Dua pembeli terkemuka membeli penurunan saham Tesla Oleh Making an investment.com

- Penulis

Sabtu, 20 April 2024 - 22:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Dengan saham Tesla (NASDAQ 🙂 turun 37% year-to-date karena melambatnya penjualan kendaraan listrik, keluarnya manajemen, dan sekarang PHK, beberapa investor terkemuka membeli penurunan tersebut. Hal ini membuat beberapa investor bertanya apakah mereka harus mengikuti atau menghindari risiko jatuh.

Mengapa saham Tesla jatuh?

Alasan terbesar mengapa saham Tesla turun drastis tahun ini adalah menurunnya penjualan kendaraan listrik di seluruh dunia. Pada kuartal pertama tahun 2024, Tesla hanya mengirimkan 387,000 kendaraan, jauh di bawah perkiraan analis yang berjumlah hampir 450,000. Pada kuartal pertama tahun 2023, perusahaan mengirimkan 422,000 kendaraan, menunjukkan penurunan sebesar 8,3% dari tahun ke tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menggambarkan masalah permintaan, Telsa mengumumkan akan memangkas 10% tenaga kerja globalnya awal pekan ini. “Selama bertahun-tahun, kami telah berkembang pesat dengan banyaknya pabrik yang tersebar di seluruh dunia,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan. “Dengan pertumbuhan pesat ini, telah terjadi duplikasi peran dan fungsi pekerjaan di bidang-bidang tertentu. Kami percaya bahwa sangat penting untuk melihat setiap aspek Perusahaan untuk pengurangan biaya dan peningkatan produktivitas. Tindakan ini akan mempersiapkan Tesla untuk fase berikutnya. pertumbuhan, seiring kami mengembangkan beberapa teknologi paling revolusioner di bidang otomotif, energi, dan kecerdasan buatan.”

Baca Juga:  Jajak pendapat mingguan: apakah Anda akan membeli Motorola Razr 50 atau Razr 50 Ultra?

Siapa yang membeli penurunan saham Tesla?

Pertama, miliarder Leo KoGuan, pendiri dan ketua SHI World, mengumumkan di X (sebelumnya Twitter) semalam bahwa ia telah meningkatkan sahamnya di Tesla dari 27,000,000 menjadi 27,600,000, menambah 600,000 saham. Berdasarkan harga pasar saat ini, saham KoGuan bernilai $4,34 miliar. Hal ini akan menjadikan KoGuan sebagai pemegang saham Tesla terbesar kesembilan, di depan perusahaan reksa dana Constancy Control.

Ketika ditanya di platform X apakah dia masih memegang saham Tesla, dia berkata, “Ya, saya memegangnya. Apalagi saya baru saja meningkatkan portofolio saya dari 27.000.000 menjadi 27.600.000 saham Tesla. Jadi saya menambahkan 600.000 saham.”

Pemegang saham Tesla besar dan blak-blakan lainnya yang baru-baru ini menambah sahamnya saat penurunan adalah Kayu Cathie dari ARK Investasi.

ARK sekarang memiliki sekitar 5,3 juta lembar saham Tesla melalui berbagai ETF-nya, dibandingkan 3,8 juta lembar saham yang dimiliki pada akhir tahun 2023.

Wooden optimistis dengan posisi Tesla untuk taksi robotic, yang menurutnya akan didukung oleh AI.

Baca Juga:  Microsoft investasikan $1,5 miliar pada perusahaan AI di Abu Dhabi, G42, dan jadi dewan direksi Oleh Making an investment.com

“Kami percaya bahwa seluruh peluang ini akan menghasilkan pendapatan sebesar $8 triliun hingga $10 triliun pada tahun 2030, setengahnya akan disalurkan ke platform seperti Tesla,” kata Wooden dalam sebuah wawancara dengan Morningstar, Selasa. “Tesla adalah proyek kecerdasan buatan terbesar di dunia, kami yakin, proyek ini bergerak menuju tujuan jaringan taksi otonom.”



[ad_2]

2024-04-20 22:51:52

www.making an investment.com



Berita Terkait

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!
Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar
Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar
Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya
muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan
Cara Menghilangkan Jerawat di Punggung Secara Alami dan Efektif
Soft Opening Master Baker Indonesia: Sekolah Baking Profesional Baru di Surabaya Barat
Kolaborasi Pentahelik, Hamaren Corporation Sukses Gelar Annual Meeting 2025 di Bekasi

Berita Terkait

Senin, 10 November 2025 - 05:15 WIB

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!

Senin, 10 November 2025 - 04:30 WIB

Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar

Senin, 8 September 2025 - 09:20 WIB

Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar

Kamis, 3 Juli 2025 - 19:37 WIB

Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya

Rabu, 18 Juni 2025 - 12:37 WIB

muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan

Berita Terbaru

Kantor Bapenda KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok

Senin, 20 Apr 2026 - 20:00 WIB