[ad_1]
Oleh Kyle Benson – Memahami pasangan Anda membutuhkan pengetahuan bagaimana menjadi pendengar yang baik. Untuk benar-benar mendengarkan.
Pasangan disarankan untuk mendengarkan keluhan satu sama lain tanpa merasa diserang, serta meski demikian sepertinya bagus, hal ini tak henti-hentinya kali sepertinya tidak realistis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketika sesuatu yang Anda katakan (atau sepertinya tidak katakan) menyakiti perasaan pasangan Anda, ada dorongan kuat untuk menyela dengan, “Tersebut bukan niat saya. Anda salah paham,” bahkan sebelum pasangan Anda selesai berbicara.
Sayangnya, ketika pendengar bereaksi terhadap apa yang pembicara katakan sebelum pembicara mendapat kesempatan untuk menjelaskan diri mereka sendiri secara lengkap,
kedua pasangan akan merasa disalahpahami — serta hal ini bisa dikarenakan rusaknya kepercayaan serta rusaknya hubungan.
Bagi kebanyakan dari kita, mendengarkan tanpa bersikap defensif yaitu salah satu keterampilan komunikasi yang paling sulit dikuasai. Hal ini terutama berlaku ketika pasangan kita membicarakan pemicu kita.
Pemicunya yaitu masalah yang sensitif terhadap hati kita – biasanya sesuatu yang berasal dari masa kecil kita atau hubungan sebelumnya.
Meski demikian ungkapan “Apa yang sepertinya tidak membunuhmu akan membuatmu lebih kuat” mungkin saja ada benarnya, tetapi hal ini sepertinya tidak mengakui fakta bahwa trauma serta kejadian yang disesalkan bisa meninggalkan luka pada diri kita.
Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. Mungkin saja Anda berulang kali disakiti atau merasakan ketidakadilan dalam hubungan Anda. Momen-momen dari masa lalu kita ini bisa meningkatkan interaksi di masa kini.
Mungkin saja Anda merasa terkendali seperti yang dialami Braden dalam contoh berikut:
Ketika istrinya, Suzanne, menyampaikan kepadanya, “Kamu seharusnya memastikan anak-anak memasak makan malam sebelum kamu bepergian ke fitness center,”
dia tak henti-hentinya menjawab, “Berhenti bertingkah seperti ibuku!” Setelah beberapa pernyataan defensif, Braden menutup diri.
Jantung Braden berdebar kencang membayangkan Suzanne mengatakan keluhannya dalam pertemuan “State of the Union”, salah satu saran Dr. Gottman yang paling berguna untuk pasangan.
Institut Gottman menggambarkan Negara Persatuan pertemuan seperti ini: “Tujuan pertemuan ini yaitu untuk memastikan bahwa kedua pasangan merasa didengarkan serta dipahami sebelum memberhentikan masalah bersamaan.
Ketika pasangan bertemu seminggu sekali semasih satu jam, hal ini secara drastis meningkatkan hubungan mereka akibat memberikan ruang pada hubungan untuk membangun hubungan yang konstruktif. konflik serta mitra peluang untuk registras dalam tim yang sama.”
Tetapi bagi Braden, keluhan apa pun yang diungkapkannya termasuk keinginan agar dia mengubah sebagian jadwalnya, dia merasa terkendali.
Meski demikian penting bagi pembicara untuk mengeluh tanpa menyalahkan serta menyatakan kebutuhan positif untuk mencegah pendengar membanjiri atau merespons secara defensif, penting dan bagi pendengar untuk belajar menenangkan diri.
Jika Anda sepertinya tidak mampu menenangkan diri, otak emosional Anda akan mengalahkan otak rasional Anda, bagian yang dirancang untuk mengendalikan diri sendiri serta berkomunikasi, serta Anda akan membuka tutup mulut serta menyampaikan atau melakukan hal-hal yang sepertinya tidak Anda maksudkan.
David Schnarch dalam bukunya “Pernikahan yang Bergairah: Menjaga Cinta serta Keintiman Tetap Hidup dalam Hubungan yang Berkomitmen”,
“Hubungan yang berkomitmen secara emosional merespons lebih baik ketika masing-masing pasangan mengontrol, mengonfrontasi, menenangkan, serta memobilisasi dirinya sendiri.”
Akibat, semakin pasangan dapat mengendalikan emosinya sendiri, maka hubungan pun akan semakin stabil. Menenangkan diri meningkatkan stabilitas hubungan dengan memungkinkan Anda menjaga diri serta hubungan dengan pasangan semasih percakapan yang sulit.
Keira Burton / Pexels dengan menggunakan Canva
Begini cara Braden melakukannya.
Selagi Pertemuan Kenegaraan mereka, Suzanne memulai sebagai pembicara, melindungi pemicunya dengan menyatakan keluhannya tanpa berusaha mengendalikannya.
