah yang tidak dapat diatasi ini dan mendekatkan Anda sekali lagi.
Namun, situasi konflik ini bisa saja dihentikan jika Anda berdua mengatasi rasa frustrasi Anda sejak awal pernikahan. Ingatlah bahwa dibutuhkan satu batu bata untuk membangun sebuah dinding batu bata, jadi jika Anda hanya menangani setiap batu bata satu according to satu saat batu tersebut menumpuk, Anda tidak akan menghadapi tembok kebencian dan frustrasi yang harus dihadapi.
Cobalah nasihat hubungan ini, dan Anda akan melihat bahwa Anda akan merasa lebih mencintai pasangan Anda, dan ini akan membuat Anda lebih dekat. Ingat: hal-hal kecil itulah yang penting!
Rachel Moheban-Wachtel adalah terapis individu dan pasangan multibahasa dengan praktik pribadi di NYC dan pencipta Program Resolusi Hubungan Utama.
Artikel ini awalnya diterbitkan di Rangkaian Hubungan. Dicetak ulang dengan izin dari penulis.
[ad_2]
www.yourtango.com







