Pisah sambut Kajari Kabupaten Bekasi, Dwi Astuti Beniyati: Kasus dugaan suap oknum DPRD terus berlanjut

- Penulis

Jumat, 3 November 2023 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kejaksaaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi berganti, Dwi Astuti Beniyati, (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Kepala Kejaksaaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi berganti, Dwi Astuti Beniyati, (foto: Abdul Kholilulloh)

Kabupaten Bekasi | SekitarKita.id,- Kepala Kejaksaaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi berganti, Dwi Astuti Beniyati, kini dia memimpin korps Adhyaksa di Kabupaten Bekasi, menggantikan Ricky Setiawan Anas.

Proses pergantian pimpinan Kejari tersebut digelar melalui acara malam pisah sambut yang berlangsung di Gedung Swatantra Wibawa Mukti kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Kamis (2/11/2023).Diketahui, dalam pergantian ini, Ricky meninggalkan perkara. Diantaranya, terkait kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan oknum DPRD Kabupaten Bekasi berinisial SL.

Baru-baru ini, Kejari menetapkan seorang pengusaha perempuan berinisial RS sebagai tersangka dalam dugaan kasus tindak pidana korupsi berupa gratifikasi terkait proyek pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keterlibatan RS dalam memberikan gratifikasi itu berupa dua unit mobil Pajero dan BMW kepada oknum pimpinan Dewan Kabupaten Bekasi (SL).

Menanggapi hal ini, Dwi Astuti mengatakan, meski sudah berganti kepala institusi, pihaknya memastikan kasus tindak pidana korupsi pemberian dugaan gratifikasi atau suap tersebut akan terus berlanjut.Dwi menjelaskan, pihaknya akan melanjutkan perkara yang belum rampung selama kepemimpinan Kejari sebelumnya. Kendati itu, dirinya terlebih dahulu akan mempelajarinya.“Saya akan melanjutkan ya apa yang sudah dilakukan pak Ricky. Namun saya pelajari terlebih dahulu,” kata Dwi usai pisah sambut didampingi Pj Bupati Bekasi Dani Ramdhan.

Baca Juga:  Tiga Mobil Tertimpa Pohon di Cianjur, saat Diguyur Hujan Angin

Dikatakannya kembali, dirinya mengaku, sudah mengetahui soal duduk perkara yang diduga melibatkan oknum pimpinan Dewan Kabupaten Bekasi

”Ya saya sudah mengetahui. Kalau tidak salah sudah ada yang ditahankan ya,” ujarnya.Tak hanya itu, ia juga berjanji akan melanjutkan kebijakan yang sudah dijalankan Kajari Ricky Setiawan Anas saat memimpin wilayah ini.

“Cikarang sudah tidak asing lagi bagi saya. Tahun 2012 saya menjabat Kasubag Pembinaan selama 11 bulan. Sudah kenal dekat Pak Ricky juga karena pernah sama-sama bekerja bersama di TP4D Kejati DKI,” kata Dwi.Dirinya berkomitmen melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah, melanjutkan beberapa pendampingan, serta mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK-WBBM).

Related Posts

Disisi lain, Ricky Setiawan Anas menjabat sebagai Kajari Tanjung Perak, Surabaya. Dalam sambutanya, ia menyampaikan permohonan maaf apabila dalam melaksanakan tugas di Kabupaten Bekasi terdapat hal-hal yang kurang berkenan kepada seluruh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Baca Juga:  Ratusan Massa LAKI Geruduk Kantor Bupati Bandung Barat, Tuntut Penindakan Kasus Dugaan Korupsi

“Saya juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan yang telah diberikan selama menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi selama dua tahun, tiga bulan, 23 hari,” katanya.

Dia mengaku, banyak ilmu dan pengalaman selama perjalanan dinas di Kabupaten Bekasi sebagai wilayah besar dengan banyak kompleksitas persoalan.

“Perdana menjabat Kajari (kepala kejaksaan negeri) langsung di Kabupaten Bekasi, wilayah besar dengan kompleksitas persoalan yang ada. Seiring berjalan waktu, banyak hikmah dari perjalanan dinas yang sangat lama ini. Bertambah saudara, keluarga, serta ilmu luar biasa,” katanya.

Dirinya juga mengungkapkan pencapaian selama menjabat di Kabupaten Bekasi yang disebutnya sebagai daerah tradisi juara, antara lain peringkat pertama penanganan tindak pidana korupsi se-Jawa Barat 2022 serta 20 penghargaan yang diterima di sini.

Ricky berpesan agar pemerintah daerah tidak segan memanfaatkan fungsi-fungsi yang ada di kejaksaan baik perdata dan tata usaha negara, intelijen, serta pencegahan tindak pidana korupsi.“Sebagaimana Instruksi Presiden Joko Widodo saat mengumpulkan forkopimda di Sentul, kejaksaan diminta membantu pemerintah daerah. Manfaatkan fungsi yang ada sebagai pendampingan karena kita jaksa pengacara negara. Di tingkat nasional, kementerian juga meminta pendampingan Kejagung RI,” ucapnya.

Baca Juga:  ABR Vs Faisal Harris, 2 kader internal PAN berebut kursi Pilbup Bandung Barat

“Mudah-mudahan bisa bersinergi dengan Bu Kajari. Mohon doa restu sebagai Kajari Tanjung Perak, Surabaya. Semoga silaturahmi kita tetap berjalan,” tandasnya.

 



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal ASN KBB Live TikTok Minta Fee 1 Persen, Bupati Jeje Perintahkan Inspektorat Periksa IYP
Wakil Ketua DPR Cucun: PKB Harus Hadir di Tengah Rakyat, 1.000 Rumah Jadi Target Rehabilitasi
Enam Bulan Pascabencana Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Nasib Lahan Relokasi dan Petani Masih Menggantung
Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi
5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang
Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”
Dedi Mulyadi Tegur Wali Kota Cimahi Soal Peredaran Tramadol ‘Sikat Saja’ Jangan Takut 
Musda V 2026 Digelar, Edi Rusyandi Terpilih Aklamasi Pimpin DPD Golkar KBB

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Skandal ASN KBB Live TikTok Minta Fee 1 Persen, Bupati Jeje Perintahkan Inspektorat Periksa IYP

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Wakil Ketua DPR Cucun: PKB Harus Hadir di Tengah Rakyat, 1.000 Rumah Jadi Target Rehabilitasi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Enam Bulan Pascabencana Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Nasib Lahan Relokasi dan Petani Masih Menggantung

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:45 WIB

5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang

Berita Terbaru