“Ketika saya bertanya tentang memastikan anak-anak diurus serta Anda menjawab dengan menyampaikan bahwa saya bertindak seperti ibu Anda, saya merasa sakit hati akibat sepertinya anak-anak kami bukan prioritas Anda. Saya ingin memastikan anak-anak kita dicintai. Aku butuh bantuan.”
Saat Suzanne mengungkapkan pengalamannya memakai pernyataan “saya”, Braden kesulitan mendengarkannya.
Dia ingin membela diri serta memberitahunya betapa dia begitu suka memerintah serta menuntut.
Tetapi dia memahami bahwa dia sepertinya tidak seharusnya menyebut perasaan ini hingga tiba gilirannya menjadi pembicara. Juga saat itu terjadi, dia harus segera peka terhadap pemicunya.
Berikut yaitu beberapa alat yang akan mengajari Anda cara menenangkan diri serta menjadi pendengar yang baik dengan keterampilan komunikasi yang lebih efektif untuk memperbaiki hubungan Anda yang rusak.
Cara Menjadi Pendengar yang Baik Dalam 7 Langkah Ampuh
1. Tuliskan apa yang pasangan Anda katakan serta sikap defensif apa pun yang Anda rasakan.
Dr Gottman menyarankan memakai buku catatan untuk menuliskan semua yang disebutkan pasangan Anda, yang sangat membantu ketika Anda merasa defensif.
Ini dan membantu Anda mengingat apa yang diucapkan saat Anda merenungkan kembali apa yang Anda dengar atau saat giliran Anda berbicara.
Ingatkan diri Anda bahwa Anda mendengarkan pasangan Anda akibat Anda peduli dengan rasa sakitnya.
Terakhir, ada baiknya jika Anda menyampaikan kepada diri sendiri, “Saya akan mendapat giliran untuk berbicara serta mengungkapkan perasaan saya mengenai hal ini.”
2. Perhatikan cinta serta rasa hormat.
Selagi percakapan yang sulit, ada baiknya jika Anda membuat khusus kasih sayang serta rasa hormat terhadap pasangan.
Ingat kembali kenangan indah serta ingat cara pasangan Anda memperlihatkan cintanya. Bagaimana mereka memberi dukungan Anda serta membuat Anda tertawa.
Pikirkan tentang betapa kebahagiaan yang Anda berikan satu sama lain lebih penting daripada konflik ini serta mengatasinya bersama-sama akan menghasilkan lebih banyak sekali kebahagiaan.
Saya merasa terbantu dengan menulis kutipan atau kenangan indah di sudut kanan atas buku catatan saya yang mengingatkan saya bahwa saya mencintai pasangan saya serta konflik ini berpotensi mendekatkan kita.
Dalam buku Dr. Gottman, “Apa yang Membuat Cinta Bertahan?: Bagaimana Membangun Kepercayaan serta Menghindari Pengkhianatan”,
dia menyarankan untuk menyampaikan pada diri sendiri, “Dalam hubungan ini, kita sepertinya tidak mengabaikan rasa sakit satu sama lain. Saya harus segera memahami rasa sakit ini.”
Saat Anda menenangkan diri, Anda belajar memisahkan hubungan Anda dari kemarahan serta rasa sakit hati yang Anda rasakan akibat masalah khusus ini.
3. Perlambat serta bernapas.
Memperlambat serta menarik napas dalam-dalam yaitu cara yang bagus untuk menenangkan diri. Fokus pada relaksasi tubuh Anda.
Terkadang mencoret-coret memang membantu, tetapi saat Anda melakukannya, jangan hingga tersesat dalam aktivitas atau berhenti mendengarkan.
Juga jika pasangan Anda lihat Anda menenangkan diri, katakan saja, “Saya mencoba untuk tetap hadir saat saya mendengarkan,
serta banyak sekali hal akan terjadi pada saya, jadi saya mencoba menenangkan diri dengan begitu saya benar-benar bisa mendengarkan Anda.” Agar diingat untuk menunda schedule Anda serta fokus untuk memahami pasangan Anda.
4. Pertahankan diri Anda sendiri.
Dr Schnarch menyarankan pasangan untuk menciptakan hubungan yang kuat dengan diri mereka sendiri sebagai individu dengan belajar bagaimana mendengarkan, menenangkan diri, serta merangkul emosi mereka sendiri.
Sesekali, saat Anda merasa kebanjiran, tersebut bukan akibat Anda bereaksi terhadap perkataan atau perilaku pasangan Anda. Tersebut akibat Anda menafsirkan apa yang mereka katakan serta memberikan makna pribadi pada pernyataan mereka.
Mungkin saja kemarahannya membuat Anda merasa dia akan meninggalkan Anda. Atau mungkin saja tersebut membuat Anda merasa belum menjadi pasangan yang cukup baik.
Lihatlah ke dalam dan coba lihat apa yang Anda katakan pada diri Anda sendiri tentang apa arti konflik ini serta bagaimana dampaknya terhadap Anda.
Bertahan pada diri sendiri dan berarti mempertimbangkan bahwa keluhan pasangan Anda mungkin saja ada benarnya. Terkadang kita berpegang pada potret diri yang terdistorsi. Saya tahu saya punya.
5. Jangan menganggap remeh keluhan pasangan Anda.
Saya tahu ini sepertinya mustahil, terutama jika keluhannya yaitu tentang sesuatu yang Anda lakukan atau sepertinya tidak lakukan.
Jika Anda merasa bersikap defensif, cobalah memahami alasannya. Tanyakan pada diri Anda, “Mengapa saya bersikap defensif? Apa yang saya coba lindungi?”
Keluhan pasangan Anda yaitu tentang kebutuhannya, bukan kebutuhan Anda, jadi tenangkan sikap defensif Anda dengan begitu Anda dapat sepanjang waktu ada untuknya.
6. Mintalah penyusunan ulang.
Jika pasangan Anda menyampaikan sesuatu yang memicu, mintalah dia mengatakannya cara berbeda.
“Saya merasa defensif dengan apa yang Anda katakan. Bisakah Anda menyusun ulang keluhan Anda dengan begitu saya bisa memahami kebutuhan Anda serta mencari tau cara untuk memenuhinya?” hanyalah sebuah contoh.
7. Tekan tombol jeda.
Jika Anda merasa kesulitan fokus sebagai pendengar, mintalah pasangan Anda untuk berhenti sejenak dari percakapan. Ini yaitu cara proaktif untuk menenangkan diri serta mencegah otak emosional Anda membuka tutupnya.
Anda dapat berkata, “Aku mencoba mendengarkan, tapi aku mulai tersinggung. Apakah kita bisa istirahat serta mengulanginya dalam 20 menit? Perasaanmu penting bagiku serta aku ingin memastikan aku memahamimu.”
Selagi waktu ini, fokuslah pada hal-hal positif dalam hubungan Anda serta lakukan sesuatu yang produktif. Saya lebih suka berjalan-jalan.
Setelah Anda belajar menenangkan diri, akan jauh lebih mudah untuk meminta pasangan Anda membantu Anda menenangkan diri.
Jika Anda merasa kesulitan, beri tahu pasangan Anda apa yang ada dalam pikiran Anda. Misalkan saja, “Hun, aku merasa kebanjiran.
Apakah kamu bisa memberitahuku betapa kamu mencintaiku? Saya membutuhkannya sementara,” vs. “Kaulah yang punya masalah. Perbaiki dirimu sendiri!”
Reaksi terakhir datang dari rasa takut serta tak henti-hentinya kali menciptakan ramalan yang menjadi kenyataan. Yang pertama memberi hubungan Anda peluang untuk berjuang serta kemungkinan untuk menciptakan ikatan yang lebih aman.
Konflik bukan hanya katalisator untuk saling memahami, tetapi dan merupakan wahana pertumbuhan pribadi. Saya suka menganggap konflik hubungan seperti tiram.
Tiram sepertinya tidak dimaksudkan untuk menghasilkan mutiara yang indah. Sebaliknya, mutiara yaitu produk sampingan tiram yang mengurangi iritasi yang disebabkan oleh butiran pasir.
Dengan menggunakan yang sama, konflik secara sepertinya tidak sengaja bisa menciptakan hubungan serta kedekatan.
Setelah mendengarkan Suzanne, Braden menarik napas dalam-dalam.
“Saya mendengar Anda menyampaikan bahwa reaksi saya terhadap permintaan Anda untuk membantu anak-anak membuat Anda merasa bahwa keluarga sepertinya tidak penting bagi saya,” katanya. “Saya mengerti mengapa Anda begitu kesal kepada saya.”
Setetes air mata mengalir di pipi Suzanne. Ini merupakan terobosan besar bagi pernikahan mereka.
Cinta yang bertahan lama membutuhkan keberanian, keberanian untuk menjadi rentan, serta mendengarkan tanpa membela diri, bahkan dalam perjalanan panasnya konflik – terutama ketika kita terluka serta marah.
Kyle Benson yaitu pelatih Hubungan Intim yang Disengaja yang menyediakan alat praktis berbasis observasi untuk membangun hubungan jangka panjang, terkenal akibat kasih sayang serta gayanya yang sepertinya tidak menghakimi juga kapasitasnya untuk memeriksa akar permasalahan.
Didirikan bersamaan oleh Dr. John serta Julie GottmanPendekatan The Gottman Institute terhadap kesehatan hubungan telah dikembangkan dari observasi terobosan semasih 40 tahun dengan ribuan pasangan.
[ad_2]
Sumber: yourtango








